fungsi garam kasar untuk pembuatan es krim

Fungsi Garam Kasar untuk Es Krim dan Sistem Pendinginan

Garam kasar sering digunakan bersama es batu dalam pembuatan es krim tradisional, es puter, dan proses pendinginan sederhana. Garam tersebut bukan selalu dimasukkan ke dalam adonan es krim. Dalam metode tradisional, garam biasanya dicampurkan dengan es di bagian luar wadah agar suhu di sekeliling adonan dapat turun hingga di bawah titik beku air.

Prinsip ini disebut penurunan titik beku atau freezing-point depression. Ketika garam larut dalam air yang terbentuk dari es yang mencair, larutan tersebut memiliki titik beku lebih rendah daripada air murni.

Akibatnya, campuran es dan garam dapat mencapai suhu di bawah 0°C dan menyerap panas dari wadah berisi adonan. Adonan kemudian membeku secara bertahap ketika terus diaduk atau diputar.

Walaupun prinsipnya sederhana, pemilihan garam tetap perlu mempertimbangkan ukuran kristal, kebersihan, material tidak larut, kadar air, metode penggunaan, dan risiko kontak dengan produk makanan.

PT. Artha Garam Indonesia menyediakan pilihan garam kasar dan halus untuk kebutuhan industri berdasarkan spesifikasi, volume, aplikasi, dan hasil trial pelanggan.

Untuk melihat pilihan produk kasar secara umum, kunjungi halaman jual garam krosok untuk kebutuhan industri.

Mengapa Es Saja Belum Cukup untuk Membekukan Adonan?

fungsi garam kasar untuk pembuatan es krim dan es puterEs dan air murni berada pada kondisi keseimbangan di sekitar 0°C pada tekanan normal. Es dapat menyerap panas dari lingkungan ketika mencair, tetapi campuran es dan air biasa cenderung berada dekat dengan suhu tersebut.

Untuk membuat es krim, adonan harus kehilangan panas hingga sebagian air di dalamnya membeku. Apabila suhu media pendingin hanya berada di sekitar 0°C, proses pembekuan dapat berlangsung lambat dan hasilnya kurang optimal.

Ketika garam ditambahkan ke dalam campuran es dan air, garam larut dan menurunkan titik beku larutan. Campuran dapat tetap berbentuk cair atau seperti lumpur es pada suhu di bawah 0°C.

Perbedaan suhu antara campuran pendingin dan adonan membuat perpindahan panas berlangsung lebih efektif. Panas dari adonan bergerak melalui dinding wadah menuju campuran es dan garam yang lebih dingin.

Penjelasan ilmiah mengenai proses tersebut dapat dilihat pada halaman Freezing Point Depression dari Department of Chemistry, University of Washington.

Garam Digunakan di Luar Adonan, Bukan Selalu sebagai Bahan Resep

Ada dua penggunaan garam yang berbeda dalam pembuatan es krim:

Garam sebagai bahan formulasi

Sejumlah kecil garam dapat digunakan dalam resep atau formulasi untuk membantu menyeimbangkan rasa. Dalam kondisi ini, garam menjadi bagian dari makanan dan harus memenuhi persyaratan produk pangan yang ditetapkan perusahaan.

Garam sebagai media pendingin

garam kasar untuk campuran es dan proses pendinginanGaram yang dibahas dalam artikel ini terutama digunakan pada campuran es di luar wadah adonan.

Contohnya:

  1. Adonan es krim ditempatkan dalam wadah tertutup.
  2. Wadah tersebut dimasukkan ke tabung atau wadah yang lebih besar.
  3. Ruang di sekelilingnya diisi es dan garam.
  4. Wadah bagian dalam diputar atau adonan diaduk.
  5. Campuran es-garam menyerap panas dari adonan.
  6. Adonan membeku secara bertahap.

Garam pendingin tidak seharusnya masuk ke dalam adonan kecuali memang ditetapkan sebagai bagian dari formulasi.

Pemisahan ini penting karena spesifikasi garam untuk kontak langsung dengan makanan dapat berbeda dari garam yang hanya digunakan sebagai media pendingin di luar wadah tertutup.

Untuk aplikasi makanan, lihat halaman garam untuk industri makanan dan minuman.

Apa yang Terjadi Ketika Garam Dicampur dengan Es?

Saat garam ditaburkan pada es, sedikit air cair pada permukaan es melarutkan garam dan membentuk larutan garam atau brine.

Larutan ini memiliki titik beku lebih rendah daripada air murni. Sebagian es kemudian mencair untuk mencapai keseimbangan baru pada suhu yang lebih rendah.

