tips-memilih-garam-terbaik

Jangan Asal Asin, Ada 5 Tips Memilih Garam Terbaik!

Garam merupakan bumbu dapur yang digunakan dalam setiap masakan. Meskipun memiliki rasa asin, garam berfungsi untuk memberikan cita rasa pada masakan. Namun jangan asal beli, ada tips memilih garam terbaik yang mengandung zat-zat penting untuk kesehatan tubuh.

Pada dasarnya, garam sangat mudah dijumpai baik di warung, toko-toko, hingga swalayan. Ada berbagai merk garam yang dipasarkan. Namun tidak semuanya mengandung zat penting sesuai kebutuhan tubuh. Hasilnya adalah hanya rasa asin saja yang didapatkan tanpa ada manfaat yang diserap tubuh.

Tips Memilih Garam Terbaik

Garam dibutuhkan pada saat memasak agar rasa masakan tidak hambar. Tanpa disadari, kandungan nutrisi pada kristal warna putih ini, penting untuk kesehatan tubuh. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa tidak boleh sembarangan memilih garam. Beberapa tips memilih garam terbaik antara lain.

1. Cek Kemasan Garam

Banyaknya produk garam yang dipasarkan, memberikan banyak pilihan bagi Anda. Namun ketika hendak membeli garam, selalu perhatikan kemasannya. Pada umumnya garam ini akan dikemas dalam kemasan plastik maupun botol.

Pastikan terlebih dahulu bahwa kemasan dalam keadaan baik dan tidak rusak. Apabila mendapati kemasan rusak, gantilah dengan kemasan lain yang masih utuh. Kerusakan kemasan ini dapat mengakibatkan adanya risiko garam telah terkontaminasi sehingga menghilangkan nutrisinya.

2. Pastikan Terdapat Label Yodium

Garam yang dijual dipasaran, tidak semuanya memiliki kandungan yodium yang dibutuhkan tubuh. Padahal yodium ini merupakan salah satu mineral penting yang sangat bermanfaat. Salah satunya adalah untuk menjaga fungsi kelenjar tiroid.

Selain itu, yodium dalam garam juga membantu dalam proses pembakaran energi serta mampu memproduksi protein dalam tubuh. Apabila kebutuhan yodium dalam tubuh telah terpenuhi, maka Anda akan terhindar dari beberapa masalah kesehatan seperti penyakit gondok.

3. Pilihlah Jenis Garam yang Sesuai Dengan Kebutuhan

Ada banyak jenis garam yang tersedia. Contohnya saja garam kasar, garam meja, garam batu, garam krosok, dan lainnya. Masing-masing jenis garam ini memiliki kegunaan dan kelebihannya tersendiri. Jadi ketika hendak membeli garam, ketahui terlebih dahulu jenis kebutuhannya.

Apabila garam tersebut akan dipergunakan untuk masakan, maka pilihlah jenis garam dapur. Jenis ini memiliki ciri khas butirannya yang lembut dan halus. Sementara itu apabila dipergunakan untuk masakan Eropa, garam yang biasa digunakan adalah garam kasar.

Namun bagi orang yang menderita hipertensi atau memiliki riwayat penyakit tersebut, disarankan untuk menggunakan garam diet. Jenis garam tersebut adalah garam yang rendah natrium sehingga tidak menaikkan tekanan darah dan baik untuk diet.

4. Sesuaikan Tingkat Keasinan Garam

Bahan masakan yang diolah akan memiliki rasa yang berbeda-beda. Ketika semua bahan dicampur menjadi sebuah masakan, maka akan lebih enak rasanya ketika ditambahkan garam. Tentu saja garam yang digunakan adalah garam yang tepat.

Misalnya saja ketika hendak memasak ikan segar, maka Anda bisa menggunakan garam kasar. Alasannya adalah garam kasar memiliki rasa asin yang kuat. Sedangkan untuk daging merah, gunakan garam yang memiliki butiran besar agar rasanya tidak terlalu asin.

Dengan pemilihan garam yang tepat, akan membuat masakan lebih memiliki kombinasi rasa antara rasa alami bahan dengan garam yang sangat enak. Apabila menyukai hidangan berminyak, lebih baik menggunakan garam yang bertekstur lembut dan rasa asin yang cukup kuat.

5. PIlih Garam yang Tidak Terkandung Campuran Lainnya

Tips memilih garam terbaik adalah dengan memilih garam murni yang tidak terkontaminasi atau tercampur dengan bahan yang lainnya. Apa alasannya? Campuran yang terkandung dalam garam bisa saja merupakan zat yang berbahaya atau merugikan bagi tubuh.

