garam cuci

Tahukah Kamu Apa Itu Garam Cuci?

Garam cuci merupakan salah satu jenis garam yang banyak ditemui dan dipakai oleh masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu. Jenis garam yang dikenal juga dengan sebutan garam washing ini dihasilkan dari proses teknologi washing

Karena diproses secara mudah, harga yang dibanderol untuk garam satu ini tidaklah mahal dan disesuaikan kualitasnya. Untuk mengetahui jenis-jenis garam dan proses pembuatannya, mari simak ulasan berikut ini. 

Jenis-jenis Garam

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara dan proses pembuatan garam cuci, Anda perlu memahami jenis-jenis garam terlebih dahulu. Berikut ini jenis garam yang sering digunakan masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia. 

  • Garam Krosok

Garam krosok atau coarse salt merupakan salah satu jenis garam yang memiliki butiran kasar dan besar dibandingkan garam meja atau garam lainnya. Rasa asin yang dimiliki garam ini juga lebih kuat dan tidak mudah larut dari air. 

Garam ini biasanya dipakai untuk bahan pengawet ikan, produksi ikan asin, dan bahan tambahan pada pakan ternak. Apabila dipecah dan dihaluskan, garam ini bisa dipakai untuk campuran masakan.

  • Garam Meja

Salah satu jenis garam yang banyak ditemui di masyarakat yaitu garam meja. Garam yang sering digunakan untuk bahan penyedap masakan ini diproses melalui tahapan pengolahan yang kompleks sehingga menghasilkan garam yang bertekstur sangat halus. 

Tidak hanya itu saja, garam jenis ini juga sudah diperkaya dengan mineral yodium sehingga baik untuk kesehatan tubuh. Apabila seseorang kekurangan asupan yodium terutama anak-anak, maka akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti hipotiroidisme dan keterlambatan mental. 

Garam jenis ini mengandung natrium klorida (NaCl) murni sebanyak 97% atau lebih tinggi dengan tambahan agen anti-caking yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan. Meski memiliki tekstur yang sangat halus, butiran garam meja ini tidak akan saling menempel. 

  • Garam Laut

Sesuai dengan namanya, garam laut dibuat melalui proses penguapan air laut hingga menyisakan kristal garam. Hampir sama seperti garam meja, garam jenis ini juga memiliki kandungan natrium klorida alami yang cukup banyak, meskipun kadar mineralnya sedikit. 

Meski begitu, kandungan mineral pada garam laut ini tergantung dari mana asal garam tersebut dipanen dan prosesnya. Mineral yang terkandung di dalam garam antara lain seng, kalium, dan zat besi.

Karena proses pembuatannya dilakukan di laut, garam ini memiliki risiko tercemar bahan logam (timbal) yang cukup tinggi apabila kondisi lingkungan lautnya tercemar. Semakin gelap warna garam yang dihasilkan, maka semakin tinggi pula kandungan kotoran dan unsur mineral di dalamnya.

  • Garam Himalaya

Garam himalaya belakangan ini tengah digandrungi masyarakat. Meskipun diberi nama garam himalaya, garam satu ini ternyata tidak berasal dari Pegunungan Himalaya melainkan berasal dari tambang garam terbesar kedua di dunia yang berada di Pakistan yaitu Kewra Salt Mine. 

Jenis garam satu ini memiliki warna merah muda yang berada dari zat besi yang terkandung di dalam garam tersebut. Dibandingkan dengan garam meja, kandungan mineral natrium pada garam himalaya lebih rendah.

Meski begitu, kandungan mineral di dalam garam himalaya sangatlah banyak setidaknya ada 84 mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, zat besi, dan mineral lainnya. 

Maka dari itu, garam ini dipercaya dapat membantu mengontrol kadar gula darah, mengurangi kram otot, dan menjaga asam-basa di dalam sel tetap sehat. 

  • Garam Kosher

Garam kosher merupakan jenis garam yang memiliki tekstur kasar seperti kristal tak beraturan. Garam satu ini juga tidak memiliki kandungan yodium dan anti-caking sehingga cepat menggumpal. Cita rasa garam kosher tidak jauh berbeda dengan garam meja, hanya saja rasanya terasa lebih ringan

  • Garam Celtic

Garam celtic atau dikenal juga dengan sebutan grey salt karena memiliki warna keabu-abuan. Garam satu ini memiliki sedikit kandungan air sehingga membuatnya selalu lembab. 

