
PT. Artha Garam Indonesia menyediakan garam industri beryodium untuk perusahaan yang membutuhkan sodium chloride atau NaCl dengan penambahan yodium sesuai spesifikasi produk dan kebutuhan proses.
Produk dapat digunakan oleh industri yang memang mensyaratkan garam dengan penambahan yodium, terutama pada aplikasi pangan tertentu. Namun, kebutuhan setiap pabrik berbeda sehingga garam beryodium tidak boleh dianggap sebagai pilihan otomatis untuk seluruh proses industri.
Sebelum menentukan produk, purchasing perlu mengonfirmasi:
- Kadar NaCl
- Kadar air
- Kalsium dan magnesium
- Material tidak larut
- Ukuran partikel
- Target atau batas yodium
- Jenis fortifikan
- Kemasan
- Dokumen
- Kebutuhan trial
PT. Artha Garam Indonesia memproses garam lokal di fasilitas produksi Cirebon dengan dukungan stok dan distribusi dari Tambun, Bekasi. Produk tersedia dalam pilihan garam halus maupun kasar serta kemasan 25 kg dan 50 kg. Untuk memahami jenis, spesifikasi, dan penggunaan NaCl pada berbagai sektor manufaktur, lihat panduan lengkap garam industri untuk kebutuhan pabrik
Untuk kebutuhan pengadaan umum, lihat halaman supplier garam pabrik.
Apa yang Dimaksud dengan Garam Industri Beryodium?

Garam industri beryodium adalah produk berbasis sodium chloride yang diberi penambahan senyawa yodium secara terkendali untuk memenuhi kebutuhan penggunaan tertentu.
Dalam konteks pengadaan B2B, istilah ini perlu dibedakan dari dua hal:
Garam konsumsi beryodium merupakan kategori produk konsumsi yang mempunyai standar dan persyaratan tersendiri.
Garam industri beryodium merupakan istilah yang sering digunakan pelanggan B2B ketika membutuhkan garam untuk proses industri dengan persyaratan penambahan yodium tertentu.
Karena itu, istilah “garam industri beryodium” sendiri belum cukup untuk menentukan spesifikasi.
Purchasing tetap perlu menyampaikan penggunaan akhirnya.
Apa Itu KIO3?
Salah satu senyawa yang digunakan untuk fortifikasi yodium pada garam adalah kalium iodat atau potassium iodate dengan rumus KIO3.
Codex mengenai food-grade salt mengizinkan penggunaan senyawa iodida atau iodat tertentu untuk fortifikasi garam, sedangkan tingkat penambahannya mengikuti ketentuan nasional yang berlaku.
Dalam praktik pengadaan, pelanggan sebaiknya tidak hanya mengatakan “harus beryodium”.
Sampaikan juga apabila tersedia:
- Target kadar yodium
- Target KIO3
- Batas minimum
- Batas maksimum
- Metode pengujian
- Standar yang menjadi referensi
Hal tersebut menghindari perbedaan interpretasi antara supplier, purchasing, QA, dan laboratorium.
Referensi internasional mengenai food-grade salt dapat dilihat melalui Codex Standard for Food-Grade Salt.
Perbedaan Garam Beryodium dan Tanpa Penambahan Yodium

Perbedaannya bukan pada NaCl saja.
Garam beryodium
Produsen menambahkan fortifikan yodium dalam proses produksi sesuai target produk.
Produk ini dipilih apabila spesifikasi atau penggunaan pelanggan memang membutuhkan penambahan yodium.
Garam tanpa penambahan yodium
Produsen tidak menambahkan fortifikan yodium ke produk.
Produk tersebut sering dicari dengan istilah:
- Garam industri tanpa yodium
- Garam industri non yodium
- Non-iodized salt
- Garam tanpa penambahan KIO3
Informasi lebih lengkap tersedia pada halaman garam industri tanpa yodium.
Kedua produk tidak sebaiknya saling menggantikan tanpa persetujuan pelanggan.
Apakah Semua Pabrik Makanan Membutuhkan Garam Beryodium?
Tidak.
Kebutuhan bergantung pada:
- Kategori produk
- Formulasi
- Fungsi garam
- Persyaratan regulatory
- Spesifikasi pelanggan
- Sistem fortifikasi
- Bahan baku lain yang digunakan
- Target produk akhir
Sebagian industri pangan dapat membutuhkan garam dengan penambahan yodium, sementara proses lain justru menetapkan garam tanpa penambahan yodium.
Karena itu, supplier tidak sebaiknya mengasumsikan kebutuhan hanya berdasarkan kata “industri makanan”.
