Cara Memilih Garam untuk Industri Makanan, Bumbu, dan Kerupuk

Garam merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan dalam produksi makanan, bumbu, seasoning, kerupuk, bakery, makanan ringan, makanan beku, saus, serta berbagai produk olahan lainnya.

Namun, memilih garam untuk kebutuhan pabrik tidak cukup hanya dengan melihat warna putih, rasa asin, atau harga per kilogram. Tim purchasing juga perlu mempertimbangkan spesifikasi kimia, ukuran partikel, kadar air, kebersihan, dokumen, konsistensi antar-batch, dan hasil trial di proses produksi.

Garam yang cocok untuk satu aplikasi belum tentu langsung cocok untuk aplikasi lainnya. Garam untuk pencampuran seasoning, misalnya, dapat membutuhkan karakteristik berbeda dari garam yang akan dilarutkan menjadi brine atau digunakan pada produksi kerupuk.

Karena itu, proses pemilihan sebaiknya melibatkan purchasing, produksi, quality assurance, quality control, dan research and development.

PT. Artha Garam Indonesia menyediakan pilihan garam halus dan kasar untuk kebutuhan industri, termasuk produk dengan atau tanpa penambahan yodium. Kesesuaian produk tetap perlu dikonfirmasi melalui spesifikasi, dokumen, sampel, dan hasil trial pelanggan.

Untuk melihat pilihan produk secara umum, kunjungi halaman garam untuk industri makanan dan minuman.

Mengapa Garam untuk Pabrik Tidak Bisa Dipilih Seperti Garam Rumah Tangga?

cara memilih garam halus dan kasar untuk industri makananPembelian garam rumah tangga biasanya dilakukan berdasarkan merek, harga, rasa, ukuran kemasan, dan ketersediaan di toko.

Pada skala industri, perubahan kecil pada bahan baku dapat memengaruhi proses produksi dalam jumlah besar. Perbedaan pada kadar air atau ukuran partikel, misalnya, dapat memengaruhi kemampuan mengalir, akurasi dosing, waktu pencampuran, dan distribusi rasa pada produk akhir.

Tim pabrik perlu mengevaluasi beberapa aspek sekaligus:

  • Kesesuaian dengan formulasi
  • Konsistensi antar-batch
  • Kemampuan mengalir
  • Homogenitas pencampuran
  • Kecepatan pelarutan
  • Residu tidak larut
  • Kondisi kemasan
  • Dokumen pendukung
  • Kemampuan supplier menjaga pasokan
  • Hasil trial dalam proses aktual

Karena itu, pemilihan bahan baku tidak sebaiknya hanya berdasarkan satu angka pada COA.

Tentukan Aplikasi Garam Terlebih Dahulu

Langkah pertama adalah menjelaskan fungsi garam dalam proses produksi.

Garam dapat digunakan untuk:

  • Memberikan rasa asin
  • Menyeimbangkan rasa
  • Membantu formulasi seasoning
  • Menjadi bagian dari larutan brine
  • Membantu proses pengolahan tertentu
  • Digunakan dalam produk bakery
  • Digunakan dalam produk kerupuk
  • Digunakan dalam makanan ringan
  • Digunakan dalam saus atau bumbu cair
  • Digunakan sebagai bahan pendukung proses

Informasi mengenai aplikasi membantu supplier mengarahkan pelanggan ke ukuran partikel dan karakter produk yang lebih relevan.

Permintaan “membutuhkan garam halus” saja masih terlalu umum. Purchasing sebaiknya juga menjelaskan apakah garam akan langsung dicampur, digiling kembali, dilarutkan, atau dimasukkan melalui sistem dosing otomatis.

Bedakan Garam Industri Aneka Pangan dan Garam Konsumsi Beriodium

pemeriksaan sampel dan spesifikasi garam industri makananTidak semua garam yang berhubungan dengan makanan memiliki klasifikasi dan penggunaan yang sama.

BSN mencantumkan SNI 8207:2016 Garam Industri Aneka Pangan sebagai standar yang berlaku. BSN juga mencantumkan SNI 3556:2024 Garam Konsumsi Beriodium sebagai standar yang berlaku. Perusahaan perlu mengidentifikasi kategori produk dan persyaratan yang sesuai dengan penggunaannya.

Purchasing dan QA sebaiknya tidak langsung menyamakan:

  • Garam meja untuk konsumen
  • Garam beriodium
  • Garam industri untuk formulasi makanan
  • Garam untuk proses pelarutan
  • Garam tanpa penambahan yodium
  • Garam kasar untuk proses lanjutan

Standar dan persyaratan yang digunakan harus disesuaikan dengan produk, izin, proses, serta kebijakan perusahaan.

