Garam tidak hanya digunakan sebagai pemberi rasa asin. Natrium klorida atau NaCl juga digunakan sebagai bahan baku, bahan formulasi, media proses, dan bahan pendukung pada berbagai kegiatan industri.
Namun, fungsi garam berbeda untuk setiap pabrik. Garam yang digunakan untuk seasoning makanan tidak dapat langsung dianggap cocok untuk regenerasi resin, proses kimia, feedmill, tekstil, atau pembuatan larutan industri.
Setiap aplikasi dapat membutuhkan perbedaan pada:
- Kadar NaCl
- Kadar air
- Kalsium
- Magnesium
- Sulfat
- Material tidak larut
- Ukuran partikel
- Dengan atau tanpa penambahan yodium
- Kondisi kemasan
- Dokumen produk
- Konsistensi antar-batch
Karena itu, purchasing tidak sebaiknya membeli garam hanya berdasarkan warna putih, rasa asin, atau harga per kilogram.
Pemilihan perlu melibatkan purchasing, produksi, engineering, quality assurance, quality control, R&D, atau formulator sesuai jenis industrinya.
PT. Artha Garam Indonesia menyediakan pilihan garam industri halus dan kasar untuk kebutuhan B2B. Kesesuaian produk tetap perlu dikonfirmasi melalui spesifikasi, COA, sampel, dan hasil trial pelanggan.
Untuk melihat gambaran sektor pengguna secara umum, kunjungi halaman industri yang menggunakan garam.
Apa yang Dimaksud dengan Garam Industri?
Garam industri adalah garam yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan pendukung dalam suatu proses produksi.
Istilah tersebut tidak menunjukkan satu komposisi yang otomatis berlaku bagi seluruh pengguna.
Produk dapat berbeda berdasarkan:
- Sumber bahan baku
- Metode pencucian
- Tingkat pengeringan
- Ukuran kristal
- Pemisahan mineral
- Penambahan yodium
- Proses screening
- Sistem pengemasan
- Target aplikasinya
Sebagai contoh, pabrik seasoning dapat memerlukan garam halus yang mudah tercampur. Pengguna water softener mungkin lebih memperhatikan material tidak larut, kualitas brine, dan kebersihan tangki. Pabrik kimia tertentu dapat menetapkan batas Ca, Mg, sulfat, atau pengotor lain yang jauh lebih ketat.
Karena itu, tidak tepat menyatakan bahwa semua garam industri harus memiliki satu kadar NaCl yang sama.
Spesifikasi harus mengikuti:
- Kategori produk
- Proses pelanggan
- Standar yang relevan
- Persyaratan pembelian
- Hasil trial
Pembahasan parameter mutu dapat dibaca pada halaman spesifikasi garam industri.
Fungsi Garam dalam Industri Makanan
Dalam industri makanan, garam dapat digunakan sebagai:
- Pemberi rasa asin
- Penyeimbang rasa
- Bagian dari seasoning
- Bahan dalam campuran tepung
- Bagian dari larutan brine
- Bahan proses fermentasi tertentu
- Bahan perendaman
- Pendukung pengawetan pada formulasi tertentu
- Bahan dalam saus dan produk olahan
- Bahan dalam produksi kerupuk dan makanan ringan
Fungsi aktual bergantung pada formula dan proses pelanggan.
Garam tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya pengawet yang otomatis membuat seluruh makanan aman. Efektivitas pengawetan dipengaruhi oleh konsentrasi, aktivitas air, pH, temperatur, proses pemanasan, kemasan, mikroorganisme, dan bahan lainnya.
Apabila garam bersentuhan langsung dengan makanan, pelanggan perlu mengevaluasi:
- Kategori produk
- Spesifikasi pangan
- Kebersihan
- Kadar NaCl
- Material tidak larut
- Ca dan Mg
- Ukuran partikel
- KIO3
- Dokumen
- Kondisi kemasan
- Hasil trial
Untuk informasi produk yang lebih spesifik, buka halaman garam untuk industri makanan dan minuman.
Garam Halus untuk Seasoning dan Pencampuran
Garam halus dapat dipilih ketika perusahaan membutuhkan distribusi yang relatif merata di dalam campuran.
Contoh aplikasinya dapat mencakup:
- Bumbu bubuk
- Seasoning
- Campuran tepung
- Kerupuk
- Makanan ringan
- Bakery
- Produk instan
- Formula kering lainnya
Ukuran partikel yang mendekati ukuran bahan lain dapat membantu mengurangi segregasi.
