fungsi garam

Fungsi Garam pada Industri Tekstil

Garam dikenal sebagai jenis bumbu dapur yang memberikan rasa asin pada makanan. Selain itu garam juga digunakan untuk keperluan industri. Bahkan penggunaan dan fungsi garam untuk industri lebih mendominasi, sementara sisanya adalah untuk kebutuhan konsumsi dan rumah tangga.

Untuk mendukung kebutuhan industri, saat ini Indonesia masih mengandalkan produk garam industri dari impor karena ketersediaannya lebih stabil. Selain itu, produk garam dari luar juga sangat sesuai dengan spesifikasi garam industri yang dibutuhkan.

Perbedaan Garam Konsumsi dan Garam Industri

Meskipun sama-sama mengandung NaCl sebagai komposisi utamanya, namun garam konsumsi berbeda dengan garam industri. Sesuai dengan namanya, garam konsumsi diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Sementara garam industri khusus untuk sektor industri.

Garam Konsumsi

Penggunaan garam untuk konsumsi sehari-hari biasanya ditambahkan pada makanan maupun minuman untuk memberikan rasa yang lebih nikmat. Garam sendiri merupakan salah satu bumbu dapur yang bisa dikonsumsi secara rutin dengan tetap memperhatikan batas maksimal yang dianjurkan.

Karena meskipun garam mengandung banyak mineral penting di dalamnya, konsumsi garam secara berlebihan bisa menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan, seperti resiko hipertensi dan sakit ginjal. Sementara kandungan yodium pada garam diketahui memiliki manfaat dalam produksi hormon tiroid.

Kandungan yodium pada garam sangat bermanfaat untuk kesehatan karena bisa mencegah resiko penyakit gondok. Kadar atau kandungan NaCl minimal yang ada pada garam konsumsi adalah sebesar 94%.

Adapun kandungan impurities (sulfat, kalsium, dan magnesium) pada garam konsumsi sebesar 2% sedangkan kotoran lainnya seperti pasir dan lumpur sekitar 1% dengan kandungan air maksimal 7%. Kebutuhan garam konsumsi biasanya untuk rumah tangga hingga industri makanan.

Garam Industri

Garam industri merupakan jenis garam kasar atau krosok yang masih murni dan belum diberikan tambahan apapun. Jenis garam ini juga belum melalui proses pengolahan tertentu sehingga kandungan NaCl-nya lebih tinggi daripada garam konsumsi, yaitu minimal 97%.

Kandungan impurities (sulfat, kalsium, dan magneisum) pada garam industri sekitar 2% dengan kotoran lainnya yang sangat kecil. Tinggi rendahnya kualitas garam biasanya ditentukan oleh adanya unsur tertentu atau kotoran yang ada di dalam garam tersebut.

Berbeda dengan garam konsumsi yang bisa dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari, fungsi garam industri adalah untuk mendukung proses produksi pada sebuah industri. Baik sebagai bahan baku maupun bahan penolong pada industri lain.

Untuk bahan baku biasanya garam industri dimanfaatkan pada sektor industri kimia dan farmasi. Jenis garam ini sering digunakan dalam proses kimia dasar untuk pembuatan soda dan klorin.

Untuk lebih jelasnya, perbedaan dari garam konsumsi dan garam industri bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Garam Konsumsi Garam Industri
Fungsinya untuk memasak dan keperluan rumah tangga. Fungsinya untuk kebutuhan industri, seperti industri farmasi, kosmetik, pangan, kimia, tekstil dan lain sebagainya.
Kandungan NaCl minimal 94% Kandungan NaCl minimal 97%
Kandungan impurities sekitar 2% dan kotoran lainnya 1%. Kandungan impurities 2% dan kotoran lainnya sangat kecil

Memenuhi persyaratan kualitas untuk garam konsumsi.

Khusus industri pangan, kadar Ca maupun Mg dibawah 600 ppm.

Memenuhi persyaratan kualitas untuk industri pangan, industri petrokimia dan lain sebagainya.

Memiliki standar serta klasifikasi tersendiri.

Ketersediaan garam konsumsi sudah bisa dipenuhi oleh petani lokal Indonesia. Jaminan dan ketersediaan pasokan secara berkesinambungan dengan harga kompetitif.