Informasi resmi mengenai standar dapat dilihat melalui katalog SNI 8207:2016 dari Badan Standardisasi Nasional.

Jangan Memilih Hanya Berdasarkan Kadar NaCl

NaCl adalah komponen utama garam dan menjadi parameter penting dalam evaluasi bahan baku.

Namun, angka NaCl saja tidak memberikan gambaran lengkap mengenai kesesuaian produk.

Dua sampel dengan kadar NaCl yang hampir sama masih dapat memiliki perbedaan pada:

  • Kadar air
  • Kalsium
  • Magnesium
  • Sulfat
  • Material tidak larut
  • Ukuran partikel
  • Warna
  • Kemampuan mengalir
  • Kandungan KIO3
  • Kebersihan fisik
  • Konsistensi antar-batch

Karena itu, permintaan seperti “NaCl harus tinggi” sebaiknya dilengkapi dengan batas parameter lain yang relevan.

Pelanggan juga perlu memastikan bahwa metode pengujian yang digunakan oleh supplier sesuai atau dapat dibandingkan dengan metode laboratorium internal pelanggan.

Pembahasan lebih lengkap tersedia pada halaman komposisi garam industri.

Perhatikan Kadar Air

Kadar air memengaruhi kondisi fisik garam selama penyimpanan dan penggunaan.

Garam dengan kadar air lebih tinggi dapat lebih mudah:

  • Menggumpal
  • Menempel pada dinding hopper
  • Membentuk bridging
  • Mengganggu screw feeder
  • Menghasilkan dosing yang tidak konsisten
  • Menyulitkan penimbangan
  • Mengalami perubahan kondisi selama penyimpanan

Kebutuhan kadar air dapat berbeda tergantung sistem produksi.

Pabrik dengan sistem dosing otomatis dapat membutuhkan kemampuan mengalir yang lebih konsisten daripada pengguna yang memasukkan garam secara manual.

Namun, kadar air rendah tidak otomatis menjamin garam akan selalu bebas menggumpal. Kondisi gudang, suhu, kelembapan, kualitas inner plastic, dan cara penyimpanan juga berpengaruh.

Trial penyimpanan dan feeding perlu dilakukan apabila kemampuan mengalir menjadi parameter penting.

Evaluasi Kalsium dan Magnesium

Kalsium dan magnesium merupakan parameter yang sering diperhatikan dalam garam industri.

Dampaknya dapat berbeda tergantung aplikasi. Pada proses yang menggunakan pelarutan, kadar Ca dan Mg dapat berhubungan dengan endapan, kekeruhan, atau residu pada sistem.

Dalam formulasi makanan, pelanggan juga dapat menetapkan batas mineral berdasarkan spesifikasi internal dan kebutuhan produk akhir.

Karena itu, purchasing sebaiknya meminta hasil Ca dan Mg secara terpisah, bukan hanya menerima pernyataan umum seperti “mineral rendah.”

Hal yang perlu dikonfirmasi meliputi:

  • Batas maksimum Ca
  • Batas maksimum Mg
  • Satuan yang digunakan
  • Metode pengujian
  • Frekuensi pengujian
  • Apakah angka berasal dari batch aktual atau spesifikasi umum

Spesifikasi harus dikonfirmasi berdasarkan jenis produk dan COA yang berlaku, bukan hanya berdasarkan materi promosi supplier.

Periksa Material Tidak Larut

Material tidak larut adalah bagian yang tidak larut ketika sampel garam dilarutkan dan diuji dengan metode tertentu.

Material tersebut dapat berkaitan dengan:

  • Pasir
  • Tanah
  • Lumpur
  • Pecahan cangkang
  • Serat
  • Partikel asing
  • Kontaminasi selama penanganan
  • Mineral tertentu
  • Residu proses

Untuk industri makanan, keberadaan benda asing dan material tidak larut harus dikendalikan.

Namun, hanya memasukkan garam ke dalam gelas air bukan metode yang cukup untuk menyatakan produk aman atau berbahaya. Kecepatan larut sangat dipengaruhi ukuran kristal, suhu air, konsentrasi larutan, dan pengadukan.

Garam kasar secara alami dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk larut dibandingkan garam halus. Hal tersebut tidak otomatis berarti garam kasar berbahaya.

