spesifikasi garam industri

Kenali Spesifikasi Umum pada Garam Industri

Apa spesifikasi garam industri? Pertanyaan ini mungkin muncul di dalam benak Anda terutama jika masih belum begitu memahami mengenai perbedaan anatar garam konsumsi dan garam industri. Secara umum, garam industri dibutuhkan untuk bahan baku industri dengan kadar NaCl yang tinggi.

Garam sendiri menjadi salah satu komoditi perdagangan yang sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk konsumsi masyarakat saja tetapi juga industri, baik skala kecil, menengah maupun besar. Oleh karena itu, informasi mengenai garam industri dan spesifikasinya tentu akan sangat bermanfaat.

Pengertian Garam secara Umum

Yang dimaksud dengan garam secara umum adalah senyawa kimia yang memiliki komposisi utama berupa natrium klorida serta bisa mengandung unsur lainnya yang mendukung. Seperti kalsium, magnesium, kalium, besi, senyawa air, sulfat, baik dengan tambahan atau tanpa tambahan yodium.

Garam sendiri memiliki beberapa ciri di antaranya adalah larut di dalam air, larutan garam bisa menghantarkan listrik, berbentuk padatan kristal, serta bisa bersifat netral, asam, atau basa. Sifat garam tersebut tergantung dari zat yang menjadi pembentuknya.

Untuk pembagian kategorinya, garam bisa dibedakan menjadi garam meja, garam batu, air laut dan lainnya, serta zat dengan kandungan natrium klorida minimal 94,7%, dan lain-lain. Sementara klasifkasi garam di Indonesia dibedakan menjadi 2, yaitu garam konsumsi dan garam industri.

  • Garam Konsumsi

Yang disebut dengan garam konsumsi adalah jenis garam yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat atau bisa diolah menjadi garam rumah tangga dan garam diet. Baik garam rumah tangga maupun garam diet, keduanya bisa langsung dikonsumsi.

Pengklasifikasian tersebut didasarkan pada kandungan NaCl yang ada di dalamnya. Sebagai gambaran, untuk garam konsumsi kandungan NaCl-nya minimal 94% dengan kadar air maksimal 7%, sementara pada garam diet kandungan NaCl-nya sebesar 60%.

  • Garam Industri

Yang disebut dengan garam industri adalah jenis garam yang dipergunakan untuk bahan baku atau bahan pendukung pada proses produksi. Seperti di industri kimia, industri farmasi, industri aneka pangan, industri perminyakan, industri penyamakan kulit, serta water treatment.

Sumber dan Jenis Garam

Produksi garam diketahui bisa didapatkan dari beberapa sumber. Namun secara umum produksi garam di dunia diperoleh dari tiga sumber seperti berikut:

  • Air Laut dan Air Danau Asin

Sekitar 40% produksi garam yang ada di dunia berasal dari sumber air laut. Di antaranya adalah di Indonesia, Australia, India, Brazil, Kanada, dan RRT. Sedangkan 20% produksi garam juga didapatkan dari sumber air danau asin seperti di Amerika Serikat, Yordania, dan RRT.

  • Tambang Garam

Sekitar 40% dari total produksi garam di dunia rupanya juga berasal dari tambang garam yang berada di bawah tanah. Tambang-tambang tersebut berada di negara Amerika Serikat, Belanda, Thailand, dan RRT.

  • Air Dalam Tanah

Pangsa pasar untuk produksi garam yang berasal dari air dalam tanah cukup kecil karena proses produksi dari sumber ini dianggap tidak efisien dan membutuhkan biaya yang cukup besar.

Pengertian dan Spesifikasi Garam Industri

Sebelumnya telah dijelaskan mengenai pengertian garam secara umum termasuk bagaimana komposisi serta ciri khas dan sifatnya. Sementara untuk garam industri bisa diartikan sebagai jenis garam yang umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri.

Dalam hal ini kandungan NaCl pada garam industri harus di atas 97,4% serta kandungan air yang sangat rendah. Lantas apa bedanya dengan garam konsumsi? Pada dasarnya perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari kadar NaCl di dalam garam tersebut.

Jika pada garam industri kandungan NaCl yang dimiliki harus di atas 97,4%, maka kandungan NaCl pada garam konsumsi justru di bawah 97% atau minimal 94,7%. Dengan kata lain komposisi dan kualitas dari garam industri lebih tinggi jika dibandingkan dengan garam konsumsi.