Proses pencairan es membutuhkan energi. Energi tersebut diambil dalam bentuk panas dari:

  • Campuran es dan garam
  • Wadah adonan
  • Adonan es krim
  • Udara serta lingkungan di sekitarnya

Karena panas berpindah keluar dari adonan, suhu adonan turun dan sebagian kandungan airnya mulai membeku.

Semakin banyak garam bukan berarti suhu akan terus turun tanpa batas. Terdapat batas kelarutan dan batas praktis konsentrasi larutan. Setelah konsentrasi tertentu, penambahan garam tidak selalu memberikan hasil yang sebanding.

Karena itu, pengguna sebaiknya menentukan jumlah garam melalui trial proses, bukan hanya menambahkan garam sebanyak mungkin.

Apakah Garam Kasar Lebih Dingin daripada Garam Halus?

Tidak secara kimia.

Apabila garam kasar dan halus memiliki komposisi yang sama dan akhirnya menghasilkan konsentrasi larutan yang sama, pengaruh terhadap titik beku pada dasarnya berasal dari jumlah partikel yang telah larut, bukan bentuk awal kristalnya.

Perbedaan utama antara garam kasar dan halus adalah:

  • Kecepatan pelarutan
  • Kemudahan penanganan
  • Pembentukan debu
  • Distribusi di antara bongkahan es
  • Kemudahan penakaran
  • Risiko terbawa angin atau tercecer
  • Kesesuaian dengan metode kerja

Garam halus memiliki luas permukaan lebih besar sehingga biasanya larut lebih cepat. Garam kasar cenderung lebih mudah ditangani dan tidak menghasilkan debu sebanyak produk yang sangat halus.

Dalam metode es krim tradisional, garam kasar sering dipilih karena mudah disebarkan di antara lapisan es dan larut secara bertahap ketika es mencair.

Namun, garam kasar tidak otomatis lebih murni atau lebih efektif. Kemurnian kimia dan ukuran kristal merupakan dua parameter yang berbeda.

Mengapa Garam Kasar Sering Dipilih?

Garam kasar dapat memberikan beberapa keuntungan praktis:

  • Mudah ditaburkan di antara lapisan es
  • Lebih mudah dilihat saat proses berlangsung
  • Tidak cepat beterbangan
  • Pembentukan debu relatif lebih rendah
  • Mudah ditangani dengan scoop
  • Dapat larut secara bertahap bersama air lelehan es
  • Cocok untuk metode pendinginan tradisional

Pemilihan ukuran tetap harus mempertimbangkan desain peralatan.

Kristal yang terlalu besar dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk larut. Sebaliknya, produk yang terlalu halus dapat menggumpal ketika terkena kelembapan atau menghasilkan lebih banyak debu saat dituangkan.

Purchasing sebaiknya meminta sampel sebelum pembelian rutin agar ukuran aktual dapat diuji pada peralatan pelanggan.

Penggunaan pada Es Puter dan Es Krim Tradisional

penggunaan garam kasar pada proses pembuatan es puter

Pada pembuatan es puter, wadah berisi adonan ditempatkan di dalam wadah yang lebih besar. Es dan garam berada di ruang di antara kedua wadah tersebut.

Wadah adonan diputar terus-menerus sehingga:

  • Permukaan adonan yang bersentuhan dengan dinding dingin terus berganti
  • Kristal es yang terbentuk dapat dipecah
  • Pembekuan menjadi lebih merata
  • Adonan tidak hanya membeku sebagai satu blok padat
  • Tekstur dapat dikendalikan dengan lebih baik

Kinerja proses tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah garam.

Faktor lain yang juga penting meliputi:

  • Jumlah dan ukuran es
  • Suhu awal adonan
  • Kapasitas wadah
  • Material dan ketebalan dinding wadah
  • Kecepatan putaran atau pengadukan
  • Lama proses
  • Suhu lingkungan
  • Komposisi adonan
  • Perbandingan antara es, garam, dan kapasitas produk

Karena itu, hasil penggunaan garam yang sama dapat berbeda pada mesin atau metode produksi yang berbeda.

Apakah Prinsip Ini Digunakan pada Industri Modern?

Prinsip penurunan titik beku juga menjadi dasar penggunaan larutan garam dalam beberapa sistem pendinginan dan pemindahan panas.

Namun, sistem pendinginan industri modern tidak dapat disamakan langsung dengan ember berisi es dan garam.

