garam farmasi

Ini Manfaat Garam untuk Kebutuhan Farmasi

Garam tidak hanya digunakan untuk menambah cita rasa makanan agar lebih lezat dan nikmat. Garam juga banyak dipergunakan untuk kebutuhan industri farmasi. Dibandingkan garam dapur, garam farmasi memiliki kadar natrium klorida (NaCl) yang lebih tinggi yaitu > 99,5%.

Garam ini biasa digunakan untuk bahan baku sediaan infus, pelarut vaksin, oralit, produksi tablet, cairan pencuci darah, sirup, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui kandungan mineral pada garam dan manfaatnya untuk industri farmasi, simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Kandungan Mineral pada Garam

Sebelum membahas lebih jauh tentang manfaat dari garam farmasi, Anda harus memahami kandungan mineral di dalam garam terlebih dahulu. Nah, berikut ini kandungan mineral yang terdapat di dalam garam.

  • Yodium

Yodium merupakan zat mineral yang terdapat di dalam garam dapur dan bisa ditemukan dengan mudah di pasaran. Kandungan mineral satu ini memiliki peranan penting untuk membantu meningkatkan perkembangan kecerdasan pada anak di masa pertumbuhan. 

  • Natrium

Natrium juga menjadi salah satu zat mineral yang terkandung di dalam garam. Natrium merupakan zat mineral yang berperan sebagai pembentuk garam di dalam tubuh. 

Selain itu, natrium juga berperan untuk mengantarkan impuls ke dalam serabut saraf dan tekanan osmosis pada sel yang menjaga cairan sel tetap seimbang. 

  • Fosfor

Fosfor merupakan kandungan zat mineral pada garam yang berfungsi melakukan pembentukan tulang dan gigi. 

  • Kalium

Kalium merupakan zat mineral yang terdapat di dalam garam yang berfungsi untuk membentuk aktivitas otot jantung. 

  • Kalsium

Kalsium atau disebut juga dengan zat kapur merupakan kandungan mineral yang berfungsi melakukan pembentukan tulang dan gigi, serta berperan dalam vitalitas otot tubuh. 

  • Magnesium

Magnesium merupakan zat mineral yang berfungsi melakukan pembentukan sel darah merah yang berupa zat pengikat hemoglobin dan oksigen. 

  • Klorin

Klorin merupakan zat mineral yang bertugas membentuk asam klorida (HCl) pada lambung. HCl sendiri berfungsi mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin dan membunuh kuman bibit penyakit yang ada di dalam lambung.

  • Seng

Seng atau zinc diperlukan tubuh untuk melakukan pembentukan hormon dan enzim penting. 

  • Sulfur

Sulfur atau belerang merupakan kandungan yang terdapat di dalam garam yang berfungsi untuk melakukan proses pembentukan protein di dalam tubuh. 

  • Kobalt

Kobalt merupakan kandungan penting yang terdapat di dalam garam yang berfungsi untuk melakukan pembentukan pembuluh darah. 

  • Mangan 

Mangan memiliki fungsi untuk mengatur sistem reproduksi dan pertumbuhan tubuh. 

  • Flour

Flour merupakan zat penting yang terdapat di garam yang berfungsi melakukan pembentukan lapisan email gigi dan melindungi gigi dari segala macam gangguan. 

  • Tembaga

Tembaga yang terdapat di dalam garam bermanfaat untuk melakukan pembentukan hemoglobin pada sel darah merah di dalam tubuh. 

Manfaat Garam Farmasi

Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik tahun 2017, kebutuhan garam nasional Indonesia mencapai 4,4 juta ton dengan angka produksi nasional sebesar 1,2 juta ton. Mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian, kadar NaCl pada garam farmasi lebih tinggi dibandingkan jenis garam lainnya. 

Kadar NaCl pada garam farmasi minimal 99,5% bahkan lebih dan harus memenuhi standar internasional atau pharma grade. Berikut ini beberapa manfaat dari penggunaan garam di bidang industri farmasi. 

  • Oralit

Oralit merupakan salah produk kesehatan yang memanfaatkan garam sebagai bahan bakunya. Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, oralit adalah produk kesehatan yang dikonsumsi ketika seseorang mengalami diare. 