Namun, produk yang sangat halus juga dapat:
- Menghasilkan lebih banyak debu
- Menempel ketika lembap
- Membentuk gumpalan
- Masuk ke celah mesin
- Mengganggu sealing
- Memerlukan dust extraction
Karena itu, istilah “semakin halus semakin baik” tidak selalu benar.
Pelanggan sebaiknya menentukan ukuran menggunakan:
- Mesh
- Milimeter
- Persentase lolos ayakan
- Persentase tertahan
- Distribusi ukuran
- Sampel pembanding
Fungsi Garam dalam Industri Feedmill
Dalam industri pakan, garam dapat digunakan sebagai salah satu sumber natrium dan klorida dalam formulasi.
Jumlah penggunaannya harus ditentukan oleh:
- Formulator
- Ahli nutrisi
- Tim R&D
- Quality assurance
- Personel teknis pelanggan
Supplier garam tidak sebaiknya memberikan dosis umum untuk unggas, ikan, sapi, kambing, atau jenis ternak lainnya tanpa mengetahui keseluruhan formulasi.
Penggunaan harus memperhitungkan:
- Jenis ternak
- Umur
- Fase pemeliharaan
- Natrium dari bahan lain
- Klorida dari bahan lain
- Premix
- Konsumsi pakan
- Target nutrisi
- Ketentuan perusahaan
Selain komposisi kimia, feedmill juga dapat memperhatikan:
- Homogenitas pencampuran
- Ukuran partikel
- Kemampuan mengalir
- Debu
- Kadar air
- Material asing
- Kondisi karung
- Konsistensi batch
PT. Artha Garam Indonesia menyediakan garam sebagai bahan baku, bukan pakan lengkap, premix lengkap, atau obat hewan.
Informasi lebih lanjut tersedia pada halaman garam untuk pakan ternak dan industri feedmill.
Fungsi Garam pada Water Softener

Penting untuk memahami bahwa garam tidak secara langsung “menyerap” kalsium dan magnesium dari air.
Dalam sistem water softener:
- Air sadah melewati resin.
- Resin menukar ion natrium dengan kalsium dan magnesium.
- Kapasitas resin secara bertahap habis.
- Larutan NaCl digunakan dalam siklus regenerasi.
- Brine membantu mengembalikan resin ke bentuk natriumnya.
- Kalsium, magnesium, dan sisa brine dikeluarkan melalui aliran regenerasi.
EPA menjelaskan bahwa resin pertukaran kation menghilangkan ion pembentuk kesadahan dan dapat diregenerasi menggunakan larutan natrium klorida atau brine.
Penjelasan teknisnya dapat dilihat pada panduan teknologi ion exchange dari US EPA.
Konsentrasi, volume, waktu, dan jumlah garam harus mengikuti desain serta petunjuk vendor:
- Resin
- Control valve
- Water softener
- Brine tank
- Sistem regenerasi
Supplier garam tidak boleh menentukan setting regenerasi tanpa mengetahui kapasitas resin, kualitas air, dan konfigurasi sistem.
Parameter Garam untuk Regenerasi Resin
Beberapa parameter yang dapat memengaruhi sistem antara lain:
Material tidak larut
Pasir, lumpur, cangkang, dan material asing dapat terkumpul di dasar brine tank atau mengganggu saluran.
Kalsium dan magnesium
Pelanggan dapat menetapkan batas Ca dan Mg karena prosesnya memang ditujukan untuk mengendalikan kesadahan.
Ukuran kristal
Kristal yang terlalu besar dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk larut. Produk terlalu halus dapat menggumpal atau membentuk lapisan padat apabila sistem tidak sesuai.
Kadar air
Kadar air tinggi mengurangi jumlah NaCl aktual yang diterima per kilogram produk.
Kebersihan brine tank
Garam yang baik tetap dapat menghasilkan masalah apabila tangki:
- Kotor
- Penuh endapan
- Tidak pernah dikuras
- Memiliki salt bridge
- Salurannya tersumbat
- Terkena kontaminasi
Kualitas garam dan kondisi sistem harus dievaluasi bersama.
Fungsi Garam dalam Industri Kimia

Salah satu contoh utamanya adalah industri chlor-alkali. Dalam proses tersebut, garam dilarutkan untuk menghasilkan brine, kemudian brine dimurnikan dan diproses melalui elektrolisis.
