kekurangan kadar natrium pada tubuh

Bahaya Kekurangan Kadar Natrium dalam Tubuh

Natrium merupakan salah satu zat mineral makro yang dibutuhkan tubuh dan bisa diperoleh dengan mengonsumsi garam dapur. Meskipun sangat jarang terjadi, beberapa orang memiliki kemungkinan untuk mengalami kekurangan kadar natrium pada tubuh Kekurangan natrium atau dikenal dengan istilah hyponatremia ini dapat disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya perubahan hormon. Untuk mengetahui penyebab dan bahaya kekurangan natrium pada tubuh, berikut ini ulasan selengkapnya. 

Faktor Penyebab Kekurangan Natrium pada Tubuh

Kekurangan kadar natrium merupakan suatu kondisi yang mungkin terjadi pada sebagian individu. Orang-orang yang rentan mengalami kekurangan natrium antara lain para lansia, atlet yang punya aktivitas fisik secara intens, dan pasien yang mengonsumsi obat jenis diuretik.  Selain itu, orang-orang yang mengonsumsi obat antidepresan dan pelaku diet rendah natrium juga bisa mengalami kondisi ini. berikut ini beberapa faktor penyebab mengapa seseorang mengalami kekurangan natrium. 
  • Mengonsumsi Obat Tertentu

Salah satu penyebab seseorang mengalami kekurangan natrium pada tubuhnya adalah karena ia mengonsumsi beberapa jenis obat tertentu. Obat-obatan yang bisa menyebabkan kekurangan natrium antara lain obat antidepresan, pereda nyeri, dan obat diuretik (pil air).  Obat-obatan ini dapat memicu terjadinya defisiensi atau kekurangan natrium pada darah sehingga mengganggu kinerja ginjal dan sistem hormon yang bertugas menjaga kadar natrium tetap stabil. 
  • Terlalu Banyak Mengonsumsi Air

Mengonsumsi air putih memang sangat dianjurkan karena baik untuk kesehatan tubuh. Meski begitu, kadar cairan yang terlalu tinggi ternyata dapat membuat ginjal kesulitan dalam melakukan ekskresi. 
  • Dehidrasi Akut

Kekurangan kadar natrium juga bisa disebabkan karena dehidrasi akut seperti diare parah. Diare yang sudah sangat parah akan membuat tubuh kehilangan elektrolit termasuk natrium. Dehidrasi yang parah ini dapat memicu meningkatnya kadar hormon anti-diuretik. 
  • Hormon yang Berubah

Addison merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan fungsi kelenjar adrenal terganggu. Akibatnya, kadar hormon yang dihasilkan oleh tubuh akan menurun. Hormon yang dilepaskan kelenjar adrenal ini berperan menjaga keseimbangan kadar kalium, natrium, dan cairan dalam tubuh.
  • Penyalahgunaan Obat Terlarang

Penyebab lainnya seseorang mengalami kekurangan kadar natrium pada tubuh yaitu penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti ekstasi. Penyalahgunaan obat-obatan terlarang ini dapat meningkatkan risiko kekurangan natrium hingga tahap parah alias fatal. 
  • Mengidap Penyakit Tertentu

Kekurangan natrium pada tubuh juga bisa disebabkan karena seseorang mengidap penyakit tertentu seperti gagal jantung kongestif, gangguan ginjal, atau gangguan hati yang menyebabkan cairan di dalam tubuh menjadi menumpuk.  Penumpukan cairan ini akan membuat garam di dalam tubuh ikut larut sehingga kadarnya menjadi menurun. 
  • Mengalami SIADH

Penderita sindrom SIADH (syndrome of inappropriate anti-diuretic hormone) akan mengalami peningkatan hormon anti-diuretik. Hormon ini berfungsi meregulasi cairan sehingga memicu cairan tertahan di dalam tubuh penderitanya. 

Tanda dan Gejala Kekurangan Natrium

Dilansir dari laman sehatq.com, natrium merupakan mineral yang memiliki peran sebagai partikel elektrolit di dalam tubuh. Kandungan mineral satu ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan di sekitar sel.  Tidak hanya itu saja, natrium juga berperan dalam menjaga fungsi otot dan saraf, serta mengontrol tekanan darah agar tetap stabil. Pada beberapa kasus, kekurangan natrium dalam tubuh dapat terjadi karena suplai cairan di dalam tubuh tidak seimbang dan menumpuk.  Penumpukan cairan inilah yang akhirnya melarutkan kadar natrium sehingga memicu seseorang mengalami defisiensi natrium. Karena kekurangan natrium, sel-sel tubuh bisa mengalami pembengkakan bahkan mengancam nyawa seseorang.  Kadar natrium normal di dalam tubuh berada pada kisaran 135-145 mEg/L dan seseorang akan dikatakan mengalami kekurangan natrium apabila kadar natrium di dalam tubuhnya berada di bawah angka 135 mEg/L.  Tanda atau gejala kekurangan kekurangan natrium di dalam tubuhnya cukup bervariasi tergantung individu masing-masing. Secara umum, gejala yang ditunjukkan meliputi tubuh lemas, mudah lelah, sakit kepala, kram atau kejang otot, mual dan muntah, mudah marah, kejang, hingga koma.

