Rekomendasi Garam Buat Penderita Darah Tinggi

Garam atau natrium merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh, namun jika konsumsi dalam jumlah berlebihan justru menyebabkan gangguan kesehatan Itu sebabnya, jenis garam buat darah tinggi merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami.

Asupan garam yang terlalu banyak dapat mengikat darah yang ada dalam tubuh sehingga memicu peningkatan volume darah dan tekanannya.

Takaran Garam yang Disarankan untuk Penderita Darah Tinggi

Sebelum membahas lebih jauh tentang jenis-jenis garam yang baik dikonsumsi oleh penderita tekanan darah tinggi, maka Anda juga harus mengetahui takaran dasar dalam konsumsi garam.

Banyak ahli kesehatan telah menyatakan hal yang sama terkait takaran konsumsi garam setiap harinya. Untuk orang sehat, jumlah garam yang disarankan ialah tidak lebih dari 2300 milligram atau setara dengan 1 sendok teh garam.

Sedangkan untuk penderita tekanan darah tinggi, jumlah yang disarankan yakni tidak lebih dari 1500 milligram untuk setiap harinya atau setara dengan 5/8 sendok teh garam.

Pakar kesehatan dunia juga menyarankan kepada penderita tekanan darah tinggi untuk mengkonsumsi garam sebesar 1000 milligram saja setiap harinya guna mengontrol tekanan darah dalam tubuh sekaligus mencegah munculnya komplikasi jantung.

Itu sebabnya, takaran konsumsi garam bagi penderita tekanan darah tinggi merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Apapun jenis garam yang nantinya dikonsumsi, pastikan tidak melebihi takaran yang telah ditentukan.

Rekomendai Garam Buat Darah Tinggi

Berikut ialah beberapa jenis garam buat darah tinggi yang bisa Anda jadikan sebagai referensi ketika suatu saat nanti membutuhkan:

  1. Garam Meja

    Garam meja termasuk salah satu jenis garam yang mudah untuk dijumpai di pasaran karena jenis garam ini banyak digunakan sebagai bumbu memasak. Jenis garam ini telah melalui beberapa tahapan pengolahan sehingga sangat aman untuk dikonsumsi.Garam meja mengandung klorida murni sebesar 97% dengan tekstur yang sangat halus sehingga Anda bisa menggunakannya dalam berbagai jenis masakan, baik itu makanan berkuah, kering ataupun sejenis adonan.

    Kandungan yodium yang ada didalamnya juga telah memenuhi standar kesehatan sehingga beberapa manfaat dari yodium bisa Anda peroleh ketika mengonsumsi garam ini.

    Meski dinyatakan aman untuk penderita tekanan darah tinggi, namun Anda harus tetap memperhatikan jumlah takaran yang dianjurkan. Pastikan jumlah konsumsi tiap harinya tidak melebihi batas takaran yang telah ditentukan.

  1. Garam Himalaya

    Garam himalaya merupakan jenis garam kedua yang aman dan sangat disarankan untuk penderita tekanan darah tinggi. Garam ini juga memiliki kandungan mineral berupa zat besi yang dapat terlihat dari warnanya merah muda.Garam himalaya memiliki kandungan natrium yang lebih rendah dibandingkan garam meja, namun terdapat pula 84 kandungan mineral lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Tidak hanya efektif dalam mengontrol tekanan darah, jenis garam ini juga dipercaya ampuh untuk mengurangi kram otot dan membantu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

    Meski begitu, jenis garam ini memiliki harga yang agak mahal dan sulit untuk didapatkan. Berbeda dengan garam meja yang mudah dijumpai di pasaran ataupun warung-warung terdekat di daerah Anda.

  1. Garam Kosher

    Garam Kosher merupakan jenis garam yang memiliki bentuk dan tekstur kasar layaknya garam kristal. Garam ini juga mengandung kandungan anti-caking yang bisa menyebabkan penggumpalan mudah terjadi.Meski tidak mengandung zat yodium di dalamnya, namun jenis garam ini termasuk dalam rekomendasi garam buat darah tinggi karena memiliki kandungan natrium yang rendah dan rasa yang lebih ringan.