Evaluasi yang lebih baik menggunakan:

  • Sampel representatif
  • Berat sampel yang terukur
  • Volume dan kualitas air yang konsisten
  • Suhu air yang dikendalikan
  • Waktu pengadukan yang sama
  • Filtrasi dengan ukuran tertentu
  • Penimbangan atau pengamatan residu
  • Perbandingan dengan spesifikasi

Apabila larutan garam akan digunakan langsung dalam proses, pelanggan sebaiknya melakukan trial dengan air dan peralatan yang digunakan di pabrik.

Pilih Ukuran Partikel Sesuai Proses

Istilah garam halus dan garam kasar belum tentu memiliki arti yang sama bagi setiap supplier.

Purchasing sebaiknya meminta informasi yang lebih terukur, seperti:

  • Ukuran mesh
  • Ukuran dalam milimeter
  • Persentase lolos ayakan
  • Persentase tertahan ayakan
  • Distribusi ukuran partikel
  • Foto atau sampel pembanding

Garam halus untuk pencampuran

garam untuk pabrik bumbu kerupuk dan produk makananGaram halus dapat dipertimbangkan untuk:

  • Seasoning
  • Bumbu bubuk
  • Makanan ringan
  • Campuran tepung
  • Kerupuk
  • Bakery
  • Produk yang membutuhkan distribusi rasa merata

Ukuran partikel yang mendekati ukuran bahan lain dapat membantu mengurangi segregasi selama pencampuran dan pemindahan.

Namun, produk yang terlalu halus juga dapat menghasilkan debu lebih banyak. Karena itu, ukuran harus disesuaikan dengan mixer, metode feeding, ventilasi, dan proses packing.

Garam kasar untuk pelarutan atau proses lanjutan

Garam kasar dapat dipertimbangkan apabila:

  • Garam akan dilarutkan
  • Garam akan digiling kembali
  • Proses dapat menerima kristal lebih besar
  • Pelanggan memiliki hopper dan feeder yang sesuai
  • Debu perlu dikurangi
  • Produk digunakan dalam proses lanjutan

Garam kasar tidak otomatis lebih murni daripada garam halus. Kemurnian dan ukuran partikel adalah dua parameter yang berbeda.

Konfirmasi Kebutuhan Yodium

Sebelum meminta penawaran, perusahaan perlu menjelaskan apakah membutuhkan:

  • Garam dengan penambahan KIO3
  • Garam tanpa penambahan yodium
  • Target KIO3 tertentu
  • Batas maksimum KIO3
  • Produk yang akan menerima yodium dari bahan lain
  • Produk dengan ketentuan khusus dari pelanggan akhir

Sebagian formulasi dapat menggunakan sumber yodium dari premix atau bahan lain. Dalam kondisi tersebut, perusahaan mungkin membutuhkan garam tanpa penambahan yodium agar jumlah total dapat dikendalikan.

Istilah “tanpa yodium” pada komunikasi komersial sebaiknya diperjelas menjadi tanpa penambahan yodium atau KIO3.

Apabila perusahaan membutuhkan batas kuantitatif tertentu, persyaratannya perlu dicantumkan dalam spesifikasi pembelian dan dikonfirmasi melalui COA atau pengujian.

Pelajari lebih lanjut pada halaman garam industri tanpa yodium.

Jangan Menilai Hanya Berdasarkan Warna Putih

Warna dapat menjadi salah satu bagian dari evaluasi visual, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran kualitas.

Garam yang terlihat putih belum tentu otomatis memiliki:

  • NaCl sesuai target
  • Kadar air rendah
  • Ca dan Mg rendah
  • Material tidak larut rendah
  • Ukuran partikel konsisten
  • Kondisi mikrobiologi yang sesuai
  • Dokumen yang lengkap

Sebaliknya, sedikit perbedaan warna tidak selalu berarti produk tidak dapat digunakan.

Evaluasi visual sebaiknya dilakukan bersama dengan hasil laboratorium dan trial.

Pemeriksaan visual dapat mencakup:

  • Warna
  • Keseragaman
  • Gumpalan
  • Batu
  • Cangkang
  • Serat
  • Material hitam
  • Potongan plastik
  • Kontaminasi lain
  • Kondisi dan bau kemasan

Apabila perusahaan memiliki standar whiteness, metode dan batas penerimaannya perlu diinformasikan kepada supplier.

Periksa Kondisi Kemasan

Kemasan berfungsi melindungi garam dari kelembapan, kontaminasi, kerusakan, dan kehilangan material selama pengiriman.

Hal yang perlu diperiksa antara lain:

  • Kondisi inner plastic
  • Ketebalan dan kekuatan outer woven bag
  • Kerapian jahitan
  • Kebocoran
  • Berat bersih
  • Informasi produk
  • Nomor batch
  • Tanggal produksi
  • Identitas supplier
  • Kondisi karung saat tiba

PT. Artha Garam Indonesia menyediakan kemasan 25 kg dan 50 kg dengan inner plastic dan outer woven bag.