Proses ini dapat menghasilkan:
- Chlorine
- Sodium hydroxide atau caustic soda
- Hydrogen
Euro Chlor menjelaskan bahwa chlor-alkali menggunakan garam, air, dan listrik, dengan brine yang telah dipersiapkan masuk ke unit elektrolisis.
Penjelasan proses tersedia pada informasi chlor-alkali dari Euro Chlor.
Namun, tidak semua garam industri otomatis cocok untuk chlor-alkali.
Proses tersebut dapat menetapkan batas ketat terhadap:
- Ca
- Mg
- Sulfat
- Material tidak larut
- Logam
- Pengotor organik
- Kadar air
- Komposisi ion lainnya
Calcium dan magnesium dapat mengganggu membran atau proses pemurnian brine. Karena itu, calon pelanggan harus memberikan spesifikasi lengkap dan melakukan evaluasi teknis.
PT. Artha Garam Indonesia tidak menyatakan bahwa seluruh produk otomatis sesuai untuk chlor-alkali, pharmaceutical, atau proses kimia dengan persyaratan tinggi.
Kesesuaian hanya dapat ditentukan berdasarkan:
- Produk yang ditawarkan
- COA
- Metode pengujian
- Trial
- Persetujuan pelanggan
Informasi produk umum tersedia pada halaman garam untuk industri kimia.
Garam Tidak Langsung Menjadi Pemutih Kertas
Garam tidak memutihkan kertas hanya karena warnanya putih.
Pada rantai industri kimia, NaCl dapat digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan chlorine dan senyawa lain melalui proses chlor-alkali. Sebagian senyawa hasil industri kimia tersebut dapat digunakan dalam proses bleaching atau pengolahan tertentu.
Tetapi fungsi tersebut berbeda dengan menuangkan garam kristal secara langsung sebagai bahan pemutih.
Karena itu, artikel atau materi pemasaran sebaiknya membedakan:
- NaCl sebagai bahan baku kimia
- Chlorine atau senyawa turunannya
- Bahan bleaching
- Proses aktual di pabrik kertas
Jangan menyatakan bahwa warna putih garam membuatnya berfungsi sebagai pemutih.
Fungsi Garam dalam Sabun dan Deterjen
Garam dapat digunakan pada formula atau tahapan proses tertentu dalam pembuatan sabun, deterjen, dan produk pembersih.
Fungsinya dapat berkaitan dengan:
- Penyesuaian viskositas pada formula tertentu
- Pengaturan fase
- Pemisahan pada proses tertentu
- Pembuatan larutan proses
- Bahan pendukung produksi
- Bagian dari formulasi pelanggan
Namun, respons formula terhadap NaCl tidak selalu sama.
Penambahan garam terlalu banyak dapat menyebabkan:
- Viskositas berubah berlebihan
- Produk menjadi terlalu encer
- Produk menggumpal
- Formula terpisah
- Kejernihan menurun
- Endapan
- Ketidakstabilan
Jumlah garam harus ditentukan melalui formula dan trial laboratorium.
Supplier tidak sebaiknya memberikan satu dosis universal karena hasilnya bergantung pada:
- Jenis surfaktan
- Konsentrasi
- pH
- Temperatur
- Urutan penambahan
- Bahan aktif
- Air baku
- Bahan lainnya
Apabila pelanggan melarutkan garam sebelum dimasukkan ke proses, baca panduan cara membuat larutan garam industri dan brine.
Penggunaan pada Industri Tekstil
Pada proses pewarnaan tekstil tertentu, elektrolit seperti sodium chloride dapat digunakan untuk membantu interaksi antara zat warna dan serat.
Namun, kebutuhan garam bergantung pada:
- Jenis serat
- Jenis zat warna
- Konsentrasi dye bath
- Rasio cairan
- Temperatur
- pH
- Mesin
- Resep pewarnaan
- Target warna
- Sistem pengolahan limbah
Garam bukan pewarna dan tidak membuat seluruh dye dan kain menjadi “homogen” secara otomatis.
Pelanggan harus mengikuti resep dari:
- Supplier dye
- Laboratorium tekstil
- Process engineer
- Tim produksi
- Tim R&D
Konsentrasi tinggi juga dapat meningkatkan beban total dissolved solids dan chloride pada air limbah. Karena itu, penggunaan dan pembuangannya perlu dikendalikan.
Penggunaan pada Pengawetan Kulit Mentah
Garam dapat digunakan untuk membantu mengawetkan kulit mentah sebelum proses pengolahan berikutnya.