  1. Garam Celtic

    Garam celtic atau kerap disebut garam abu-abu ialah jenis garam rendah natrium yang bisa dikonsumsi oleh penderita tekanan darah tinggi.Selain itu, garam ini juga mengandung beberapa jenis mineral dan basa alami sehingga berkhasiat juga untuk meringankan dan mencegah kram otot.

  1. Garam Laut

    Rekomendasi terakhir ialah garam laut, jenis garam ini layak untuk dikonsumsi karena mengandung natrium klorida alami layaknya garam meja.Persentase kandungan natriumnya juga tidak terlalu tinggi karena belum melewati proses pengolahan atau adanya tambahan zat lain.

    Mengingat proses pembuatannya yang masih alami yakni langsung dari penguapan air laut, maka jenis garam ini memiliki rasa yang lebih kuat dibandingkan beberapa jenis garam lainnya.

    Namun, terdapat salah satu kelemahan dari garam laut yakni kerap dijumpai adanya kandungan zat logam lainnya sebagai akibat dari pencemaran yang terjadi ketika proses pembuatan garam.

    Itu sebabnya, jenis garam ini hanya digunakan dalam jenis-jenis makanan non masak seperti misalnya olahan daging asap ataupun asinan.

Ke-5 garam di atas merupakan jenis garam yang aman untuk dikonsumsi oleh penderita tekanan darah tinggi dengan catatan takaran konsumsinya sesuai dengan batasan yang telah ditentukan.

Tips Mengurangi Konsumsi Garam bagi Penderita Tekanan Darah Tinggi

Setelah mengetahui takaran dan jenis-jenis garam buat darah tinggi, maka tidak kalah pentingnya untuk Anda ketahui mengenai tips mengurangi konsumsi garam bagi penderita darah tinggi.

Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena nantinya akan mengakibatkan munculnya kebiasaan hidup sehat. Memutus konsumsi garam secara langsung merupakan suatu hal yang sulit, baik itu untuk orang normal ataupun penderita darah tinggi.

Itu sebabnya, cara penyesuaian atau pengurangan konsumsi garam bisa dilakukan secara perlahan atau bertahap. Berikut ialah beberapa cara-cara yang bisa diterapkan:

  • Biasakan untuk Membaca Takaran Kandungan Garam

    Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah membiasakan diri untuk selalu membaca kandungan atau takaran dalam setiap kemasan makanan yang akan dikonsumsi. Pastikan jumlahnya tidak melebihi takaran yang telah ditentukan.

    Anda juga bisa memperhitungkan berapa kali mengonsumsi makanan tersebut dalam satu harinya dan mencocokkan dengan takaran yang dianjurkan. Adapun jenis kandungan yang harus Anda perhatikan selain natrium adalah sodium.

    Usahakan untuk memilih makanan dengan kandungan natrium dan sodium yang rendah atau tidak melebihi takaran konsumsi garam yang dianjurkan.

  • Hindari Menambahkan Garam Tabur

    Cara selanjutnya yakni menghindari penambahan garam tabur dalam makanan yang sudah siap untuk disajikan. Kondisi ni biasanya akan kerap dilakukan dalam tempat makanan berkuah seperti soto, bakso dan sejenisnya.

  • Menghindari Fast Food

    Cara terakhir yang harus Anda lakukan untuk membatasi konsumsi garam ialah menghindari makanan cepat saji atau fast food. Usahakan untuk memilih makanan segar dibandingkan makanan cepat saji ataupun frozen food.

Ketiga cara tersebut dapat Anda terapkan secara perlahan atau bertahap sampai nantinya mulai terbiasa. Sebagai alternatif lain, Anda juga bisa menambahkan beberapa jenis rempah-rempah pada makanan agar cita rasanya tidak terlalu hambar.

Penggunaan rempah-rempah bisa jadi pengganti garam sekaligus pemberi efek hangat pada tubuh sehingga Anda tidak perlu ragu ketika ingin mencobanya. Pastikan jenis rempah yang digunakan sesuai dengan menu makanan yang akan disajikan.
—-
Beberapa informasi terkait takaran, jenis dan cara mengurangi konsumsi garam buat darah tinggi tidak cukup dijadikan sebagai penambah wawasan, melainkan hal-hal tersebut harus mulai diterapkan mulai dari saat ini agar tekanan darah dalam tubuh tetap terkontrol.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X