Sistem industri dapat menggunakan:

  • Tangki larutan brine
  • Pompa sirkulasi
  • Heat exchanger
  • Pipa dan valve
  • Refrigeration chiller
  • Sensor suhu
  • Pengukuran konsentrasi
  • Material tahan korosi
  • Sistem kontrol
  • Prosedur pengisian dan pembuangan cairan

Konsentrasi brine, temperatur operasi, jenis logam, kompatibilitas gasket, kapasitas pompa, dan perlindungan korosi harus dihitung oleh perancang sistem.

Garam tidak boleh langsung dimasukkan ke instalasi pendinginan tanpa persetujuan vendor mesin atau engineer. Larutan natrium klorida dapat meningkatkan risiko korosi pada material tertentu.

Untuk sistem pendinginan tertutup, pelanggan sebaiknya memberikan spesifikasi teknis lengkap sebelum meminta penawaran.

Contoh Aplikasi Campuran Es dan Garam

Selain pembuatan es krim tradisional, konsep campuran es dan garam dapat digunakan pada proses tertentu seperti:

  • Es puter
  • Pendinginan wadah skala kecil
  • Demonstrasi proses pembekuan
  • Trial laboratorium
  • Pendinginan sementara dalam proses produksi
  • Pembuatan campuran es-slurry tertentu
  • Proses yang memang dirancang menggunakan brine

Namun, tidak semua aplikasi cold storage atau rantai dingin menggunakan garam. Banyak fasilitas modern menggunakan sistem refrigerasi mekanis tanpa menambahkan garam langsung ke es.

Artikel ini tidak boleh ditafsirkan bahwa garam dapat menggantikan mesin pendingin pada seluruh aplikasi industri.

Parameter Garam yang Perlu Dievaluasi

Ukuran partikel

Ukuran kristal memengaruhi kecepatan pelarutan dan kemudahan distribusi.

Purchasing sebaiknya tidak hanya meminta “garam kasar,” tetapi juga menginformasikan:

  • Rentang ukuran yang diinginkan
  • Ukuran dalam milimeter
  • Persentase tertahan atau lolos ayakan
  • Batas partikel terlalu besar
  • Batas produk halus atau debu
  • Contoh produk yang sedang digunakan

Kadar NaCl

NaCl menjadi komponen utama yang menghasilkan larutan garam.

Namun, kadar NaCl bukan satu-satunya faktor yang perlu dievaluasi. Produk dengan nilai NaCl serupa masih dapat berbeda dalam kadar air, material tidak larut, ukuran kristal, dan kandungan mineral lainnya.

Kadar air

Garam yang terlalu basah dapat:

  • Menggumpal selama penyimpanan
  • Menyulitkan penakaran
  • Menempel pada karung atau alat
  • Mengurangi kemampuan mengalir
  • Menyebabkan variasi berat bahan kering
  • Mempercepat kerusakan kemasan tertentu

Produk tetap harus disimpan di tempat kering meskipun akan digunakan bersama es.

Material tidak larut

Material tidak larut dapat berupa pasir, tanah, lumpur, cangkang, serat, atau benda asing.

Apabila campuran pendingin digunakan di area produksi makanan, material tidak larut dan kontaminan fisik dapat menambah pekerjaan pembersihan serta meningkatkan risiko kebersihan.

Pelanggan sebaiknya menetapkan batas material tidak larut apabila parameter tersebut penting bagi proses.

Kalsium dan magnesium

Kalsium dan magnesium tidak selalu menjadi parameter utama pada pendinginan sederhana dengan es.

Namun, pada sistem brine yang disirkulasikan, kandungan mineral tertentu dapat menjadi bagian dari evaluasi teknis karena berpotensi berkaitan dengan residu, endapan, atau pemeliharaan sistem.

Dengan atau tanpa penambahan yodium

Untuk penggunaan sebagai media pendingin di luar wadah, penambahan yodium biasanya bukan fungsi utama produk.

Pelanggan perlu menyampaikan apakah membutuhkan:

  • Produk tanpa penambahan yodium
  • Produk dengan penambahan KIO3
  • Batas KIO3 tertentu
  • Produk dengan persyaratan khusus karena digunakan di area makanan

Istilah tanpa yodium berarti tanpa penambahan KIO3. Batas kuantitatif tertentu tetap harus dikonfirmasi melalui spesifikasi dan COA.

Pelajari pilihan produk pada halaman garam industri tanpa penambahan yodium.

Kebersihan pada Area Produksi Makanan

Walaupun garam ditempatkan di luar wadah adonan, proses tetap dilakukan dekat dengan makanan.