Dalam proses curing, garam membantu mengurangi ketersediaan air dan memperlambat kerusakan bahan selama penyimpanan atau transportasi.
Namun, curing tidak sama dengan tanning atau penyamakan.
Perbedaannya:
- Curing membantu mempertahankan kondisi kulit mentah sebelum diproses.
- Tanning mengubah kulit mentah menjadi leather melalui proses kimia dan mekanis lebih lanjut.
Garam tidak secara otomatis membunuh seluruh bakteri dan tidak menggantikan pengendalian:
- Kebersihan
- Temperatur
- Waktu
- Drainase
- Dosis proses
- Penyimpanan
- Quality control
Spesifikasi garam dan prosedur curing harus mengikuti kebutuhan tannery atau pelanggan.
Penggunaan Garam dalam Sistem Pendinginan
Larutan NaCl dapat digunakan sebagai media brine pada sistem pendinginan tertentu.
Campuran es dan garam juga digunakan pada proses sederhana seperti pembuatan es puter karena garam menurunkan titik beku air.
Namun, penggunaan pada sistem industri harus dirancang dengan mempertimbangkan:
- Konsentrasi
- Temperatur
- Titik beku
- Material tangki
- Material pipa
- Pompa
- Seal
- Korosi
- Heat exchanger
- Pengelolaan kebocoran
Larutan chloride dapat meningkatkan risiko korosi pada material tertentu.
Garam tidak boleh langsung dimasukkan ke chiller atau instalasi refrigerasi tanpa persetujuan vendor dan engineer.
Penjelasan lebih lengkap tersedia pada artikel fungsi garam kasar untuk es krim dan sistem pendinginan.
Penggunaan pada Sistem Kolam dengan Salt Chlorinator
Pada kolam yang dirancang menggunakan salt chlorinator, garam dilarutkan dalam air kolam. Sel elektrolisis kemudian menggunakan chloride dalam larutan untuk menghasilkan bahan aktif yang membantu sanitasi air.
Hal ini tidak berarti garam kristal sendiri langsung membunuh seluruh mikroorganisme hanya karena berada di dalam air.
Kinerja sistem dipengaruhi oleh:
- Konsentrasi garam
- Desain chlorinator
- Kapasitas kolam
- pH
- Kondisi sel
- Waktu operasi
- Beban pengguna
- Filtrasi
- Kualitas air
- Pemeliharaan
Gunakan konsentrasi dan prosedur dari produsen chlorinator.
Garam yang mengandung banyak material tidak larut atau mineral tertentu juga dapat menambah endapan dan pekerjaan pembersihan.
Fungsi Garam dalam Pembuatan Larutan Proses

Larutan dapat digunakan untuk:
- Regenerasi
- Pencucian
- Formulasi
- Brine
- Utility
- Pengujian
- Tahapan proses tertentu
Dalam pembuatan larutan, perusahaan perlu menentukan apakah konsentrasi dinyatakan sebagai:
- Persen berat atau w/w
- Persen berat per volume atau w/v
- Gram per liter
- Specific gravity
- Salometer
- Density
- Konsentrasi NaCl aktual
Kesalahan menentukan dasar konsentrasi dapat menghasilkan jumlah garam yang tidak sesuai.
Sebagai contoh, 10 kg garam ditambahkan ke 100 liter air tidak otomatis berarti larutan akhir 10% dengan seluruh metode perhitungan.
Kadar NaCl dan kadar air produk juga memengaruhi konsentrasi aktual.
Mengapa Spesifikasi Berbeda untuk Setiap Industri?
Fungsi garam menentukan parameter apa yang paling penting.
Industri makanan
Dapat lebih memperhatikan kebersihan, kategori produk, ukuran, KIO3, dokumen, dan material tidak larut.
Feedmill
Dapat lebih memperhatikan NaCl, ukuran, kemampuan mengalir, KIO3, dan kesesuaian formulasi.
Water softener
Dapat lebih memperhatikan pelarutan, material tidak larut, Ca, Mg, dan konsistensi brine.
Sabun dan deterjen
Dapat lebih memperhatikan NaCl, kelarutan, warna, material tidak larut, dan pengaruh terhadap formula.
Industri kimia
Dapat memiliki batas lebih ketat untuk Ca, Mg, sulfat, logam, material tidak larut, dan komponen lainnya.