Oralit memiliki kandungan utama berupa campuran natrium klorida (NaCl) dan gula (glukosa atau sukrosa). Fungsi utama oralit adalah untuk menjaga suplai mineral dan cairan di dalam tubuh. 

Oralit menjadi satu-satunya obat yang dianjurkan dokter atau tenaga medis untuk mengatasi masalah diare yang bisa membuat seseorang kehilangan banyak cairan tubuh. 

Produk kesehatan satu ini memang tidak bisa menghentikan diare, namun bisa membantu mengganti cairan tubuh yang ikut terbuang bersama tinja. Dengan tergantinya cairan tubuh tersebut, seseorang yang mengalami diare tidak akan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. 

Komposisi oralit 200 meliputi glukosa anhidrat 4,0 gram, NaCl 0,70 gram, natrium sitrat dihidrat 0,58 gram, dan kalium klorida 0,30 gram. Dalam kondisi darurat dan tidak ada persediaan oralit, Anda bisa membuat air minum dengan campuran gula pasir (sukrosa) dengan garam dapur. 

Kombinasi antara gula dan garam ini dapat diserap dengan baik oleh usus penderita diare. Hal ini dikarenakan adanya ion natrium yang berfungsi sebagai alosterik. Alosterik sendiri berhubungan dengan penghambatan enzim karena bergabung dengan molekul lainnya. 

Tidak hanya itu saja, kandungan mineral yang terdapat di dalam garam dapat membantu meningkatkan pengangkutan dan daya absorpsi gula melalui membran sel. 

Gula yang terdapat pada larutan garam (NaCl) dapat meningkatkan penyerapan air pada dinding usus hingga 25 kali lebih banyak dari biasanya sehingga dehidrasi bisa diatasi.

  • Cairan Infus

Manfaat garam selanjutnya untuk industri farmasi yaitu sebagai bahan campuran pembuatan cairan infus. Ada beberapa jenis cairan infus antara lain cairan infus NaCl 0,9% + kcl 0,3% atau kcl 0,6%, cairan infus glukosa 5%, cairan infus natrium laktat, dan cairan infus natrium karbonat. 

Cairan infus NaCl sendiri merupakan campuran garam grade farmasetis dan aquabidest yang berfungsi untuk menyuplai mineral dan nutrisi bagi pasien yang dirawat di rumah sakit. 

  • Cairan Dialisat

Cairan dialisat juga menjadi salah satu produk farmasi yang memanfaatkan penggunaan garam. Cairan dialisat merupakan cairan dengan bahan utama elektrolit berupa garam NaCl dan glukosa grade farmasi berbentuk cairan pekat. 

Cairan ini digunakan untuk membantu proses cuci darah bagi pasien yang menderita gagal ginjal. Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, penderita gagal ginjal memang diharuskan melakukan cuci darah dalam periode tertentu karena ginjal yang sudah tidak berfungsi secara maksimal. 

Dalam proses pencucian darah, darah akan dibersihkan menggunakan hemodialisa atau alat membran dalam media dialisat. 

Darah akan dibersihkan di dalam dialiser dan kotoran atau ‘sampah’ metabolisme secara kontinyu dengan menembus bagian membran dan menyeberang ke bagian kompartemen dialisat. 

  • Garam Mandi 

Dikutip dari buku Harry’s Cosmeticology, garam mandi merupakan campuran garam NaCl dengan bahan anorganik lainnya yang mudah larut untuk digunakan sebagai terapi. Campuran ini juga diberi tambahan pewangi berupa minyak esensial, pewarna, dan senyawa enzim. 

Manfaat dari garam mandi yaitu untuk memberikan keharuman, mengembalikan kebugaran tubuh, dan merelaksasi tubuh yang kelelahan atau stres.

Selain itu, mandi menggunakan garam mandi juga membantu mengurangi nyeri pada otot, melenturkan otot yang tegang, meredakan peradangan, dan mengobati infeksi pada kulit. Tidak hanya itu saja, garam mandi juga bisa membantu menghaluskan, mencerahkan, dan meremajakan kulit.

Dari ulasan di atas, Anda tentunya semakin paham dengan manfaat garam farmasi, bukan? Tidak hanya sebagai bahan penyedap masakan saja, garam juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan farmasi seperti pembuatan cairan infus, cairan cuci darah (dialisat), oralit, dan lain-lain. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X