Purchasing sebaiknya memberikan spesifikasi tertulis.
Untuk kebutuhan pangan secara umum, lihat halaman garam untuk industri makanan dan minuman.
Standar Garam Beryodium di Indonesia
Badan Standardisasi Nasional saat ini mencantumkan SNI 3556:2024 Garam Konsumsi Beriodium dengan status berlaku.
Sementara itu, untuk kategori garam industri yang digunakan pada aneka pangan, BSN mencantumkan SNI 8207:2016 Garam Industri Aneka Pangan dengan status berlaku.
Kedua standar tersebut mempunyai ruang lingkup yang berbeda.
Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya menggunakan persyaratan garam konsumsi secara otomatis untuk semua pembelian garam industri atau sebaliknya.
Referensi dapat diperiksa melalui:
SNI 3556:2024 — Garam Konsumsi Beriodium
dan
SNI 8207:2016 — Garam Industri Aneka Pangan
Jangan Menggunakan Satu Angka Yodium untuk Semua Pelanggan
Salah satu kesalahan dalam pembelian adalah menganggap semua garam beryodium harus menggunakan satu angka yang sama.
Target aktual perlu mempertimbangkan:
- Kategori produk
- Standar
- Persyaratan pelanggan
- Metode pengujian
- Penyimpanan
- Proses berikutnya
Karena itu, PT. Artha Garam Indonesia tidak menggunakan satu klaim KIO3 sebagai spesifikasi universal untuk seluruh produk.
Nilai yang berlaku harus dikonfirmasi berdasarkan:
- Product specification
- COA
- Kontrak pembelian
- Persetujuan pelanggan
Mengapa Pengujian Yodium Penting?
Fortifikan merupakan komponen yang ditambahkan dalam jumlah relatif kecil dibandingkan dengan NaCl.
Karena itu, pencampuran dan pengujian perlu dikendalikan.
Quality control dapat mengevaluasi:
- Identitas produk
- Nomor batch
- Kadar yodium atau parameter terkait
- NaCl
- Kadar air
- Ukuran
- Kondisi visual
- Kemasan
Pengujian membantu memastikan bahwa produk yang dikirim sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati.
Apakah Yodium Mengubah NaCl?
Penambahan fortifikan yodium tidak mengubah fakta bahwa komponen utama garam tetap sodium chloride atau NaCl.
Namun, adanya bahan tambahan tersebut dapat menjadi penting bagi pelanggan yang:
- Mempunyai formulasi khusus
- Mempunyai batas bahan tambahan
- Mempunyai persyaratan regulatory
- Menggunakan metode analisis tertentu
- Memerlukan produk tanpa fortifikasi
Karena itu, status yodium perlu disebutkan secara jelas dalam komunikasi produk.
Tidak Benar Bahwa KIO3 Otomatis Merusak Lemak
Kesesuaian garam beryodium pada suatu produk pangan tidak sebaiknya ditentukan melalui klaim umum bahwa KIO3 otomatis “memecah lemak” dan membuat produk menjadi busuk atau berbau.
Stabilitas produk pangan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti:
- Formula
- Jenis lemak
- Antioksidan
- Oksigen
- Cahaya
- Temperatur
- Kadar air
- Kemasan
- Proses
- Masa simpan
Apabila produsen makanan mempunyai kekhawatiran terhadap interaksi bahan, keputusan sebaiknya didasarkan pada formulasi, penelitian produk, trial, dan evaluasi R&D.
Supplier garam tidak sebaiknya memberikan larangan universal tanpa data dari formula pelanggan.
Garam Beryodium untuk Industri Makanan
Pada industri makanan, garam dapat berfungsi sebagai:
- Pemberi rasa
- Penyeimbang rasa
- Bagian dari seasoning
- Bahan dalam campuran tepung
- Bahan brine
- Bahan proses tertentu
Apabila produk membutuhkan penambahan yodium, purchasing perlu mengontrol bukan hanya yodium tetapi juga karakteristik garam secara keseluruhan.
Parameter dapat mencakup:
- NaCl
- Kadar air
- Ca
- Mg
- Material tidak larut
- Ukuran partikel
- Kondisi visual
- Yodium
- Kemasan
- Dokumen
Untuk panduan pembelian yang lebih luas, baca cara memilih garam untuk industri makanan.
Garam Beryodium untuk Seasoning dan Bumbu
Produsen seasoning biasanya membutuhkan bahan yang dapat tercampur secara konsisten dengan bahan lain.
Ukuran partikel dapat menjadi penting karena perbedaan ukuran yang terlalu besar antara garam dan bahan lain dapat meningkatkan risiko segregasi.