Tekstil
Dapat mempertimbangkan kelarutan, konsistensi, impurity, dan pengaruh terhadap dye bath.
Karena itu, supplier tidak sebaiknya menawarkan satu spesifikasi sebagai produk terbaik untuk seluruh industri.
Parameter Mutu yang Perlu Diperiksa
Kadar NaCl
NaCl menunjukkan kandungan sodium chloride dalam produk.
Konfirmasikan apakah hasil dinyatakan sebagai:
- Wet basis
- Dry basis
- Hasil batch aktual
- Nilai spesifikasi minimum
Kadar air
Kadar air memengaruhi:
- Berat NaCl aktual
- Penggumpalan
- Kemampuan mengalir
- Feeding
- Penyimpanan
- Akurasi penimbangan
Kalsium dan magnesium
Ca dan Mg dapat berhubungan dengan:
- Endapan
- Kekeruhan
- Kerak
- Higroskopisitas
- Formula
- Resin
- Membran
- Peralatan
Kedua parameter sebaiknya diminta secara terpisah apabila pelanggan mempunyai batas berbeda.
Material tidak larut
Material tidak larut dapat berupa:
- Pasir
- Lumpur
- Tanah
- Cangkang
- Serat
- Benda asing
Material tersebut dapat terkumpul pada tangki, filter, resin, pipa, nozzle, atau produk akhir.
Sulfat
Sulfat dapat menjadi parameter penting bagi proses kimia atau pelanggan yang sensitif terhadap komposisi ion.
Ukuran partikel
Ukuran memengaruhi:
- Pelarutan
- Feeding
- Pencampuran
- Debu
- Segregasi
- Kecepatan proses
KIO3
Pelanggan perlu menyatakan apakah membutuhkan:
- Dengan penambahan yodium
- Tanpa penambahan yodium
- Target KIO3
- Batas maksimum KIO3
Istilah tanpa yodium sebaiknya dipahami sebagai tanpa penambahan KIO3.
Baca halaman garam industri tanpa penambahan yodium.
Jangan Menilai Garam Hanya dari Warna
Garam yang terlihat putih belum tentu otomatis memiliki:
- NaCl sesuai target
- Kadar air rendah
- Ca dan Mg rendah
- Material tidak larut rendah
- Ukuran konsisten
- KIO3 sesuai
- Dokumen yang lengkap
Sebaliknya, sedikit perbedaan warna tidak selalu berarti produk tidak dapat digunakan.
Pemeriksaan visual harus didukung oleh:
- COA
- Sampling
- Pengujian
- Trial
- Evaluasi proses
Cara Melakukan Trial
Trial membantu memastikan produk sesuai dengan sistem pelanggan.
Tahap evaluasi dapat mencakup:
- Pemeriksaan kemasan
- Pemeriksaan visual
- Uji kadar air
- Uji ukuran partikel
- Uji kemampuan mengalir
- Uji pelarutan
- Filtrasi
- Pemeriksaan residu
- Trial feeding
- Trial formula
- Evaluasi produk akhir
Catat:
- Nomor batch
- Jumlah sampel
- Kondisi mesin
- Formula
- Waktu proses
- Hasil
- Personel yang menyetujui
Hasil satu sampel juga perlu dikonfirmasi melalui pasokan berikutnya sebelum menyimpulkan konsistensi jangka panjang.
Dokumen yang Perlu Dikonfirmasi
Dokumen dapat meliputi:
- Certificate of Analysis atau COA
- Spesifikasi produk
- MSDS atau SDS
- Sertifikat Halal
- Dokumen SNI
- Informasi batch
- Traceability
- Pernyataan KIO3
- Form evaluasi supplier
- Hasil pengujian tambahan
Standar yang relevan dapat diperiksa melalui katalog Badan Standardisasi Nasional.
Ketersediaan dokumen harus dikonfirmasi berdasarkan jenis produk dan kebutuhan pelanggan.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Memilih Garam Industri
Menganggap semua garam mempunyai fungsi sama
Produk yang cocok untuk pelarutan belum tentu sesuai untuk seasoning atau proses kimia.
Membeli hanya berdasarkan NaCl
Parameter lain dapat memengaruhi mesin dan hasil proses.
Membeli hanya berdasarkan warna
Whiteness tidak menggantikan hasil laboratorium.
Tidak Menyampaikan Kebutuhan Yodium
Kesalahan memilih produk dengan atau tanpa penambahan KIO3 dapat memengaruhi formulasi pelanggan.