Garam yang baik dan berkualitas memiliki ciri yang cepat larut dalam air, tanpa meninggalkan residu berupa butiran kasar. Apabila garam yang Anda beli tidak mudah larut, maka perlu diwaspadai, bisa saja terdapat kandungan bahan lain yang berbahaya.

Manfaat Garam Bagi Tubuh

Menerapkan tips memilih garam terbaik diatas, merupakan hal yang tepat. Pasalnya garam yang berkualitas akan mendukung kesehatan tubuh, serta memiliki peran penting menjaga organ tubuh. Beberapa manfaat dari gram bagi kesehatan antara lain.

1. Mencegah Gangguan Perkembangan Otak

Ketika seorang ibu yang sedang hamil kekurangan zat yodium selama masa kehamilan, hal tersebut memiliki pengaruh pada janin. Contohnya adalah terganggunya perkembangan otak janin, sehingga tidak dapat berfungsi sempurna.

Sedangkan ketika anak dalam masa pertumbuhan, kekurangan asupan garam juga tidak baik. Hal ini akan menimbulkan resiko anak mengalami perkembangan tingkat kecerdasan yang lambat, hingga kemungkinan IQ anak menjadi rendah.

2. Menjaga Agar Hormon Tiroid Tetap Diproduksi

Tubuh yang kekurangan mineral yodium dalam garam, akan mengakibatkan tingkat produksi hormon tiroid menjadi terganggu. Hal tersebut akan menurunkan jumlah hormon tiroid dalam tubuh karena tidak mampu diproduksi dalam jumlah cukup.

Apabila hal tersebut tidak segera teratasi, maka akan muncul beberapa keluhan terkait dengan kesehatan. Misalnya adalah terjadinya pembesaran tiroid, memicu terjadinya konstipasi, mudah lelah, serta sulit untuk berkonsentrasi.

3. Mencegah Terjadinya Tekanan Darah Rendah

Dengan mengkonsumsi garam dalam jumlah yang cukup, mampu untuk mencegah timbulnya resiko tekanan darah rendah. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan keluhan seperti pandangan kabur, gejala pusing, mual, bahkan kemungkinan pingsan.

Namun Anda juga harus memperhatikan takaran garam yang tepat. Jangan mengkonsumsi garam dalam jumlah yang berlebih. Hal tersebut membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh, seperti terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi.

4. Menjaga Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh

Seperti yang telah diketahui bahwa garam mengandung natrium. Fungsi dari natrium ini adalah untuk menahan cairan yang terdapat dalam sel-sel tubuh. Cukupi kebutuhan garam harian agar terhindar dari resiko dehidrasi atau kekurangan cairan.

5. Mampu Meredakan Gejala Cystic Fibrosis

Orang yang memiliki gejala cystic fibrosis ini, akan mudah kehilangan banyak kandungan garam dalam keringatnya. Hal ini menyebabkan penderita harus mendapatkan lebih banyak garam dan air dalam asupan makanannya. Pemenuhan garam dan cairan ini akan menjaga kondisi penderita.

Untuk mendapatkan takaran yang tepat, harus melalui konsultasi dokter terlebih dahulu. Secara umum, kebutuhan akan garam orang dewasa adalah 2000 miligram per hari atau sekitar 1 sendok teh.

6. Mencegah Terjadinya Penyakit Gondok

Akibat yang paling sering terjadi ketika kekurangan garam adalah timbulnya penyakit gondok. Penyebabnya adalah, jumlah yodium yang tidak cukup dalam tubuh membuat kelenjar tiroid membengkak. Hal tersebut karena produksi hormon tiroid berlebihan.

Pembengkakan ini mengakibatkan pembengkakan pada kelenjar tiroid sehingga bagian leher terlihat bengkak dan muncul benjolan. Hormon tiroid sebenarnya juga bermanfaat dalam perkembangan struktur tulang belakang dan otak pada masa perkembangan anak.

Resiko kekurangan yodium juga dapat terjadi pada masa kehamilan. Seorang ibu hamil yang tidak mendapatkan asupan garam beryodium yang cukup, bisa saja berakibat pada anak yang dilahirkan. Hal tersebut meningkatkan resiko anak mengalami keterbelakangan mental.

Meskipun garam bisa ditemukan dengan mudah, namun bukan berarti Anda bisa asal-asalan dalam membeli garam tersebut. Perhatikan dan terapkan tips memilih garam terbaik, agar kebutuhan mineral yodium dalam tubuh dapat tercukupi dengan konsumsi garam yang tepat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X