Produk Garam untuk Makanan dan Minuman

Garam Halus

Spesifikasi :
Kadar NaCl (Natrium Klorida) dalam basis kering > 95%
Kadar Air < 0.5%
Kadar Magnesium < 0.5%
Kadar Calcium < 0.5%

Rekomendasi :
Makanan Dan Minuman

garam halus untuk industri makanan bumbu dan seasoning
supplier garam untuk pabrik makanan kemasan 25 kg dan 50 kg

Garam Industri - Mesh 25

Spesifikasi :
Kadar NaCl (Natrium Klorida) dalam basis kering > 95%
Kadar Air < 0.5%
Kadar Magnesium < 0.5%
Kadar Calcium < 0.5%

Rekomendasi :
Makanan Dan Minuman

Garam Industri - Mesh 100

Spesifikasi :
Kadar NaCl (Natrium Klorida) dalam basis kering > 97%
Kadar Air < 0.5%
Kadar Magnesium < 0.5%
Kadar Calcium < 0.5%

Rekomendasi :
Makanan Dan Minuman

uji garam industri untuk makanan dan produk olahan

PT. Artha Garam Indonesia menyediakan garam untuk industri makanan, bumbu, dan produk olahan dengan pilihan ukuran butiran dan jenis produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses pelanggan.

Garam dalam industri makanan tidak hanya berfungsi memberikan rasa asin. Bergantung pada formulasi dan proses produksinya, garam juga dapat membantu mengatur rasa, tekstur, karakter adonan, proses perendaman, fermentasi, dan kestabilan produk.

Namun, tidak semua produk garam otomatis sesuai untuk digunakan dalam makanan. Purchasing, produksi, quality assurance, dan quality control perlu menilai kadar NaCl, kadar air, kalsium, magnesium, material tidak larut, ukuran butiran, penambahan yodium, kondisi kemasan, dan dokumen pendukung sebelum menyetujui pembelian rutin.

PT. Artha Garam Indonesia menggunakan bahan baku garam lokal dan memiliki fasilitas produksi di Cirebon. Kami juga memiliki dukungan stok dan distribusi dari Tambun, Bekasi, untuk membantu melayani pelanggan di Jabodetabek dan wilayah industri lainnya.

Untuk kebutuhan produk tanpa penambahan kalium iodat, pelajari halaman garam industri tanpa yodium.

Fungsi Garam dalam Industri Makanan

Fungsi garam dapat berbeda pada setiap jenis produk dan formulasi.

Memberikan dan Menyeimbangkan Rasa

Garam membantu memberikan rasa asin dan dapat memperkuat persepsi rasa lain dalam formulasi.

Jumlah yang digunakan perlu mengikuti resep, spesifikasi produk akhir, dan prosedur internal perusahaan. Perubahan kadar garam dapat memengaruhi rasa, konsistensi, dan penerimaan konsumen.

Membantu Konsistensi Pencampuran

Pada produk bubuk, bumbu, dan seasoning, ukuran partikel garam dapat memengaruhi keseragaman pencampuran.

Apabila ukuran garam terlalu berbeda dari bahan lain, campuran dapat mengalami segregasi selama:

  • Pengadukan

  • Pemindahan

  • Penyimpanan

  • Pengisian

  • Pengiriman

Karena itu, pelanggan sebaiknya menyampaikan rentang ukuran atau contoh produk yang dibutuhkan.

Memengaruhi Tekstur

Pada beberapa produk, garam dapat memengaruhi tekstur adonan, daya ikat bahan, atau karakter produk akhir.

Pengaruhnya bergantung pada:

  • Jenis bahan baku

  • Konsentrasi garam

  • Waktu pencampuran

  • Suhu proses

  • Kadar air

  • Bahan tambahan lain

  • Metode produksi

Trial tetap diperlukan karena hasil dapat berbeda pada setiap formulasi.

Digunakan dalam Larutan Brine

Sebagian pabrik makanan menggunakan larutan garam atau brine untuk:

  • Perendaman

  • Pencucian

  • Pengolahan bahan baku

  • Penyesuaian rasa

  • Proses fermentasi tertentu

  • Penanganan produk sebelum tahap berikutnya

Pada aplikasi ini, pelanggan perlu memperhatikan kemampuan larut, kejernihan larutan, material tidak larut, dan endapan setelah pelarutan.