Tidak melakukan trial
COA tidak selalu menjelaskan perilaku produk di mesin pelanggan.
Tidak menentukan ukuran
Istilah halus dan kasar dapat memiliki arti berbeda bagi setiap supplier.
Mengabaikan kemampuan pasokan
Produk yang sesuai tetapi tidak tersedia secara konsisten tetap dapat mengganggu produksi.
Cara Meminta Penawaran
Sertakan informasi berikut:
- Nama perusahaan
- Jenis industri
- Fungsi garam
- Target NaCl
- Batas kadar air
- Batas Ca
- Batas Mg
- Batas sulfat
- Batas material tidak larut
- Ukuran atau mesh
- Dengan atau tanpa penambahan yodium
- Kemasan 25 kg atau 50 kg
- Volume per pengiriman
- Kebutuhan bulanan
- Lokasi pengiriman
- Dokumen yang dibutuhkan
- Jadwal trial
- Contoh COA produk yang digunakan
Informasi tersebut membantu supplier menyiapkan pilihan yang lebih relevan.
Pasokan Garam Industri dari PT. Artha Garam Indonesia
PT. Artha Garam Indonesia melayani kebutuhan perusahaan dengan dukungan:
- Bahan baku garam lokal
- Fasilitas produksi di Cirebon
- Dukungan stok dan distribusi dari Tambun, Bekasi
- Pilihan garam halus dan kasar
- Pilihan dengan atau tanpa penambahan yodium
- Kemasan 25 kg dan 50 kg
- Sertifikasi Halal dan SNI
- COA dan dokumen pendukung sesuai produk
- Dukungan evaluasi spesifikasi
- Pasokan berdasarkan pesanan dan kebutuhan rutin
Spesifikasi aktual perlu dikonfirmasi berdasarkan produk dan COA batch yang berlaku.
Pelajari proses pengolahannya pada halaman produksi garam industri.
Untuk kebutuhan pengadaan, kunjungi halaman supplier garam pabrik dan harga garam industri.
Konsultasikan Kebutuhan Garam Industri
Perusahaan dapat menghubungi PT. Artha Garam Indonesia untuk membahas aplikasi, spesifikasi, ukuran, kemasan, volume bulanan, dan lokasi pengiriman.
Hubungi PT. Artha Garam Indonesia melalui WhatsApp.
Sertakan spesifikasi atau COA produk yang saat ini digunakan agar evaluasi dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa manfaat utama garam untuk industri?
Garam dapat digunakan sebagai bahan formulasi, bahan baku kimia, bahan untuk membuat brine, regenerasi resin, seasoning, curing, dan bahan pendukung proses lainnya. Fungsinya bergantung pada industrinya.
Apakah semua garam industri memiliki spesifikasi yang sama?
Tidak. Target NaCl, kadar air, Ca, Mg, material tidak larut, ukuran, dan KIO3 harus mengikuti proses serta spesifikasi pelanggan.
Apakah garam langsung menyerap kalsium dalam water softener?
Tidak. Resin ion-exchange menangkap kalsium dan magnesium. Larutan NaCl digunakan untuk meregenerasi resin agar dapat digunakan kembali.
Apakah garam dapat langsung digunakan sebagai pemutih kertas?
Tidak. NaCl dapat menjadi bahan baku proses chlor-alkali yang menghasilkan chlorine dan bahan kimia lain. Garam kristal tidak memutihkan kertas hanya karena berwarna putih.
Apakah semua garam cocok untuk industri chlor-alkali?
Tidak. Chlor-alkali dapat membutuhkan brine dengan pengotor yang sangat terkendali. Produk harus dievaluasi berdasarkan spesifikasi teknis dan hasil trial pelanggan.
Apakah garam dapat digunakan dalam formulasi pakan?
Ya, sebagai salah satu sumber natrium dan klorida. Tingkat penggunaannya harus ditentukan oleh formulator atau ahli nutrisi pelanggan.
Apakah garam halus selalu lebih baik?
Tidak. Garam halus biasanya lebih cepat larut dan mudah tercampur, tetapi dapat menghasilkan debu atau menggumpal. Ukuran harus mengikuti sistem pelanggan.
Apa saja parameter penting saat membeli garam industri?
Parameter dapat mencakup NaCl, kadar air, Ca, Mg, sulfat, material tidak larut, ukuran partikel, KIO3, kemasan, dokumen, dan konsistensi antar-batch.