Pemilihan ukuran kemasan dapat dipengaruhi oleh:

  • Metode bongkar
  • Sistem pallet
  • Kemampuan pekerja
  • Kapasitas gudang
  • Ukuran batch
  • Frekuensi pemakaian
  • Sistem feeding
  • Jadwal produksi

Karung yang rusak atau basah sebaiknya dipisahkan dan tidak langsung dimasukkan ke proses produksi sebelum dilakukan evaluasi.

Minta Dokumen Pendukung

Dokumen membantu purchasing dan QA mengevaluasi kesesuaian supplier.

Dokumen yang dapat dibutuhkan antara lain:

  • Certificate of Analysis atau COA
  • Spesifikasi produk
  • Material Safety Data Sheet atau MSDS
  • Sertifikat Halal
  • Dokumen SNI
  • Informasi batch
  • Informasi traceability
  • Pernyataan dengan atau tanpa penambahan yodium
  • Form evaluasi supplier
  • Dokumen legal perusahaan
  • Hasil pengujian tambahan

Tidak semua dokumen otomatis berlaku untuk semua jenis produk. Ketersediaan dan relevansinya perlu dikonfirmasi berdasarkan jenis garam dan aplikasi pelanggan.

COA juga perlu dibaca dengan teliti. Periksa apakah dokumen tersebut merupakan hasil batch aktual, contoh spesifikasi, atau hasil pengujian dari periode berbeda.

Lakukan Trial sebelum Pembelian Rutin

Trial adalah salah satu tahap terpenting dalam pemilihan garam untuk industri makanan.

Sampel yang terlihat baik belum tentu langsung cocok dengan mixer, hopper, formula, atau proses pelanggan.

Trial dapat mengevaluasi:

  • Kemudahan pembukaan kemasan
  • Kondisi visual
  • Kemampuan mengalir
  • Pembentukan debu
  • Akurasi penimbangan
  • Kecepatan pelarutan
  • Homogenitas pencampuran
  • Distribusi rasa
  • Residu
  • Penggumpalan
  • Pengaruh pada produk akhir
  • Kemudahan pembersihan peralatan

Trial sebaiknya menggunakan kondisi yang mendekati produksi aktual.

Catat:

  1. Nomor batch sampel
  2. Jumlah yang digunakan
  3. Formula
  4. Waktu pencampuran
  5. Kondisi mesin
  6. Hasil proses
  7. Hasil produk akhir
  8. Catatan produksi
  9. Penilaian QA dan QC
  10. Keputusan penerimaan

Apabila hasil trial belum sesuai, pelanggan dapat mendiskusikan penyesuaian ukuran, kadar air, atau parameter lain dengan supplier.

Evaluasi Konsistensi Supplier

Harga murah pada satu pengiriman belum tentu menghasilkan biaya produksi paling rendah.

Ketidakkonsistenan bahan baku dapat menimbulkan:

  • Penolakan material
  • Penundaan produksi
  • Rework
  • Pembersihan mesin
  • Ketidaksesuaian formula
  • Keluhan internal
  • Masalah pada produk akhir
  • Kebutuhan pengujian tambahan
  • Biaya logistik penggantian barang

Supplier sebaiknya dievaluasi berdasarkan:

  • Kesesuaian spesifikasi
  • Konsistensi antar-batch
  • Ketepatan pengiriman
  • Kondisi kemasan
  • Respons terhadap keluhan
  • Ketersediaan dokumen
  • Kemampuan menyediakan sampel
  • Kemampuan melayani kebutuhan rutin
  • Komunikasi dengan purchasing dan QA

Untuk kebutuhan pengadaan secara umum, baca halaman supplier garam pabrik.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Membeli Garam

Membeli hanya berdasarkan harga

Harga harus dibandingkan pada spesifikasi, kemasan, berat bersih, volume, pajak, dan kondisi pengiriman yang sama.

Menganggap semua garam putih memiliki kualitas sama

Warna hanya satu bagian dari pemeriksaan. Komposisi, kadar air, kebersihan, dan konsistensi tetap perlu diuji.

Menggunakan kecepatan larut sebagai satu-satunya tes

Kecepatan larut dipengaruhi oleh ukuran kristal, pengadukan, suhu, dan konsentrasi. Gunakan prosedur yang terukur.

Tidak menyampaikan kebutuhan yodium

Kesalahan memilih produk dengan atau tanpa penambahan yodium dapat memengaruhi formulasi dan kepatuhan produk.