Mendukung Proses Pengawetan Tertentu

Dalam formulasi dan konsentrasi tertentu, garam dapat membantu menurunkan aktivitas air atau mendukung proses pengawetan.

Namun, garam tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya jaminan keamanan produk. Keamanan pangan tetap bergantung pada keseluruhan formulasi, proses panas, kadar air, pH, sanitasi, kemasan, penyimpanan, dan sistem pengendalian mutu perusahaan.

Garam untuk Berbagai Jenis Industri Makanan

Industri Bumbu dan Seasoning

Produsen bumbu dan seasoning umumnya membutuhkan garam dengan ukuran partikel yang cukup seragam agar mudah tercampur dengan bahan lain.

Parameter yang dapat diperhatikan meliputi:

  • Ukuran butiran

  • Kadar air

  • Kemampuan mengalir

  • Warna

  • Material tidak larut

  • Penambahan yodium

  • Konsistensi antar-batch

Garam yang terlalu lembap dapat menggumpal dan mengganggu proses pencampuran maupun pengisian otomatis.

Industri Kerupuk dan Snack

Pada industri kerupuk dan makanan ringan, garam dapat digunakan dalam adonan, larutan perendaman, atau seasoning permukaan.

Pelanggan perlu menilai:

  • Rasa

  • Ukuran partikel

  • Kemudahan larut

  • Pengaruh pada adonan

  • Warna produk

  • Konsistensi antar-pengiriman

Garam halus dapat dipilih ketika pelanggan membutuhkan distribusi yang lebih merata dalam adonan atau seasoning.

Industri Makanan Olahan

Produsen makanan olahan dapat menggunakan garam sebagai bagian dari formulasi utama maupun bahan pendukung proses.

Kebutuhan setiap produk berbeda. Karena itu, calon pelanggan sebaiknya menyampaikan:

  • Jenis produk akhir

  • Cara penggunaan garam

  • Apakah garam digunakan langsung atau dilarutkan

  • Target ukuran butiran

  • Persyaratan yodium

  • Volume pemakaian bulanan

  • Dokumen yang diperlukan

Industri Bakery

Pada beberapa produk bakery, garam digunakan sebagai bagian dari formulasi untuk mengatur rasa dan karakter adonan.

Ukuran partikel yang sesuai membantu garam tercampur lebih merata. Namun, tingkat penggunaan dan jenis produk perlu mengikuti formulasi perusahaan.

Produk Fermentasi dan Perendaman

Pada proses fermentasi atau perendaman tertentu, konsentrasi brine perlu dikendalikan dengan baik.

Pelanggan dapat memperhatikan:

  • Kadar NaCl

  • Kemampuan larut

  • Kejernihan larutan

  • Material tidak larut

  • Konsistensi konsentrasi brine

  • Kondisi tangki

  • Suhu dan waktu proses

Produk perlu diuji pada kondisi aktual sebelum digunakan secara rutin.

Pilihan Garam untuk Industri Makanan

Garam Halus Tanpa Penambahan Yodium

Garam halus memiliki ukuran partikel lebih kecil dan dapat dipertimbangkan untuk:

  • Bumbu bubuk

  • Seasoning

  • Adonan

  • Produk makanan olahan

  • Formulasi yang membutuhkan pencampuran merata

  • Proses yang membutuhkan pelarutan lebih cepat

Produk tanpa penambahan yodium dapat dipilih apabila formulasi atau spesifikasi pelanggan tidak membutuhkan tambahan KIO3.

Istilah tanpa yodium pada konteks ini berarti tanpa penambahan yodium. Apabila pelanggan memiliki batas kuantitatif tertentu, kebutuhan tersebut harus dikonfirmasi melalui spesifikasi dan COA.

Garam dengan Penambahan Yodium

Untuk produk yang membutuhkan penambahan KIO3, target yodium harus disampaikan sebelum pemesanan.

Kadar penambahan perlu disesuaikan dengan:

  • Kebutuhan produk

  • Persyaratan pelanggan

  • Ketentuan yang berlaku

  • Hasil pengujian

  • Stabilitas selama proses dan penyimpanan

Produk dengan dan tanpa penambahan yodium perlu diidentifikasi dengan jelas untuk mengurangi risiko tertukar.

Garam Kasar

Garam kasar dapat digunakan ketika produk akan dilarutkan terlebih dahulu atau ketika proses tidak membutuhkan partikel sangat halus.

