komposisi-garam

Perbedaan Komposisi Garam Industri dan Garam Konsumsi

Secara umum, garam dibedakan menjadi dua jenis yakni konsumsi dan industri. Keduanya dibedakan karena memiliki komposisi garam yang berbeda. Sayangnya, perbedaan ini jarang disadari masyarakat karena menganggap garam hanya digunakan untuk konsumsi sehari-hari saja.

Padahal, penggunaan garam memiliki cakupan yang sangat luas sehingga muncullah jenis garam untuk konsumsi dan garam yang dipakai untuk kepentingan lainnya seperti industri. Agar bisa menggunakannya secara lebih fungsional, maka komposisinya wajib diketahui.

Perbedaan Komposisi Garam Industri dan Garam Konsumsi

Pada dasarnya, dua jenis garam ini sama-sama memiliki komponen utama yakni zat NaCl di dalamnya. Untuk mengetahui perbedaannya secara signifikan, berikut penjelasan masing-masing komposisi pada garam yang wajib diketahui.

1. Komposisi Pada Garam Industri

Komposisi utama garam industri adalah NACL dengan kadar mencapai 97,5 %. Adapun kandungan lain yang ada di dalamnya adalah:

  • Sulfat 2%.
  • Kalsium 2%.
  • Magnesium 2%.

2. Komposisi Garam Konsumsi

Garam konsumsi adalah jenis garam yang biasa ditemukan dan dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Kadar NaCl di dalamnya lebih kecil dari garam industri, yakni sekitar 87% saja. Sementara kandungan lain yang menjadi komposisi tambahannya meliputi:

  • Sulfat 2%.
  • Kalsium 2%.
  • Magnesium 2%.
  • Lumpur 1%.
  • Pasir 1%
  • Kadar air maksimal 7%.

Dari komposisi dua jenis garam di atas, dapat diketahui bahwa perbedaan yang mencolok dari keduanya terdapat pada kandungan NaCl nya. Untuk garam industri, kadar NaCl nya lebih tinggi yakni mencapai 97% sementara garam konsumsi kadar NaCl nya hanya berkisar 88 sampai 94 % saja.

Dengan melihat perbedaan ini, maka produksi garam yang dihasilkan Indonesia mayoritas berasal dari jenis garam konsumsi karena kadar garamnya masih tergolong rendah.

Penggunaan Garam Industri dan Konsumsi

Perbedaan kandungan yang ada pada masing-masing garam tentu saja berpengaruh besar terhadap penggunaannya. Meskipun sama-sama memiliki rasa asin, tapi keduanya bisa digunakan untuk fungsi yang berbeda seperti berikut ini.

1. Garam Konsumsi

Sesuai namanya, garam konsumsi yang kadar NaCl nya rendah biasa digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Jenis garam ini yang paling banyak ditemui dan mudah dikenali oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Pada umumnya, garam konsumsi biasa digunakan untuk:

a. Bumbu masak.

Bumbu masak yang biasa digunakan sehari-hari sebagai tambahan masakan sayur dan ikan berasal dari garam konsumsi. Namun saat ini garam konsumsi yang banyak digunakan untuk memasak adalah jenis garam meja dan beriodium. Sementara garam krosok sudah jarang dipakai memasak.

b. Industri Aneka Makanan Ringan

Meskipun digunakan dalam kebutuhan industri, tapi jenis garam yang dipakai adalah garam konsumsi. Namun industri makanan ringan ini menggunakan komposisi garam yang diolah kembali dengan berbagai campuran bahan lainnya agar bisa menjadi penyedap rasa makanan pada cemilan.

c. Industri Minyak Goreng

Minyak goreng adalah salah satu bahan masakan yang cara pembuatannya juga memanfaatkan unsur garam. Minyak goreng untuk kebutuhan masak dari olahan bahan organik seperti sawit menggunakan campuran bahan garam dalam proses pembuatannya hingga menjadi minyak yang layak pakai.

d. Industri Ikan

Produsen ikan juga kerap kali menggunakan garam konsumsi untuk mempermudah proses pengawetan ikan segar yang dijual. Biasanya industri ikan yang memakai garam ini masih tergolong industri kecil menengah yang dikelola sendiri oleh perorangan. Biasanya oleh petani dan nelayan di pinggir pantai.

e. Industri Pengasinan.

Dari segi rasa, sifat utama garam adalah asin. Sifat inilah yang membuatnya dimanfaatkan pada berbagai industri pengasinan. Misalnya industri yang membuat ikan asin, telur asin, serta berbagai jenis asinan lainnya yang sengaja dilakukan untuk kepentingan konsumsi.