Parameter yang dapat dievaluasi antara lain:
- Distribusi ukuran
- Flowability
- Kadar air
- Homogenitas campuran
- Debu
- NaCl
- Yodium
Untuk produk halus, pelanggan dapat menggunakan:
- Mesh
- Persentase lolos ayakan
- Persentase tertahan
- Sampel referensi
Jangan hanya menulis “garam halus” tanpa definisi ukuran apabila proses sangat sensitif.
Bagaimana dengan Feedmill?
Garam dapat digunakan sebagai sumber natrium dan klorida dalam formulasi pakan.
Namun, status yodium pada garam perlu mengikuti formulasi pelanggan.
Iodine pada pakan juga dapat berasal dari komponen lain seperti premix sehingga supplier garam tidak sebaiknya mengasumsikan bahwa seluruh feedmill membutuhkan garam beryodium.
Formulator atau ahli nutrisi pelanggan harus menentukan:
- Sumber iodine
- Jumlah total
- Spesifikasi bahan
- Kompatibilitas dengan premix
- Target formulasi
Untuk kebutuhan NaCl feedmill, lihat halaman garam untuk pakan ternak.
Parameter Utama Garam Industri Beryodium

NaCl
NaCl tetap menjadi salah satu parameter utama.
Purchasing perlu mengetahui apakah hasil dinyatakan sebagai:
- Wet basis
- Dry basis
- Nilai minimum spesifikasi
- Hasil aktual batch
- Nilai tipikal
Jangan membandingkan dua COA menggunakan dasar perhitungan berbeda.
Kadar air
Kadar air dapat memengaruhi:
- Flowability
- Penggumpalan
- Berat NaCl aktual
- Pencampuran
- Feeding
- Penyimpanan
Kalsium dan magnesium
Ca dan Mg dapat memengaruhi:
- Higroskopisitas
- Endapan
- Kekeruhan
- Kelarutan
- Formula tertentu
Target mengikuti spesifikasi pelanggan.
Material tidak larut
Material tidak larut dapat mencakup:
- Lumpur
- Tanah
- Pasir
- Cangkang
- Serat
- Material asing
Parameter ini penting apabila garam akan dilarutkan atau masuk ke produk dengan persyaratan visual tinggi.
Ukuran partikel
Ukuran memengaruhi:
- Pencampuran
- Pelarutan
- Feeding
- Debu
- Segregasi
Yodium
Untuk produk beryodium, parameter yodium harus dikontrol berdasarkan produk dan spesifikasi yang disepakati.
Pembahasan parameter garam secara umum tersedia pada halaman spesifikasi garam industri.
COA dan Product Specification
Purchasing sering menggunakan dua dokumen ini secara bergantian, padahal fungsinya berbeda.
Product specification berisi batas atau target produk.
Certificate of Analysis atau COA menunjukkan hasil analisis terhadap suatu batch.
Untuk garam beryodium, dokumen dapat mencantumkan parameter seperti:
- NaCl
- Kadar air
- Ca
- Mg
- Material tidak larut
- Yodium atau KIO3 apabila termasuk parameter produk
- Nomor batch
Ketersediaan parameter aktual perlu dikonfirmasi sesuai produk.
Traceability
Identitas batch membantu menghubungkan produk dengan:
- Produksi
- Pemeriksaan
- Packing
- Penyimpanan
- Pengiriman
Traceability menjadi penting ketika pelanggan:
- Melakukan audit
- Mengajukan komplain
- Membutuhkan investigasi
- Melakukan hold
- Membandingkan antar-batch
Nomor batch pada COA harus dapat dikaitkan dengan barang yang diterima sesuai sistem traceability yang berlaku.
Penyimpanan Garam Beryodium
Produk perlu disimpan dalam kondisi:
- Kering
- Terlindung dari hujan
- Tidak terkena kebocoran
- Jauh dari bahan kimia dan bau kuat
- Di atas pallet
- Dengan kemasan tetap tertutup
- Terpisah berdasarkan batch
Kondisi gudang yang buruk dapat menyebabkan:
- Garam menyerap kelembapan
- Gumpalan
- Karung rusak
- Kontaminasi
- Sulit ditimbang atau diumpankan
Gunakan sistem FIFO atau FEFO sesuai prosedur perusahaan dan karakter produk.
Kemasan 25 kg dan 50 kg
PT. Artha Garam Indonesia menyediakan pilihan kemasan industri 25 kg dan 50 kg menggunakan inner plastic dan outer woven bag.
Pemilihan ukuran kemasan dapat disesuaikan dengan:
- Kapasitas handling
- Sistem pallet
- Hopper
- Jumlah operator
- Kapasitas gudang
- Volume pemakaian
Purchasing juga perlu memastikan kondisi kemasan diperiksa saat barang diterima.