Kesesuaiannya bergantung pada:

  • Desain tangki

  • Sistem pengadukan

  • Waktu pelarutan

  • Ukuran kristal

  • Material tidak larut

  • Metode filtrasi

Untuk informasi lebih lengkap mengenai produk kasar, baca halaman jual garam krosok untuk kebutuhan industri.

Parameter Penting dalam Garam untuk Industri Makanan

Kadar NaCl

NaCl merupakan komponen utama garam.

Kadar NaCl dapat menjadi salah satu indikator kemurnian, tetapi tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya dasar pemilihan. Dua produk dengan kadar NaCl yang mirip dapat menghasilkan performa berbeda apabila kadar air, Ca, Mg, material tidak larut, dan ukuran partikelnya berbeda.

Pelanggan sebaiknya menyampaikan batas minimum NaCl sesuai standar internal perusahaan.

Kadar Air

Kadar air dapat memengaruhi:

  • Penggumpalan

  • Kemampuan mengalir

  • Akurasi penimbangan

  • Pencampuran

  • Sistem feeding

  • Penyimpanan

  • Kondisi kemasan

Pelanggan yang menggunakan hopper, screw feeder, atau sistem dosing otomatis perlu memperhatikan kemampuan alir produk.

Kalsium dan Magnesium

Kalsium dan magnesium merupakan mineral yang dapat terdapat dalam bahan baku garam.

Keduanya dapat memengaruhi:

  • Kejernihan larutan

  • Pembentukan endapan

  • Higroskopisitas

  • Risiko penggumpalan

  • Karakter rasa tertentu

  • Stabilitas proses

Apabila pelanggan menetapkan batas Ca dan Mg, kedua nilai tersebut sebaiknya dicantumkan secara terpisah dalam permintaan penawaran.

Material Tidak Larut

Material tidak larut dapat berupa:

  • Pasir

  • Tanah

  • Lumpur

  • Pecahan cangkang

  • Debu

  • Partikel organik

  • Benda asing

Pada proses yang menggunakan larutan garam, material tidak larut dapat meninggalkan endapan dan meningkatkan beban filtrasi.

Ukuran Butiran

Ukuran butiran dapat memengaruhi:

  • Kecepatan pelarutan

  • Keseragaman pencampuran

  • Kemampuan mengalir

  • Jumlah debu

  • Sistem dosing

  • Segregasi campuran

  • Penampilan produk

Istilah halus dan kasar dapat memiliki arti berbeda bagi setiap perusahaan. Gunakan rentang mesh, ukuran dalam milimeter, atau sampel pembanding apabila ukuran menjadi parameter penting.

Penambahan Yodium

Pelanggan perlu menentukan apakah membutuhkan:

  • Produk tanpa penambahan yodium

  • Produk dengan penambahan yodium

  • Target KIO3

  • Batas maksimum KIO3

Kebutuhan tersebut sebaiknya disampaikan sejak tahap permintaan sampel.

Warna dan Kebersihan Visual

Warna putih dapat membantu penilaian visual, tetapi tidak dapat menggantikan analisis laboratorium.

Produk yang terlihat putih belum tentu otomatis memenuhi persyaratan kimia dan fisik pelanggan.

Untuk memahami parameter tersebut secara lebih lengkap, baca halaman spesifikasi garam industri dan komposisi garam industri.

Jangan Menggunakan Produk Hanya Berdasarkan Nama “Food Grade”

Istilah food grade tidak sebaiknya digunakan tanpa memeriksa dokumen, spesifikasi, fasilitas produksi, penggunaan yang dimaksud, dan persyaratan pelanggan.

Sebelum menggunakan produk untuk makanan, perusahaan perlu mengonfirmasi:

  • Jenis produk

  • Spesifikasi kimia

  • Persyaratan mikrobiologi apabila relevan

  • Penambahan yodium

  • Kondisi kemasan

  • Dokumen Halal dan SNI

  • COA

  • Sistem traceability

  • Persetujuan QA atau QC

  • Hasil trial

Produk teknis tidak boleh otomatis digunakan untuk formulasi makanan hanya karena terlihat putih atau memiliki rasa asin.

Cara Melakukan Evaluasi Sampel

Pemeriksaan Fisik

Periksa:

  • Warna

  • Ukuran butiran

  • Gumpalan

  • Benda asing

  • Kondisi kemasan

  • Kondisi inner plastic

  • Label produk

Uji Ukuran Partikel

Apabila ukuran penting, gunakan sieve atau metode internal perusahaan untuk mengukur persentase produk yang lolos dan tertahan.