2. Garam Industri

Disebut sebagai garam industri karena dipakai dan dimanfaatkan sebagai bahan baku ataupun bahan campuran dari berbagai industri lainnya di luar industri makanan. Ada banyak sekali penggunaan garam industri yang jarang disadari masyarakat, di antaranya:

a. Kebutuhan Industri Obat atau Farmasi

Dalam industri pembuatan obat, ada banyak jenis obat yang dibuat dengan campuran kandungan garam. Proses pembuatan ini tidak bisa dilakukan dengan memanfaatkan garam konsumsi yang kadarnya masih di bawah 94%. Beberapa jenis obat yang bisa dilihat dari industri farmasi adalah flu hingga diare.

b. Industri Kosmetik dan Alat Kecantikan

Garam mengandung anti mikroba yang membuatnya sering digunakan sebagai pengawet makanan. Lebih dari itu, kandungan ini juga biasa dimanfaatkan dalam hal kecantikan. Misalnya saja untuk membersihkan bakteri jerawat dan mengatasi peradangan kulit.

Inilah yang membuat garam sangat dibutuhkan oleh industri kosmetik dan alat kecantikan sebagai campuran bahan yang berguna membersihkan kulit dari masalah bakteri ataupun mikroba.

c. Industri Pembuatan Soda

Sifat ternyata bisa terjadi karena reaksi air dengan kandungan garam atau NaCl. Untuk itulah, semua benda atau bahan makanan yang bersifat soda membutuhkan garam sebagai bahan utamanya. Garam yang sesuai untuk pembuatan soda harus memiliki kadar tinggi di atas 95% yakni jenis industri.

d. Industri Sabun Kebersihan

Untuk kepentingan menjaga kebersihan ruangan dan sejenisnya juga dibutuhkan bantuan cairan khusus agar proses membersihkan jadi lebih efektif. Beberapa produk yang masuk dalam kategori sabun kebersihan ini seperti sabun cuci piring, pembersih lantai, hingga sabun pencuci pakaian.

Produk-produk sabun kebersihan ini beberapa ada yang menggunakan NaCl atau garam dengan kadar tinggi demi meningkatkan efektivitasnya dalam membersihkan berbagai benda.

e. Industri Sabun Batang

Selain menggunakan minyak, sabun batang juga menggunakan bahan garam yang berguna untuk meningkatkan kekentalan sabun sehingga membuatnya mengeras. Selain itu, kandungan garam juga berguna meningkatkan busa pada sabun yang biasa digunakan sehari-hari.

Tidak heran kalau industri sabun batang membutuhkan banyak sekali garam industri untuk meningkatkan kualitas sabun agar lebih fungsional.

Dari penggunaan di atas, dapat diketahui bahwa garam industri umumnya dipakai dalam jumlah yang sangat besar karena untuk memenuhi bahan kebutuhan industri. Inilah yang menjadi salah satu faktor besarnya jumlah impor garam di Indonesia meskipun produsennya sudah banyak.

Terbatasnya petani garam yang bisa menghasilkan garam jenis ini juga menjadi salah satu alasan mengapa harga garam industri lebih tinggi dibandingkan garam konsumsi.

Komposisi Garam Konsumsi dan Industri yang Berkualitas

Untuk mengetahui kualitas dari garam industri dan konsumsi sebenarnya tidak ditentukan oleh komposisinya setelah menjadi garam. Namun lebih pada mutu garam ketika proses pengolahan hingga menjadi kristal yang siap digunakan.

Jika dilihat dari proses pembuatannya, kualitas garam konsumsi memang lebih rendah dibandingkan industri karena kemurnian dan mutu garamnya berkurang. Ini disebabkan karena saat proses pembuatan garam konsumsi secara tradisional, ada banyak unsur lain dan kotoran yang mengurangi kemurniannya.

Adapun garam yang berkualitas, harus bebas dari unsur-unsur dan kotoran lainnya diluar garam itu sendiri yaitu:

  • Lumpur.
  • CaCl2.
  • MgCl2.
  • Na2SO4.
  • MaSO4.
  • Karbonat.
  • Tembaga.
  • Besi.

Beragam penggunaan garam berdasarkan jenisnya ini menunjukkan bahwa komposisi garam sangat mempengaruhi sifat dan fungsinya. Oleh karenanya, kualitas garam industri maupun konsumsi tidak bisa hanya dilihat dari komposisinya saja, tapi dari penggunaannya yang sesuai dengan kandungannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X