Spesifikasi Garam Industri

Garam industri diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri sehingga kualitasnya harus lebih tinggi dari garam konsumsi. Dalam hal ini pengelompokan garam industri bisa disesuaikan dengan jenis industri yang membutuhkannya. Berikut ini penjelasannya.

  • Untuk memenuhi kebutuhan industri kimia, maka garam yang diperlukan memiliki kandungan NaCl minimal 96%.
  • Untuk kebutuhan industri makanan, garam yang diperlukan memiliki kandungan NaCl minimal 97%.
  • Untuk kebutuhan industri farmasi, biasanya kandungan NaCl yang diperlukan pada garam minimal 99,8%.
  • Untuk memenuhi kebutuhan industri perminyakan, garam yang diperlukan mengandung NaCl paling rendah 95%.
  • Sementara untuk industri water treatment dan penyamakan kulit, kandungan NaCl yang dibutuhkan minimal 85%.

Tabel Kebutuhan Garam Industri

Jenis Industri Kadar NaCl Minimal
Industri Kimia 96%
Industri Makanan 97%
Industri Farmasi 99,8%
Industri Perminyakan 95%
Industri Water Treatment dan Penyamakan Kulit 85%

 

Selain memiliki kandungan NaCl yang lebih tinggi daripada garam konsumsi, garam industri juga mensyaratkan batas maksimal kandungan logam seperti magnesium dan kalsium yang besarannya tidak melebihi 400 ppm. 

Sementara untuk industri pangan batas maksimalnya ada di angka 200 ppm dengan kadar air yang rendah. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah spesifikasi garam industri berdasarkan jenis industri yang membutuhkan garam.

  • Garam Industri Kimia

Jenis garam ini digunakan untuk memproduksi senyawa kimia seperti Chlor Alkali Plant (CAP) yang biasanya dimanfaatkan dalam industri kertas, sabun atau deterjen, industri PVC, serta tekstil.

  • Garam Industri Aneka Pangan

Garam industri yang digunakan untuk produksi aneka pangan bisa dengan atau tanpa tambahan yodium. Jenis garam ini dimanfaatkan sebagai bahan pendukung untuk memproduksi aneka makanan dan minuman.

Di antaranya adalah industri mi instan, biskuit, mentega, bumbu masak, industri pengalengan ikan, kecap, aneka minuman, dan lain-lain. Spesifikasi garam industri aneka pangan adalah NaCl minimum 97%, kalsium maksimal 0,06%, magnesium maksimal 0,06%, dan air 0,5%.

  • Garam Industri Farmasi

Pada industri farmasi, jenis garam industri yang digunakan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku atau pendukung pembuatan cairan infus, cairan pembersih darah atau hemodialisa, garam murni, dan lain-lain.

  • Garam Industri Perminyakan

Pada industri perminyakan, garam industri dimanfaatkan sebagai bahan baku pendukung untuk proses pengeboran minyak. Dengan kandungan NaCl minimal 95%, garam yang digunakan mengandung sulfat minimal 0,5%, kalsium minimal 0,2%, serta magnesium 0,3%.

  • Garam Industri Penyamakan Kulit

Jenis garam industri dengan kadar NaCl minimal 85% biasanya digunakan sebagai bahan pendukung untuk proses penyamakan kulit.

  • Garam Industri Water Treatment

Jenis industri lainnya yang membutuhkan garam dengan kadar NaCl minimal 85% adalah industri water treatment. Adapun fungsi dari garam industri adalah sebagai bahan pendukung dalam proses penjernihan air dan pelunakan air pada boiler.

Spesifikasi garam industri air yang dibutuhkan untuk menjernihkan air adalah garam dengan kandungan NaCl minimal 85%. Sementara untuk proses pelunakan air di boiler membutuhkan garam industri dengan kadar NaCl minimal 95%.

Spesifikasi garam industri dengan kandungan NaCl di atas 97,4% dibutuhkan untuk berbagai industri. Mulai dari industri kimia, pangan, farmasi, perminyakan, penyamakan kulit, hingga water treatment. Dengan penjelasan tersebut, tentu akan lebih mudah membedakannya dengan garam konsumsi.

Referensi:

https://garamindustri.com/spesifikasi-umum-garam-industri-/

https://bppp.kemendag.go.id/2017/08

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X