Uji Pelarutan

Gunakan prosedur yang konsisten:

  • Berat sampel yang sama

  • Volume air yang sama

  • Suhu air yang sama

  • Waktu pengadukan yang sama

  • Konsentrasi larutan yang sama

  • Waktu pengendapan yang sama

Perhatikan:

  • Kecepatan pelarutan

  • Kejernihan

  • Warna

  • Endapan

  • Benda asing

  • Kebutuhan filtrasi

Trial pada Produk Aktual

Trial pada proses aktual merupakan langkah penting sebelum pembelian rutin.

Periksa pengaruhnya terhadap:

  • Rasa

  • Tekstur

  • Warna

  • Pencampuran

  • Penggumpalan

  • Kecepatan produksi

  • Sistem dosing

  • Konsistensi produk akhir

Hasil trial perlu dinilai oleh tim produksi dan quality control pelanggan.

Dokumen yang Perlu Dikonfirmasi

Dokumen yang dapat dibutuhkan dalam proses persetujuan supplier antara lain:

  • Certificate of Analysis atau COA

  • Material Safety Data Sheet atau MSDS

  • Sertifikat Halal

  • Dokumen SNI

  • Spesifikasi produk

  • Informasi batch

  • Traceability

  • Form evaluasi supplier

  • Hasil trial

Ketersediaan dan relevansi dokumen harus dikonfirmasi berdasarkan jenis produk.

Untuk informasi mengenai standardisasi nasional, pelanggan dapat mengunjungi situs resmi Badan Standardisasi Nasional.

Kemasan Garam untuk Industri Makanan

PT. Artha Garam Indonesia menyediakan pilihan kemasan:

  • 25 kg

  • 50 kg

Produk menggunakan inner plastic dan outer woven bag.

Inner plastic membantu melindungi produk dari kelembapan dan kontaminasi, sedangkan outer woven bag membantu menjaga kekuatan kemasan selama penanganan.

Pemilihan kemasan perlu mempertimbangkan:

  • Metode bongkar

  • Berat yang dapat ditangani pekerja

  • Kapasitas gudang

  • Penggunaan pallet

  • Sistem feeding

  • Frekuensi pembelian

  • Risiko kelembapan

Kebutuhan label, identifikasi batch, dan pallet dapat didiskusikan sebelum pemesanan.

Penyimpanan Produk

Garam perlu disimpan:

  • Di area kering

  • Terlindungi dari hujan

  • Tidak langsung menyentuh lantai basah

  • Jauh dari bahan kimia berbau kuat

  • Terlindungi dari hama

  • Dalam kemasan tertutup

  • Menggunakan sistem FIFO atau FEFO sesuai prosedur perusahaan

Penggunaan pallet membantu mengurangi kontak dengan lantai dan memudahkan penanganan menggunakan forklift.

Pengiriman untuk Pelanggan Industri

PT. Artha Garam Indonesia memiliki fasilitas produksi di Cirebon dan dukungan stok serta distribusi di Tambun, Bekasi.

Kami melayani kebutuhan pengiriman ke berbagai wilayah, termasuk:

  • Bekasi

  • Cikarang

  • Cibitung

  • Karawang

  • Jakarta

  • Tangerang

  • Bogor

  • Depok

  • Wilayah lain sesuai volume dan jadwal pengiriman

Pelanggan di kawasan Jabodetabek dapat membaca halaman supplier garam industri Bekasi.

Faktor yang Memengaruhi Harga

Harga garam untuk industri makanan dapat dipengaruhi oleh:

  • Spesifikasi NaCl

  • Kadar air

  • Batas Ca dan Mg

  • Material tidak larut

  • Ukuran butiran

  • Dengan atau tanpa penambahan yodium

  • Kemasan

  • Volume pembelian

  • Frekuensi pengiriman

  • Lokasi tujuan

  • Kebutuhan pallet

  • Dokumen dan pengujian

Harga tidak sebaiknya dibandingkan sebelum memastikan spesifikasi dan ketentuan pengirimannya sama.

Pelajari faktor harga pada halaman harga garam industri per ton.

Mengapa Memilih PT. Artha Garam Indonesia?