Selain itu, garam celtic ini juga memiliki sejumlah kandungan mineral, meskipun natrium di dalamnya lebih rendah dibandingkan garam meja. Karena bersifat basa, garam jenis ini bisa digunakan untuk mencegah dan meredakan kram otot. 

  • Fleur de Sel

Jenis garam selanjutnya yaitu Fleur de Sel atau disebut juga dengan kaviar garam. Garam satu ini dibanderol dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan jenis garam lainnya karena hanya diproduksi di pantai Britanny, Prancis. 

Dilansir dari situs Food Republic, garam ini hanya diproses pada bulan Mei sampai September dan diekstraksi pada hari yang cerah sehingga kristal yang dihasilkan lebih tipis dan kering. 

Garam jenis ini sering digunakan untuk drizzling makanan gurih dan manis karena rasanya yang tidak terlalu asin dan warnanya yang cantik. 

  • Garam Asap (Smoked Salt)

Smoked Salt atau garam asap merupakan salah satu varian dari garam laut. Dilansir dari laman Country Living, garam asap merupakan garam laut yang diproses dengan cara dipanggang di atas api selama 2 minggu menggunakan batang kayu yang dibakar. 

Warna dan rasa dari garam satu ini cukup variatif tergantung lama waktu yang dibutuhkan untuk memanggang dan jenis kayu yang digunakan. Garam satu ini biasanya dipakai untuk memperkuat aroma dan memberikan tambahan rasa smokey pada masakan gurih, 

Proses Pembuatan Garam Cuci

Setelah mengetahui jenis-jenis garam, Anda mungkin mulai penasaran dengan proses pembuatan garam cuci atau garam washing, bukan? Washing pada pembuatan garam jenis ini merupakan proses pencucian bahan baku garam hingga menghasilkan garam konsumsi yang jauh lebih bersih. 

Pada tahap ini, bahan baku garam akan dicuci terlebih dahulu menggunakan brine. Brine sendiri merupakan air yang digunakan untuk melakukan pencucian bahan baku garam dengan konsentrasi kandungan garam yang tinggi. 

Dengan begitu, bahan baku garam yang dicuci menggunakan brine tidak ikut larut ke dalam air. Setelah proses pencucian (washing), garam kemudian dikeringkan dengan mesin pengering dan dihancurkan sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Setelah melalui proses ini, maka akan diperoleh butiran garam yang bersih dan berwarna putih. Selanjutnya, garam akan diproses kembali untuk ditambahkan zat iodium. 

Karakteristik Garam Cuci

Garam washing pada umumnya akan terlihat memiliki banyak bintik hitam (impurities), menggumpal, dan sedikit basah. Impurities pada garam ini disebabkan karena adanya proses pencucian atau washing yang kurang bersih. 

Misalnya, bahan baku garam yang digunakan memiliki kandungan tanah dan pasir yang cukup banyak sehingga ketika dicuci dengan brine, kotoran yang ukurannya sangat kecil menjadi lebih sulit dipisahkan dengan butiran garam. 

Kotoran ini kemudian tertimbun ke dalam partikel garam dan terbawa hingga proses pengemasan garam. Garam washing dengan kondisi yang basah dan menggumpal juga bisa disebabkan karena impurities dan proses pengeringan yang kurang maksimal.

Unsur logam seperti magnesium yang terkandung di dalam garam juga bisa mengikat kandungan air sehingga garam menjadi menggumpal. Selain itu, proses penggilingan garam washing yang kurang baik juga akan membuat garam ini menjadi sulit larut ke dalam makanan atau minuman. 

Garam cuci atau garam washing telah melalui proses pencucian sehingga hasil yang diperoleh menjadi lebih bersih dan putih. Selain garam washing, Anda bisa menggunakan jenis garam lainnya seperti garam krosok, garam meja, garam laut, dan lain sebagainya sesuai kebutuhan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X