Bahaya Akibat Kekurangan Kadar Natrium pada Tubuh

Sebagai salah satu elektrolit penting di dalam tubuh, Anda tentunya harus memenuhi kadar natrium agar tidak memicu masalah kesehatan. Berikut ini beberapa bahaya atau dampak negatif dari kekurangan natrium.
  • Meningkatkan Risiko Hiponatremia

Hiponatremia merupakan sebuah kondisi yang ditandai dengan rendahnya kadar natrium di dalam darah. Gejala hiponatremia ini tidak jauh berbeda dengan gejala dehidrasi (kekurangan cairan).  Pada kasus yang parah, hiponatremia ini dapat memicu seseorang mengalami kejang, sakit kepala, koma, hingga kematian akibat adanya pembengkakan pada otak. Berdasarkan studi Clinica Chimica Acta, orang lanjut usia (lansia) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hiponatremia.  Hal ini dipicu karena adanya kecenderungan mengonsumsi obat tertentu atau mengidap suatu penyakit yang bisa memicu berkurangnya kadar natrium di dalam tubuh. Kebanyakan asupan natrium memang berbahaya, namun kekurangan kadar natrium juga bisa berakibat fatal untuk kesehatan.  Untuk mengetahui kebutuhan asupan natrium secara tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Bagi Anda yang menjalankan diet rendah natrium, Anda juga perlu mewaspadai adanya risiko hiponatremia. 
  • Meningkatkan Kadar Kolesterol Jahat (LDL) dan Trigliserida

Kekurangan natrium juga bisa membuat kadar kolesterol jahat atau LDL dan trigliserida mengalami peningkatan. Sejumlah penelitian menemukan fakta bahwa pola makan rendah natrium ternyata dapat meningkatkan kadar LDL dan trigliserida  sehingga memicu hipertensi dan penyakit jantung.  Dalam tinjauan studi Cochrane Database of Systematic Reviews, diet rendah natrium dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL sebanyak 4,6% dan trigliserida sebanyak 5,9%.  Dalam ulasan Cochrane Database of Systematic Reviews lainnya juga membuktikan bahwa diet rendah natrium ini bisa meningkatkan LDL sebanyak 2,5% dan trigliserida sebanyak 7%.
  • Meningkatkan Resistensi Insulin

Dilansir dari jurnal Metabolism, orang yang menjalani diet rendah natrium akan mengalami peningkatan resistensi insulin. Resistensi insulin ini akan memicu beberapa penyakit serius seperti jantung dan diabetes tipe 2.
  • Meningkatkan Risiko Gagal Jantung

Kekurangan kadar natrium pada tubuh dapat meningkatkan risiko kematian akibat gagal jantung. Gagal jantung merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh kinerja jantung yang kurang maksimal dalam memompa darah ke seluruh tubuh.  Hal ini bukan berarti jantung akan berhenti bekerja sepenuhnya, namun tetap akan menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang serius. Orang-orang yang mengikuti program diet rendah natrium ini memiliki risiko terkena gagal jantung yang lebih tinggi.  Dilansir dari American Journal of Hypertension, rendahnya asupan natrium dapat meningkatkan risiko gagal jantung hingga menyebabkan kematian.
  • Meningkatkan Risiko Penyakit Diabetes

Kekurangan natrium juga dapat memicu seseorang mengalami penyakit diabetes. Hal ini dikarenakan adanya batasan konsumsi garam pada penderita diabetes.  Dilansir dari jurnal Diabetes Care, sejumlah penelitian yang dilakukan oleh para ahli menemukan adanya hubungan asupan natrium yang rendah dengan peningkatan risiko kematian pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.  Dengan mengetahui bahaya atau dampak buruk dari kekurangan kadar natrium pada tubuh, Anda tentu lebih bisa mengantisipasinya. Kenali juga penyebab dan gejala kekurangan asupan natrium agar tidak memicu masalah kesehatan yang lebih serius. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X