PT. Artha Garam Indonesia berfokus melayani kebutuhan pelanggan B2B dengan dukungan:

  • Bahan baku garam lokal

  • Fasilitas produksi di Cirebon

  • Dukungan stok di Tambun, Bekasi

  • Produk halus dan kasar

  • Pilihan dengan atau tanpa penambahan yodium

  • Kemasan 25 kg dan 50 kg

  • Sertifikasi Halal dan SNI

  • Dukungan sampel dan trial

  • Komunikasi dengan purchasing, produksi, QA, dan QC

  • Pasokan berdasarkan pesanan maupun kebutuhan rutin

Spesifikasi aktual perlu dikonfirmasi berdasarkan produk dan COA yang berlaku.

Untuk kebutuhan pengadaan pabrik secara umum, kunjungi halaman supplier garam pabrik.

Informasi yang Dibutuhkan untuk Meminta Penawaran

Kirimkan informasi berikut agar kami dapat memberikan rekomendasi lebih tepat:

  1. Nama perusahaan

  2. Jenis produk makanan

  3. Fungsi garam dalam formulasi atau proses

  4. Dengan atau tanpa penambahan yodium

  5. Target NaCl

  6. Batas kadar air

  7. Batas Ca dan Mg

  8. Batas material tidak larut

  9. Ukuran butiran

  10. Kemasan 25 kg atau 50 kg

  11. Jumlah per pemesanan

  12. Perkiraan kebutuhan bulanan

  13. Alamat pengiriman

  14. Dokumen yang diperlukan

  15. Contoh spesifikasi atau COA apabila tersedia

Apabila spesifikasi belum tersedia, jelaskan proses penggunaan dan masalah yang pernah dialami dengan produk sebelumnya.

Konsultasi Garam untuk Industri Makanan

Hubungi PT. Artha Garam Indonesia untuk mendiskusikan kebutuhan garam bagi industri makanan, bumbu, seasoning, kerupuk, bakery, dan produk olahan.

WhatsApp PT. Artha Garam Indonesia:

+62 813-8870-0580

Sertakan nama perusahaan, jenis produk, spesifikasi, kebutuhan bulanan, kemasan, dan alamat pengiriman agar tim kami dapat menyiapkan rekomendasi dan penawaran.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tersedia garam tanpa penambahan yodium untuk pabrik makanan?

Ya. PT. Artha Garam Indonesia menyediakan pilihan produk tanpa penambahan yodium. Kesesuaian produk tetap perlu dikonfirmasi berdasarkan spesifikasi dan hasil trial pelanggan.

Apakah tersedia produk dengan penambahan yodium?

Ya. Kebutuhan penambahan KIO3 perlu disampaikan sebelum pemesanan agar jenis produk yang ditawarkan sesuai.

Apakah tersedia garam halus dan kasar?

Ya. Produk tersedia dalam pilihan halus dan kasar. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan pencampuran, pelarutan, feeding, dan formulasi pelanggan.

Apakah semua garam industri dapat digunakan untuk makanan?

Tidak. Produk untuk aplikasi makanan harus dievaluasi berdasarkan spesifikasi, dokumen, proses produksi, persyaratan perusahaan, dan hasil trial.

Apakah tersedia kemasan 25 kg dan 50 kg?

Ya. Produk tersedia dalam kemasan 25 kg dan 50 kg menggunakan inner plastic dan outer woven bag.

Apakah pelanggan dapat meminta sampel dan COA?

Permintaan sampel, COA, MSDS, serta dokumen pendukung dapat didiskusikan berdasarkan jenis produk dan kebutuhan evaluasi pelanggan.

Bagaimana cara mengetahui produk yang sesuai?

Kirimkan aplikasi penggunaan, spesifikasi, ukuran butiran, kebutuhan yodium, volume bulanan, dan lokasi pengiriman. Tim kami akan membantu mengarahkan pelanggan ke pilihan produk yang lebih relevan.

Pengiriman Indonesia

Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan tepat waktu ke seluruh Indonesia

Kualitas Terbaik

Memberikan garam laut Indonesia dengan kualitas terbaik sesuai dengan kebutuhan unik setiap klien

Penawaran Terbaik

Memberikan penawaran terbaik untuk setiap customer dan klien kami

distributor garam konsumsi
Dokumen surat lengkap

Kami menjamin legalitas setiap produk yang kami miliki

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X
Isi form berikut dan dapatkan sekarang juga!

Anda mau FREE sample 25 KG?