distibutor-garam

Cara Mudah Menjadi Distributor Garam yang Sukses

Ada banyak jenis usaha yang jarang dilirik orang namun bisa membawa pelakunya meraih kesuksesan. Salah satunya yaitu menjadi seorang distributor garam yang termasuk kebutuhan pokok masyarakat, terlebih kebutuhan garam cakupannya sangat luas hingga ke ranah industri.

Menjadi distributor yang sukses tentu tidak sekedar menyalurkan garam dari produsen ke konsumen saja. Ada beberapa trik dan cara tertentu yang wajib diterapkan demi mendukung kesuksesan tersebut. Jika bisa menerapkannya dengan konsisten, tentu potensi untuk sukses jadi lebih besar.

Cara Menjadi Distributor Garam yang Sukses

Secara umum, menjadi distributor membutuhkan ketelatenan dan komunikasi yang baik dalam membangun jaringan bisnis. Namun khusus distributor produk garam, ada beberapa cara tertentu yang membedakannya dengan usaha lain dan bisa mendorong pelakunya untuk sukses. Cara tersebut meliputi:

1. Persiapkan Modal dan Sesuaikan Dengan Kemampuan

Semua jenis usaha pasti membutuhkan modal untuk memulainya. Biasanya ada yang membutuhkan modal kecil ataupun besar tergantung jenis usahanya. Usaha menjadi distributor produk garam sifatnya lebih dinamis karena jumlah modal bisa menyesuaikan kemampuan.

Bagi yang memiliki modal besar, bisa menyiapkan tempat sendiri serta jumlah pasokan garam lebih besar. Biasanya jenis garam industri lebih cocok dijadikan produk utama usaha ini. Sebaliknya, ketika modal yang dimiliki terbatas, jenis garam konsumsi atau garam dapur lebih tepat dicoba.

Pasalnya, usaha garam konsumsi tidak membutuhkan kuantitas yang banyak serta barang yang dipasok bisa disimpan di rumah terlebih dahulu.

2. Menentukan Pangsa Pasar dan Menyesuaikannya

Setelah modal dipersiapkan dengan matang sesuai kemampuan, langkah selanjutnya adalah menentukan pangsa pasar serta menyesuaikan kondisinya. Pada dasarnya, produk garam memiliki pangsa pasar yang sangat luas.

Tapi sasaran konsumennya tetap harus disesuaikan kembali dengan jenis garam yang ingin disalurkan. Kalau jenis garam dapur atau beriodium yang sudah dikemas kecil-kecil, berarti sasaran pasarnya rumah tangga sehingga bisa disalurkan ke beberapa tempat berikut:

  • Toko kelontong.
  • Warung sembako di sekitar rumah.
  • Perorangan.
  • Rumah makan.
  • Usaha kuliner rumahan.
  • Usaha katering.
  • Usaha penjual jajanan gurih seperti pentol, cimol, sempol, dan sejenisnya.

Sebaliknya, untuk jenis garam industri atau konsumsi yang jumlahnya besar, sasaran pasarnya juga lebih besar, seperti:

  • Industri makanan dan cemilan.
  • Industri minyak.
  • Industri pengawetan makanan.
  • Industri ikan asin.
  • Industri sabun batang.
  • Semua jenis industri yang memakai bahan baku garam.

3. Memilih Lokasi Usaha yang Strategis

Menjadi distributor garam sebenarnya bisa menggunakan teori yang mirip dengan menjadi produsennya. Walaupun perannya hanya menyalurkan garam saja, pemilihan lokasi menjadi pertimbangan penting untuk mempermudah langkah pemasaran.

Pemilihan lokasi yang tepat untuk distributor produk garam adalah yang jaraknya berada di tengah-tengah antara sasaran konsumen atau penjual dengan produsennya. Lokasi inilah yang disebut strategis bagi seorang distributor.

Jadi letaknya berada di sekitar penjual garam atau industri yang membutuhkan garam dengan jumlah besar. Tapi juga tidak terlalu jauh dari pantai yang menjadi area produksi garam. Dengan begitu, maka biaya transportasi bisa diperkecil dan layanan yang diberikan pada konsumen lebih cepat.

Jika memiliki modal lebih, bisa menyiasatinya dengan menyewa ruko untuk menyimpan garam di sekitar lokasi produksi.

4. Bangun Kerjasama dengan Produsen dan Supplier Berkualitas

Produsen garam di Indonesia jumlahnya cukup banyak mengingat proses pengolahannya yang mudah dan lokasi geografis yang mendukung. Sayangnya, tidak semua produsen terbukti berkualitas. Bahkan banyak yang menjadi produsen ilegal tanpa izin resmi dari pemerintah.