Beberapa tindakan pencegahan yang perlu diterapkan antara lain:

  • Gunakan wadah adonan yang tertutup dengan baik
  • Pastikan tidak ada kebocoran dari ruang pendingin ke dalam produk
  • Jangan menggunakan alat penakar yang sama untuk bahan makanan dan media pendingin
  • Bersihkan tumpahan brine dengan segera
  • Hindari kontaminasi silang
  • Simpan karung garam di area kering
  • Gunakan prosedur sanitasi perusahaan
  • Periksa kondisi wadah sebelum produksi
  • Pisahkan saluran pembuangan brine dari bahan makanan
  • Ikuti prosedur QA dan higiene perusahaan

Apabila terdapat kemungkinan kontak langsung dengan makanan, spesifikasi garam dan prosedur penggunaannya harus disetujui oleh QA pelanggan.

Perhatikan Risiko Korosi

Larutan garam dapat mempercepat korosi pada jenis logam tertentu, terutama apabila permukaan terus-menerus basah dan tidak dibersihkan.

Bagian yang perlu diperhatikan dapat mencakup:

  • Wadah luar
  • Rangka mesin
  • Baut
  • Bearing housing
  • Lantai logam
  • Saluran pembuangan
  • Pipa
  • Valve
  • Peralatan penakar
  • Area di sekitar mesin

Setelah proses, peralatan sebaiknya dibersihkan dan dikeringkan sesuai prosedur.

Untuk instalasi yang menggunakan sirkulasi brine, pemilihan material dan perlindungan korosi harus ditentukan oleh engineer atau vendor sistem.

Cara Melakukan Trial Garam Kasar

Trial membantu memastikan ukuran dan karakter produk sesuai dengan peralatan pelanggan.

Siapkan parameter tetap

Gunakan kondisi yang sama untuk setiap sampel:

  • Berat es
  • Ukuran es
  • Jumlah garam
  • Suhu awal
  • Volume adonan atau beban pendinginan
  • Jenis wadah
  • Kecepatan putaran
  • Lama proses
  • Suhu lingkungan

Catat perubahan suhu

Ukur suhu campuran es-garam dan suhu produk secara berkala.

Jangan hanya menilai berdasarkan apakah es terlihat mencair. Suhu aktual memberikan informasi yang lebih berguna.

Perhatikan pelarutan

Evaluasi:

  • Apakah garam mudah tersebar
  • Apakah ada kristal sangat besar yang tidak larut
  • Apakah banyak produk halus atau debu
  • Apakah garam menggumpal
  • Apakah distribusi di antara es merata

Periksa kebersihan

Setelah proses, periksa:

  • Jumlah residu
  • Material tidak larut
  • Kondisi wadah
  • Kemudahan pembersihan
  • Tumpahan
  • Kondisi drainase
  • Tanda awal korosi

Evaluasi hasil akhir

Bandingkan:

  • Lama pembekuan
  • Suhu akhir
  • Konsistensi proses
  • Konsumsi garam
  • Kemudahan kerja operator
  • Pembersihan
  • Biaya per batch

Sampel dengan harga terendah belum tentu memberikan biaya proses paling rendah apabila penggunaannya lebih sulit atau menghasilkan banyak residu.

Pertanyaan untuk Supplier Garam Kasar

Sebelum membeli, sampaikan informasi berikut:

  1. Nama perusahaan
  2. Penggunaan garam
  3. Apakah untuk es krim, es puter, atau sistem brine
  4. Apakah terdapat kemungkinan kontak dengan makanan
  5. Ukuran kristal yang dibutuhkan
  6. Target NaCl
  7. Batas kadar air
  8. Batas material tidak larut
  9. Batas Ca dan Mg apabila diperlukan
  10. Dengan atau tanpa penambahan yodium
  11. Kebutuhan per batch
  12. Kebutuhan bulanan
  13. Kemasan 25 kg atau 50 kg
  14. Lokasi pengiriman
  15. Dokumen yang dibutuhkan
  16. Jadwal trial
  17. Contoh atau foto garam yang sedang digunakan

Informasi tersebut membantu supplier mengarahkan pelanggan ke produk yang lebih relevan.

Kemasan dan Penyimpanan

PT. Artha Garam Indonesia menyediakan pilihan kemasan 25 kg dan 50 kg dengan inner plastic dan outer woven bag.

Produk sebaiknya disimpan:

  • Di gudang kering
  • Di atas pallet
  • Tidak langsung menyentuh lantai
  • Terlindungi dari hujan
  • Terpisah dari bahan berbau kuat
  • Dalam karung tertutup
  • Menggunakan identifikasi batch
  • Mengikuti sistem FIFO perusahaan
  • Jauh dari bahan kimia yang dapat mencemari produk

Karung basah, robek, atau terbuka harus dipisahkan untuk diperiksa sebelum digunakan.

