garam rakyat

Garam Rakyat Diharapkan Penuhi Standar Internasional, Bagaimana Caranya?

Produksi garam rakyat memang terus ditingkatkan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Hal ini terus diupayakan oleh pemerintah agar pasokan garam bisa memenuhi kebutuhan garam industri nasional. 

Menurut data dari Biro Pusat Statistik tahun 2017, kebutuhan garam nasional Indonesia sudah mencapai 4,4 juta ton dengan produksi nasional maksimal 1,2 ton. Untuk mengetahui cara meningkatkan produksi garam nasional, mari simak ulasan selengkapnya berikut ini. 

Klasifikasi Jenis Garam di Indonesia

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara meningkatkan produksi garam rakyat, Anda harus memahami terlebih dahulu klasifikasi atau pengelompokkan jenis garam yang ada di Indonesia. Di Indonesia, setidaknya ada 3 kelompok jenis garam antara lain sebagai berikut. 

  • Garam Konsumsi

Garam konsumsi merupakan garam yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi pada makanan dan minuman. Dalam kehidupan sehari-hari, garam memang sangat identik dengan bumbu masakan agar makanan menjadi lebih nikmat. 

Garam konsumsi menjadi sumber zat yodium yang sangat dibutuhkan tubuh manusia untuk menanggulangi penyakit gondongan dan kretin endemic. Garam jenis ini memiliki kadar natrium klorida (NaCl) minimal 94%. 

Karena digunakan untuk kebutuhan konsumsi, garam satu ini juga harus lolos uji persyaratan kualitas garam konsumsi. Standar kualitas garam konsumsi di Indonesia sendiri sudah berhasil dipenuhi oleh para petani lokal Indonesia. 

  • Garam Industri

Garam industri merupakan garam yang dipakai untuk keperluan industri, baik untuk bahan baku maupun bahan tambahan. Jenis garam satu ini biasanya digunakan untuk kebutuhan industri kosmetik, farmasi, tekstil, dan lain sebagainya. 

Kadar natrium klorida (NaCl) pada garam industri juga lebih tinggi daripada garam konsumsi yaitu minimal 97%. Khusus untuk industri pangan, kadar Ca dan Mg pada garam minimal 600 ppm. Garam industri juga harus memenuhi syarat kualitas industri petrokimia, aneka pangan, dan industri lainnya. 

  • Garam Farmasi

Garam farmasi digunakan untuk kebutuhan farmasi dan produk-produk kesehatan seperti bahan baku sediaan infus, oralit, produksi tablet, cairan pencuci darah (hemodialisis), sirup, dan pelarut vaksin. Garam farmasi juga memiliki kualitas tinggi dengan kadar natrium klorida lebih dari 99,5%. 

Cara Meningkatkan Produksi Garam Rakyat

Dalam meningkatkan produksi garam nasional agar pasokan garam dapat terpenuhi dengan baik, pemerintah melakukan beberapa cara atau upaya untuk meningkatkan produksi garam rakyat. Berikut ini beberapa cara yang ditempuh pemerintah agar produksi garam nasional dapat meningkat. 

  • Diversifikasi Produk

Salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi garam nasional yaitu dengan melakukan diversifikasi produk. Kemenko Maritim bersama dengan lembaga dan kementerian terkait mengembangkan diversifikasi produk garam seperti yang diterapkan di Cirebon dan Bali. 

Diversifikasi produk dipilih pemerintah karena dapat membantu meningkatkan kualitas garam dan mendorong meningkatnya produksi garam rakyat. Dengan menerapkan diversifikasi produk, usaha garam bisa terus berkembang dan memiliki daya saing global. 

Petani garam lokal Indonesia juga didorong untuk bisa memproduksi garam dengan kadar NaCl minimal 94%. Hal ini bertujuan agar kualitas garam produksi lokal dapat bersaing dengan garam hasil impor luar negeri. 

Diversifikasi produk ini juga dapat memacu dan mendorong para petani garam Indonesia untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi dan memasarkan produk garamnya. 

Jika beberapa tahun ke belakang, produksi garam hanya sebatas untuk dikonsumsi, maka pemerintah mendorong petani garam untuk memproduksi kristal garam untuk kebutuhan industri spa.