Agar usaha yang dijalankan tidak memberikan risiko yang merugikan, pastikan untuk membangun kerjasama dengan produsen berkualitas, yakni:

  • Sifatnya legal dan memiliki izin usaha resmi.
  • Produsen yang mengelola garam dengan teknologi lebih canggih.
  • Produsen yang sudah berpengalaman lama.
  • Produsen yang sudah terkenal dan dipercaya banyak pelanggan.

5. Pilih Supplier dengan Harga Jual Rendah dan Berkualitas

Trik ini paling penting diterapkan untuk mendapat keuntungan yang lebih besar dari usaha sebagai distributor. Agar garam yang disalurkan memberikan keuntungan dan diminati banyak pelanggan, pastikan produsen atau supplier memberikan harga garam industri dan konsumsi lebih murah dari umumnya.

Jangan langsung tergoda dengan penawaran harga murah sebelum mengecek kualitas garam yang dihasilkan. Garam yang berkualitas dan disukai masyarakat setidaknya memenuhi standar kandungan natrium di dalamnya, yakni sekitar 88 – 97,5 %.

6. Kenali Produk Garam yang Berkualitas

Menjadi distributor wajib mengetahui kualitas produk yang ingin disalurkan pada konsumen. Bagi yang belum berpengalaman bisnis garam, bisa mengenali kualitas garam dari kondisinya yang senantiasa kering dan tidak lembab.

Selain itu, garam yang sudah dikemas juga tidak boleh sampai menggumpal, berwarna kekuningan, atau bahkan telah melewati batas penggunaan terbaik.

Kualitas garam juga bisa ditentukan dari kadar NaCl nya. Untuk garam industri, kadarnya bisa mencapai 97,5 % dengan pembagian sulfat 2%, kalsium 2%, dan magnesium 2%. Sedangkan garam konsumsi kadar NaCl nya hanya mencapai 87% saja. Tidak heran jika harga garam konsumsi lebih murah dibanding industri.

7. Urus Izin Usaha

Setelah usaha distributor produk garam mengalami perkembangan yang pesat dan memiliki banyak pelanggan, keuntungan yang diperoleh bisa digunakan untuk mengurus izin usaha. Jadi sifat usaha resmi sehingga lebih dipercaya masyarakat.

Khusus untuk yang memiliki modal besar di awal usaha, mengurus perizinan ini wajib dilakukan pertama kali sejak memulai usaha. Jadi, statusnya legal dan tidak akan mendapat sanksi dari pemerintah ketika sudah beroperasi.

8. Rutin Mencatat Pengeluaran dan Pemasukan

Banyak distributor garam yang sukses di awal namun bangkrut di akhir karena tidak bisa mengelola keuangannya dengan baik. Oleh karenanya pencatatan keuangan ini wajib dilakukan secara rutin dan detail.

Setiap ada pemasukan dan pengeluaran dari usaha garam, langsung dicatat dan dikalkulasikan. Jadi keuangan yang dimiliki bisa langsung dialokasikan pada kebutuhan usaha dan memisahkannya dengan keuntungan.

9. Mulai Distribusikan dari Toko dan Warung di Sekitar Lokasi

Baik usaha garam industri skala besar maupun garam konsumsi skala kecil, proses distribusinya tetap harus dimulai secara bertahap. Caranya dengan mulai penyaluran dan mendatangi warung-warung atau toko-toko sekitar lokasi Anda.

Proses ini membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Semakin baik cara menawarkan garam ke penjual, semakin besar kemungkinan mereka tertarik.

Menawarkan garam langsung ke lokasi terbilang cukup potensial mengingat banyak pemilik warung yang ingin menghemat waktu dan tenaga untuk memasok garam tanpa repot datang ke distributornya.

10. Lengkapi Usaha dengan Perlengkapan Pendukung

Untuk memudahkan proses usaha distributor produk garam, sebisa mungkin untuk melengkapinya dengan perlengkapan pendukung lainnya. Misalnya saja dengan menyiapkan gudang khusus penempatan garam, serok, hingga mesin pengering untuk menjaga garam tetap kering.

11. Tambahkan Karyawan untuk Efisiensi

Setelah usaha besar dan dirasa membutuhkan karyawan untuk pengelolaannya, boleh merekrut karyawan hanya untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan saja. Tapi kalau bisa di handle sendiri, perekrutan karyawan tidak perlu dilakukan.

Bagi Anda yang ingin menjadi seorang distributor garam sukses, beberapa cara di atas bisa diterapkan secara bertahap. Sesuaikan tips dan cara yang ada dengan kondisi usaha yang sedang dijalankan agar hasilnya lebih maksimal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X