Faktor yang Memengaruhi Harga

Harga garam kasar dapat dipengaruhi oleh:

  • Kadar NaCl
  • Kadar air
  • Batas material tidak larut
  • Batas Ca dan Mg
  • Rentang ukuran kristal
  • Dengan atau tanpa penambahan yodium
  • Tingkat penyaringan
  • Jenis kemasan
  • Volume pembelian
  • Frekuensi pengiriman
  • Lokasi tujuan
  • Persyaratan dokumen
  • Penggunaan pallet

Perbandingan harga harus dilakukan pada spesifikasi, berat bersih, pajak, kemasan, dan kondisi pengiriman yang sama.

Informasi lebih lanjut tersedia pada halaman harga garam industri.

Pasokan Garam Kasar dari PT. Artha Garam Indonesia

PT. Artha Garam Indonesia melayani kebutuhan garam industri B2B dengan dukungan:

  • Bahan baku garam lokal
  • Fasilitas produksi di Cirebon
  • Dukungan stok dan distribusi dari Tambun, Bekasi
  • Pilihan garam halus dan kasar
  • Pilihan dengan atau tanpa penambahan yodium
  • Kemasan 25 kg dan 50 kg
  • Sertifikasi Halal dan SNI
  • Dukungan sampel dan trial
  • COA serta dokumen pendukung sesuai produk
  • Pengiriman berdasarkan volume dan jadwal pelanggan

Spesifikasi aktual harus dikonfirmasi berdasarkan jenis produk dan COA yang berlaku.

Pelajari proses pengolahan pada halaman proses produksi garam industri atau lihat layanan pengadaan pada halaman supplier garam pabrik.

Minta Sampel Garam Kasar untuk Trial

Sebelum melakukan pembelian rutin, perusahaan dapat meminta sampel untuk mengevaluasi ukuran kristal, kebersihan, pelarutan, residu, dan kesesuaiannya dengan proses pendinginan.

Kirimkan jenis aplikasi, ukuran yang dibutuhkan, volume bulanan, kemasan, spesifikasi target, dan lokasi pengiriman.

Klik di Sini untuk Mendapatkan FREE Sample

Permintaan sampel akan ditinjau berdasarkan profil perusahaan, aplikasi, jenis produk, lokasi pengiriman, dan ketersediaan sampel.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa garam dicampurkan dengan es saat membuat es krim?

Garam menurunkan titik beku air. Campuran es dan garam dapat mencapai suhu di bawah 0°C sehingga dapat menyerap panas dari wadah adonan dan membantu proses pembekuan.

Apakah garam dimasukkan langsung ke dalam adonan es krim?

Untuk fungsi pendinginan tradisional, garam ditempatkan bersama es di luar wadah adonan. Garam hanya dimasukkan ke dalam adonan apabila memang menjadi bagian dari formulasi makanan.

Apakah garam kasar lebih dingin daripada garam halus?

Tidak. Pengaruh terhadap titik beku berasal dari konsentrasi garam yang telah larut. Ukuran kristal terutama memengaruhi kecepatan pelarutan, distribusi, debu, dan kemudahan penanganan.

Mengapa garam kasar sering dipilih?

Garam kasar relatif mudah ditaburkan di antara lapisan es, mudah ditangani, dan menghasilkan debu lebih sedikit daripada produk yang sangat halus.

Apakah garam untuk pendinginan harus memenuhi persyaratan pangan?

Apabila garam dapat bersentuhan langsung atau berpotensi mencemari makanan, spesifikasinya harus disetujui oleh QA pelanggan. Untuk penggunaan di luar wadah tertutup, persyaratan tetap ditentukan berdasarkan kebersihan dan prosedur perusahaan.

Apakah larutan garam dapat menyebabkan korosi?

Larutan garam dapat meningkatkan risiko korosi pada material tertentu. Peralatan perlu dibersihkan dan dikeringkan, sedangkan sistem brine harus dirancang oleh engineer atau vendor yang memahami kompatibilitas material.

Apakah tersedia garam kasar kemasan 25 kg dan 50 kg?

Ya. PT. Artha Garam Indonesia menyediakan pilihan kemasan 25 kg dan 50 kg. Ketersediaan ukuran dan spesifikasi perlu dikonfirmasi sebelum pemesanan.

Apakah pelanggan dapat meminta sampel?

Ya. Permintaan sampel dapat didiskusikan berdasarkan aplikasi, target ukuran, spesifikasi, volume kebutuhan, lokasi pengiriman, dan hasil verifikasi perusahaan.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X