Tidak melakukan trial

Spesifikasi tertulis belum tentu menjelaskan seluruh perilaku bahan di mesin pelanggan.

Tidak menentukan distribusi ukuran partikel

Istilah halus dan kasar dapat ditafsirkan berbeda oleh supplier dan pengguna.

Tidak mengevaluasi kemasan

Inner plastic yang rusak dapat menyebabkan kelembapan dan kontaminasi selama penyimpanan.

Checklist Permintaan Penawaran

Sebelum menghubungi supplier, siapkan informasi berikut:

  1. Nama perusahaan
  2. Jenis produk makanan
  3. Fungsi garam
  4. Target NaCl
  5. Batas kadar air
  6. Batas Ca
  7. Batas Mg
  8. Batas material tidak larut
  9. Dengan atau tanpa penambahan yodium
  10. Target KIO3 apabila diperlukan
  11. Ukuran atau mesh
  12. Garam halus atau kasar
  13. Kemasan 25 kg atau 50 kg
  14. Kebutuhan per pemesanan
  15. Kebutuhan bulanan
  16. Lokasi pengiriman
  17. Dokumen yang dibutuhkan
  18. Jadwal trial
  19. Contoh COA produk yang digunakan saat ini
  20. Persyaratan khusus dari QA atau pelanggan akhir

Informasi tersebut membantu supplier menyiapkan sampel dan penawaran yang lebih relevan.

Memilih Garam dari PT. Artha Garam Indonesia

PT. Artha Garam Indonesia melayani kebutuhan garam industri B2B dengan dukungan:

  • Bahan baku garam lokal
  • Fasilitas produksi di Cirebon
  • Dukungan distribusi dari Tambun, Bekasi
  • Pilihan garam halus dan kasar
  • Pilihan dengan atau tanpa penambahan yodium
  • Kemasan 25 kg dan 50 kg
  • Sertifikasi Halal dan SNI
  • Dukungan sampel dan trial
  • COA dan dokumen pendukung sesuai produk
  • Komunikasi dengan purchasing, produksi, QA, dan QC

Spesifikasi aktual perlu dikonfirmasi berdasarkan jenis produk dan COA yang berlaku.

Proses pengolahan secara umum dapat dipelajari pada halaman proses produksi garam industri.

Minta Sampel Garam untuk Trial

Sebelum melakukan pembelian rutin, perusahaan dapat mengajukan sampel untuk dievaluasi oleh tim produksi, QA, QC, atau R&D.

Kirimkan informasi mengenai jenis industri, penggunaan garam, target spesifikasi, kebutuhan yodium, ukuran partikel, volume bulanan, dan lokasi pengiriman.

Klik di Sini untuk Mendapatkan FREE Sample

Permintaan sampel akan ditinjau berdasarkan kebutuhan perusahaan, jenis produk, lokasi pengiriman, dan ketersediaan sampel.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua garam dapat digunakan oleh industri makanan?

Tidak. Kesesuaian produk perlu dievaluasi berdasarkan klasifikasi, spesifikasi, dokumen, proses produksi, dan hasil trial pelanggan.

Apakah garam dengan NaCl tinggi selalu lebih baik?

Tidak selalu. Selain NaCl, pelanggan perlu mengevaluasi kadar air, Ca, Mg, material tidak larut, ukuran partikel, yodium, kemasan, dan konsistensi antar-batch.

Apakah garam yang lambat larut berarti berbahaya?

Tidak. Kecepatan larut dapat dipengaruhi oleh ukuran kristal, suhu air, konsentrasi, dan pengadukan. Pengujian harus menggunakan prosedur yang konsisten.

Apakah tersedia garam tanpa penambahan yodium?

Ya. PT. Artha Garam Indonesia menyediakan pilihan tanpa penambahan yodium. Apabila pelanggan menetapkan batas KIO3 tertentu, persyaratan tersebut perlu dikonfirmasi melalui spesifikasi dan COA.

Apakah tersedia garam halus dan kasar?

Ya. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan pencampuran, pelarutan, dosing, feeding, dan proses pelanggan.

Apakah pelanggan dapat meminta sampel?

Ya. Permintaan sampel dapat didiskusikan berdasarkan aplikasi, spesifikasi, volume kebutuhan, lokasi, dan hasil verifikasi perusahaan.

Apa saja dokumen yang dapat diminta?

Pelanggan dapat mendiskusikan kebutuhan COA, MSDS, spesifikasi produk, sertifikat Halal, dokumen SNI, serta dokumen evaluasi supplier lainnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X