Sampel dan Trial Sebelum Pembelian Rutin
Trial sangat disarankan apabila pelanggan:
- Baru menggunakan supplier
- Mengganti jenis garam
- Mengubah status yodium
- Mengubah ukuran partikel
- Mengubah formula
- Menggunakan mesin baru
Evaluasi dapat dilakukan melalui:
- Pemeriksaan visual
- Review specification
- Review COA
- Pemeriksaan ukuran
- Pengujian yodium apabila relevan
- Trial pencampuran
- Trial formula
- Pemeriksaan produk akhir
- Evaluasi penyimpanan
- Persetujuan QA atau R&D
Sampel sebaiknya memiliki identitas batch agar hasilnya dapat dibandingkan dengan barang komersial berikutnya.
Garam Beryodium dan Garam Non Yodium: Mana yang Harus Dibeli?
Tidak ada satu jawaban untuk seluruh industri.
Gunakan produk beryodium apabila:
- Spesifikasi pelanggan membutuhkannya
- Kategori penggunaan membutuhkannya
- Formula telah dirancang untuk produk tersebut
Gunakan produk tanpa penambahan yodium apabila:
- Spesifikasi menyatakan tanpa KIO3
- Formula tidak membutuhkan fortifikasi yodium
- Proses pelanggan menetapkan batas tertentu
Keputusan sebaiknya datang dari:
- QA
- QC
- R&D
- Regulatory
- Formulator
- Purchasing berdasarkan spesifikasi teknis
Bukan dari asumsi supplier.
Untuk penjelasan umum mengenai konsep iodisasi, baca artikel apa itu garam beryodium.
Pasokan dari PT. Artha Garam Indonesia
PT. Artha Garam Indonesia mendukung kebutuhan B2B dengan:
- Bahan baku garam lokal
- Fasilitas produksi di Cirebon
- Dukungan stok dan distribusi dari Tambun, Bekasi
- Pilihan garam halus dan kasar
- Produk dengan penambahan yodium
- Produk tanpa penambahan yodium
- Kemasan 25 kg
- Kemasan 50 kg
- Sertifikasi Halal dan SNI
- COA dan dokumen pendukung sesuai produk
- Sampel dan trial
- Pasokan untuk kebutuhan rutin
Spesifikasi aktual tetap perlu dikonfirmasi berdasarkan jenis produk dan COA batch.
Cara Meminta Penawaran
Untuk mempercepat evaluasi, sampaikan:
- Nama perusahaan
- Jenis industri
- Produk akhir
- Fungsi garam
- Target NaCl
- Batas kadar air
- Ca dan Mg
- Ukuran
- Target yodium/KIO3 apabila ada
- Kemasan
- Volume per pengiriman
- Kebutuhan bulanan
- Lokasi
- Dokumen yang diperlukan
Hubungi PT. Artha Garam Indonesia melalui WhatsApp.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang dimaksud dengan garam industri beryodium?
Garam industri beryodium adalah produk berbasis sodium chloride yang diberi penambahan yodium secara terkendali untuk memenuhi kebutuhan proses atau spesifikasi pelanggan tertentu.
Apa itu KIO3?
KIO3 adalah kalium iodat atau potassium iodate, salah satu senyawa yang dapat digunakan sebagai sumber yodium dalam fortifikasi garam.
Apakah semua industri makanan harus memakai garam beryodium?
Tidak. Kebutuhan bergantung pada kategori produk, regulasi, formulasi, spesifikasi, dan sistem fortifikasi pelanggan.
Apakah garam beryodium dan non yodium bisa saling menggantikan?
Tidak sebaiknya tanpa evaluasi. Status penambahan yodium harus mengikuti spesifikasi dan kebutuhan proses pelanggan.
Apakah tersedia garam halus beryodium?
Tersedia pilihan produk sesuai jenis dan kebutuhan pelanggan. Ukuran harus dikonfirmasi berdasarkan spesifikasi atau sampel.
Apakah tersedia kemasan 25 kg dan 50 kg?
Ya. PT. Artha Garam Indonesia menyediakan pilihan kemasan industri 25 kg dan 50 kg menggunakan inner plastic dan outer woven bag.
Apakah tersedia COA?
Ya. COA dan dokumen produk tersedia sesuai jenis produk dan parameter yang relevan.
Apakah dapat dilakukan trial?
Ya. Sampel dan trial dapat dibahas berdasarkan produk, aplikasi, lokasi, serta prosedur evaluasi pelanggan.