Dalam menerapkan diversifikasi produk, pemerintah bertanggung jawab dalam menjaga dan melindungi petani garam dari para tengkulak yang merugikan. Pemerintah ikut mengawasi secara langsung proses produksi dan pemasaran garam para petani lokal. 

Dengan adanya pengawasan ketat dari pemerintah, harga garam dari petani garam lebih terkontrol dan mencegah terjadinya kelangkaan garam. Dorongan produksi garam berkualitas setara dengan standar garam spa juga dapat membantu meningkatkan penghasilan para petani lokal Indonesia. 

Harga yang dibanderol untuk setiap kilogram garam spa yaitu sekitar 260 ribu rupiah. Sementara itu, untuk harga jual garam di tengkulak berkisar Rp1.000,00 hingga Rp5.000,00 per kilogram. 

Dalam produksi garam spa, para petani garam sangat dituntut untuk lebih kreatif mengingat potensi ekspor garam spa terbilang besar. Untuk pemasaran produknya sendiri masih didominasi negara-negara yang ada di kawasan Asia, Australia, dan Amerika Serikat. 

  • Integrasi Lahan

Selain diversifikasi produk, pemerintah juga berupaya meningkatkan produksi garam nasional dengan melakukan integrasi lahan. Berdasarkan penuturan Eniya Listiani Dewi, Deputi BPPT, Indonesia harus berani melakukan persiapan jangka panjang untuk mengatasi masalah pasokan garam nasional. 

Salah satu cara yang diambil pemerintah untuk meningkatkan pasokan garam industri dan konsumsi yaitu dengan menerapkan integrasi lahan dan program di satu lingkup area.

Untuk melaksanakan program tersebut, lahan yang dibutuhkan untuk memperbanyak produksi garam minimal seluas 400 hektar dan dapat dilakukan secara optimal hingga lahan seluas 5.000 hektar. 

Dengan lahan seluas itu, proses produksi gram dapat dilakukan di 4 area meliputi area penampungan air laut, area penguapan (evaporasi), area hasil evaporasi, dan area rekristalisasi. Di dalam area tersebut juga disediakan pabrik garam dengan skala produksi mencapai 10 ton setiap jamnya. 

Dengan teknologi yang sudah dikuasai oleh BPPT, petani garam yang sebelumnya membutuhkan waktu 10-21 hari untuk panen garam, kini bisa lebih menghemat waktu karena adanya integrasi lahan di satu area. 

Konsep integrasi lahan ini dapat membantu petani garam dalam meningkatkan produktivitas baik secara kuantitas maupun kualitas. Pabrik garam tersebut juga tidak hanya menghasilkan 1 jenis garam saja, namun bisa beberapa jenis garam lainnya. 

Kemampuan peningkatan produksi dan kualitas garam rakyat dalam waktu yang sama ini juga diuji oleh tim khusus dari BPPT dan sudah dipublikasikan kepada masyarakat secara umum pada tahun 2016 lalu. 

Kemampuan produktivitas ini dapat membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu memproduksi garam dalam skala besar untuk berbagai kebutuhan mulai dari kebutuhan industri, konsumsi, dan farmasi secara bersamaan. 

Indonesia bahkan sudah berhasil membuktikan bahwa garam yang diproduksi sudah memiliki kadar NaCl sebesar 99,5% untuk garam farmasi (bahan baku obat-obatan dan produk kesehatan).

Sementara itu, untuk kebutuhan industri dan pengolahan pangan, Indonesia sudah berhasil memproduksi garam dengan kadar NaCl sebesar 94% hingga 96%. Secara teknis, pemerintah Indonesia juga mulai bisa mengurangi ketergantungan produk garam impor. 

Dengan diterapkannya integrasi lahan, produksi garam Indonesia bisa mencapai 500 ribu ton setiap tahunnya. Untuk menambahkan jumlah lahan produksi garam, pemerintah bisa melakukan 2 cara yaitu melakukan intensifikasi dan ekspansi lahan. 

Intensifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas di lahan yang sudah tersedia. Sementara itu, ekspansi lahan merupakan upaya pemerintah untuk memperluas wilayah lahan produksi garam ke kawasan Indonesia timur. 

Dengan diterapkannya diversifikasi produk dan integrasi lahan, maka diharapkan produksi garam rakyat di Indonesia bisa meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Kedua upaya yang dilakukan pemerintah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan industri, konsumsi, dan farmasi. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X