 

Fungsi Garam untuk Industri Secara Umum

Secara umum, penggunaan garam di sektor industri memiliki manfaat yang sangat penting. Terutama untuk mendukung proses produksi. Salah satunya adalah sebagai bahan baku untuk industri CAP atau Chlor Alkali Plant, EDC (Ethylene Dichloride) serta PVC (Resin Polivinil Chlorida).

Sementara pada industri kertas, garam difungsikan sebagai bahan soda kostik atau pemutih, bahan baku untuk industri kosmetik dan farmasi, sebagai bahan pembuatan cairan infus, pure analysis, cairan cuci ginjal, dan health care.

Bukan hanya itu saja, pada industri pertambangan dan pengeboran minyak, garam industri dimanfaatkan dalam penguatan struktur serta pembuatan uap. Sedangkan dalam industri pangan, garam difungsikan untuk seasoning biskuit, nuget, dan jenis makanan lainnya.

Selain itu, garam industri juga dimanfaatkan dalam proses produksi industri penyamakan kulit, resin, tekstil, water treatment dan lain sebagainya.

Fungsi Garam pada Industri Tekstil

Garam industri atau garam ND, merupakan jenis garam krosok atau garam kasar yang memiliki fungsi tersendiri dalam sektor industri, salah satunya adalah industri tekstil. Pada industri tekstil ini fungsi garam adalah membantu proses pewarnaan.

Yaitu proses pewarnaan pada material kapas serta bahan selulosa lainnya, seperti jenis rayon, linen, dan bambu. Dalam proses tersebut pewarna dan kain tidak bisa menyatu sehingga dibutuhkan media agar sifat pewarna dan kain bisa sama atau homogen.

Dalam hal ini garam industri diketahui memiliki sifat menyerap kadar air yang sangat tinggi sehingga efektif sebagai media untuk keperluan proses pewarnaan pada industri tekstil. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah fungsi garam pada industri tekstil.

  • Meningkatkan Daya Tarik Pewarna

Penambahan garam industri pada proses pewarnaan kain akan membantu meningkatkan daya tarik perwarna terhadap kain atau linen sehingga warna yang dihasilkan terlihat bagus dan berkualitas.

  • Mempercepat Proses Pengeringan

Garam diketahui memiliki daya serap yang sangat tinggi terhadap air sehingga akan membuat warna yang ditambahkan pada kain lebih cepat kering. Hal ini tentu saja akan membuat proses produksi kain semakin efisien.

  • Mempercepat Proses Penyerapan

Perlu diketahui bahwa daya serap yang dimiliki kain atau linen relatif rendah terhadap pewarna. Dalam hal ini garam industri bisa dijadikan sebagai media yang akan membantu proses penyerapan pewarna sehingga lebih cepat dan efektif.

Penggunaan garam krosok sebagai garam industri banyak dipilih karena harganya yang lebih ekonomis jika dibandingkan dengan garam halus. Meski begitu, penggunaanya tetap harus memperhatikan kadar NaCl yang ada di dalamnya.

Pasalnya untuk penggunaan garam industri dengan kadar NaCl yang lebih rendah akan membutuhkan garam yang lebih banyak jika dibandingkan dengan garam halus yang komposisinya lebih murni. Sebagai contoh, untuk tingkat keasinan garam halus 1 kg sama dengan garam krosok 1,5 kg.

Sertifikasi Garam Kasar Industri K1

Pada dasarnya garam kasar industri K1 merupakan jenis garam yang masih mentah sehingga belum melalui proses pengolahan lebih lanjut dan belum ada bahan tambahan apapun di dalamnya. Itulah mengapa sertifikasi untuk jenis garam industri K1 jauh lebih terbatas.

Hal ini tentu berbeda dengan garam halus yang sudah melalui berbagai tahap dan proses pengolahan lebih lanjut sehingga legalitas yang dibutuhkan jauh lebih banyak. Meski begitu, untuk keperluan industri dokumen tambahan seperti CoA dianggap sudah cukup untuk memenuhi syarat legalitas.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi garam pada industri tekstil sangatlah penting karena membantu meningkatkan daya tarik pewarna pada kain, mempercepat proses pengeringan dan juga pewarnaan. Tanpa adanya garam industri, maka proses produksi tekstil bisa terhambat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X