Viral! 3kg Garam Diamankan Polisi Dikira Sabu-Sabu, Bagaimana Bisa?

Belakangan ini, berita media sosial banyak dihebohkan dengan berita pengamanan 3 kg garam yang diduga merupakan sabu-sabu.

Polisi sempat terkecoh dengan dua ulah pemuda pengedar narkoba yang membawa garam tersebut. Mereka mengamankan dua orang yang berinisial DZ (40) dan SWP (24) dengan dugaan penyalahgunaan narkoba.

Kapan Peristiwa Tersebut Terjadi?

Peristiwa penangkapan kedua orang terduga kasus narkoba tersebut terungkap ketika Sat Res Narkoba bersama dengan Direktorat Reserse Narkoba melakukan rilis di Lapangan Direktorat Reserse Narkoba pada Senin, 31 Januari 2022.

Kedua tersangka yang diduga kasus narkoba tersebut merupakan warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Pantau Burung, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara.
Mereka berhasil ditangkap oleh beberapa personel Sat Res Narkoba pada Senin, 24 Januari 2022.

Dimana Tersangka Tertangkap?

Kedua tersangka tersebut berhasil ditangkap dalam sebuah rumah di Jalan Halat Kota Matsun, Kecamatan Medan Area.

Setelah tertangkap, DZ mengeluarkan tiga bungkusan teh China dari sebuah tas hitam yang diduga merupakan narkoba berjenis sabu-sabu. Kedua tersangka menjual tiga barang yang dibungkus dengan kemasan Teh Guaniwang.

Apa Tindak Lanjut Terhadap Penemuan Barang Tersebut?

Setelah berhasil menemukan ke-3 barang bukti berupa bungkusan dalam kemasan teh China, maka Polisi melakukan pengecekan ke Labfor. Setelah menunggu beberapa saat, ternyata hasil lab menunjukkan bahwa barang tersebut ialah garam sebanyak 3 kg.

Kedua tersangka sengaja mengemas garam tersebut menyerupai sabu-sabu dalam ketiga kemasan yang berarti masing-masing kemasan berisikan garam sebanyak 1 kg.

Jika dilihat dari kemasan luarnya, garam tersebut sangat mirip dengan sabu-sabu mengingat pengemasannya memang sengaja dilakukan menyerupai kemasan sabu-sabu yang umumnya diperjual belikan.

Apa Uniknya Peristiwa Tersebut?

Terdapat beberapa hal yang mengakibatkan peristiwa tersebut viral dan ramai diperbincangkan masyarakat belum lama ini. Awalnya, peristiwa ini ramai di salah satu platform media sosial yakni Twitter.

Bagi Anda pengguna Twitter juga pastinya telah mengetahui lebih dahulu akan kasus ini. Setelah ramai di Twitter, maka pemberitaan kasus ini mulai ramai di berbagai media massa, baik itu berita televisi, berita online maupun surat kabar.

Uniknya, pelaku mengakui telah melakukan kasus semacam ini sebanyak 4 kali dengan modus untuk meyakinkan pembeli. Mereka kerap kali membungkus garam ataupun gula batu sama persis layaknya sabu-sabu kemudian menjualnya.

Dalam kasus penjualan sebelumnya, pembeli juga berhasil terkecoh dengan bungkusan garam ataupun gula batu yang menyerupai sabu-sabu tersebut sehingga yakin untuk membelinya.

Melalui tindak penipuan tersebut, mereka akan mendapatkan keuntungan yang melimpah karena 3 kg garam ataupun gula batu bisa terjual senilai dengan 3 kg sabu-sabu. Selain itu, terdapat pula keunikan lain dari peristiwa ini seperti diantaranya:

  • Pembeli atau korban tertipu dalam kasus semacam ini tidak akan melaporkan tindakan yang dialaminya kepada polisi, mengingat hal tersebut merupakan penipuan dengan modus jual beli narkoba.
    Jika korban tertipu melaporkan kasus yang menimpanya ke polisi, maka dirinya juga pasti akan dijatuhi hukuman karena telah terlibat dalam kasus jual beli narkoba dalam jumlah yang cukup besar.
    Seseorang yang diduga menjadi korban tertipu dalam kasus ini pastinya tidak hanya satu atau 2 orang saja, mengingat pelaku telah mengakui aksinya sebanyak 4 kali.
  • Hal kedua yang menjadi keunikan ialah pelaku yang aman akan gugatan atau laporan dari pihak tertipu. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pihak tertipu juga tidak akan berani melaporkan penipu kasus ini karena akan membahayakan dirinya sendiri.
    Selain mereka terbebas dari laporan korban-korbannya, mereka juga aman dari tangkapan polisi karena jika berhasil tertangkap, maka justru pihak kepolisian yang akan merasa tertipu. Sama halnya dengan peristiwa penangkapan yang terjadi belum lama ini.
    Peristiwa ini justru dianggap sebagai suatu hal yang lucu sehingga sempat viral dalam pemberitaan selama beberapa hari.
    Itulah keunikan kasus pemberitaan 3 kg garam yang diduga sebagai sabu-sabu di Medan belum lama ini. Jika Anda mengikuti beritanya secara lengkap pasti juga akan berpikir hal yang sama.

Apa Keuntungan yang Diperoleh dari Penangkapan Tersebut?

Meski tergolong sebagai peristiwa yang unik, lucu atau membuat malu pihak kepolisian, namun adanya penangkapan terhadap dua tersangka pengedar sabu-sabu tersebut membawa beberapa keuntungan sekaligus. Berikut ialah beberapa diantaranya:

  1. Menangkap Pelaku Penyalahgunaan Narkoba
    Disamping memeriksa barang bukti yang diperoleh, pihak kepolisian juga melakukan pengecekan dan tes urine terhadap kedua tersangka. Dari hasil yang diperoleh, kedua tersangka berinisial DZ dan SWP tersebut positif mengonsumsi narkoba.
    Dengan begitu, peristiwa penemuan 3 kg garam salam bungkusan teh China yang diduga sebagai sabu-sabu ini membuahkan hasil bahwa penjualnya merupakan sosok pengguna narkoba jenis sabu.
    Proses selanjutnya mereka akan melakukan asesmen medis ke Badan Narkotika NASIONAL (BNN) Provinsi Sumatera Utara.
    Atas perbuatan yang dilakukan yakni penyalahgunaan narkoba, maka mereka terjerat pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 UU RI nO. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
    Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa tersangka akan dikenakan ancaman hukuman mati seumur hidup ataupun kurungan penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.
  1. Dapat Ditarik Kesimpulan Lain
    Tidak hanya penetapan sebagai pelaku penyalahgunaan narkoba, melalui kasus ini pihak kepolisian juga mengetahui mengenai tindak kejahatan lain yang telah dilakukan yakni dengan melakukan penipuan dengan motif jual beli narkoba.
    Dengan motif tersebut, maka pelaku akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak karena 3 kg harga garam tentunya sangat jauh berbeda dengan 3 kg sabu-sabu.
    Selain itu, mereka juga memberikan kesaksian bahwa tindakannya tersebut bukan kali pertama karena sebelumnya telah berhasil menipu dengan motif yang sama selama beberapa kali.
    Meski mereka saat itu terbukti sebagai penipu atas tindak jual beli narkoba yang ternyata ialah garam, namun secara tidak langsung hal tersebut membuktikan bahwa mereka kerap melakukan tindakan jual beli narkoba.
    Adapun bukti konkret yang sudah jelas mengarah ialah tindakannya yang telah terbukti sebagai pengguna narkoba jenis sabu-sabu.
    Itu sebabnya, tidak heran jika mereka dikenakan hukuman hukuman mati seumur hidup ataupun kurungan maksimal selama 20 tahun. Hukuman tersebut tentunya sudah sepadan dengan tindak kejahatan yang dilakukan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peristiwa penangkapan dua terduga pengedar narkoba yang ternyata berisi 3 kg garam ialah sebuah tindak penipuan yang dalam tindak kejahatan.

Dengan kata lain, jumlah kesalahan yang diperbuat tidak hanya satu melainkan dua kesalahan yakni tindakan yang modus kejahatan yakni jual beli narkoba dan tindakan penyalahgunaan karena mereka jelas terbukti sebagai pengguna dari barang yang diperdagangkan tersebut.

Saat ini, banyak tindakan kejahatan yang muncul dalam berbagai motif yang bisa dibilang aneh ataupun unik. Termasuk salah satunya yakni kasus penipuan 3 kg garam yang diduga sebagai sabu-sabu di Medan yang sempat ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan FREE Sample untuk pembelian pertama. Hubungi kami disini

X