Garam dapur dan garam laut sering dianggap sebagai dua produk yang sepenuhnya berbeda. Garam dapur biasanya dibayangkan sebagai garam putih bertekstur halus, sedangkan garam laut dianggap lebih kasar, lebih alami, dan memiliki lebih banyak mineral.
Kenyataannya, istilah tersebut tidak selalu menunjukkan spesifikasi kimia yang pasti.
Garam laut menjelaskan sumber atau metode produksinya, yaitu diperoleh melalui penguapan air laut. Sementara itu, garam dapur merupakan istilah umum untuk garam yang digunakan dalam memasak atau mengolah makanan.
Garam dapur dapat berasal dari:
- Air laut
- Air garam alami
- Endapan garam bawah tanah
- Garam yang telah dimurnikan
- Garam laut yang digiling menjadi halus
Dengan demikian, garam yang berasal dari laut juga dapat diproses menjadi garam dapur, garam meja, atau garam industri makanan.
Perbedaan yang lebih berguna perlu dilihat berdasarkan:
- Sumber bahan baku
- Tingkat pengolahan
- Ukuran kristal
- Kadar NaCl
- Kadar air
- Kandungan kalsium dan magnesium
- Material tidak larut
- Penambahan yodium
- Bahan tambahan pangan
- Kesesuaian standar
- Penggunaan akhirnya
Untuk kebutuhan rumah tangga, label dan status sebagai garam konsumsi perlu diperhatikan. Untuk kebutuhan pabrik, purchasing perlu memeriksa spesifikasi, COA, ukuran partikel, dan hasil trial—bukan hanya nama produknya.
Apa yang Dimaksud dengan Garam Dapur?
Garam dapur adalah istilah umum untuk garam yang digunakan dalam menyiapkan, memasak, dan memberikan rasa pada makanan.
Istilah ini bukan nama senyawa yang berbeda dari garam laut. Komponen utamanya tetap natrium klorida atau NaCl.
Produk yang dipasarkan sebagai garam dapur biasanya mempunyai karakteristik seperti:
- Ukuran relatif halus
- Mudah ditakar
- Mudah dicampurkan
- Dikemas untuk konsumen
- Memiliki label pangan
- Dapat diberi penambahan yodium
- Dapat mengandung bahan antikempal yang diizinkan
Namun, tidak semua garam dapur mempunyai ukuran, kandungan yodium, atau spesifikasi yang sama.
Sebagian produk dapat berupa kristal sangat halus, sedangkan produk lainnya sedikit lebih kasar. Sebagian beriodium dan sebagian lain tidak, tergantung kategori produk, peraturan, label, serta pasar tempat produk tersebut dijual.
Badan Standardisasi Nasional saat ini mencantumkan SNI 3556:2024 Garam Konsumsi Beriodium dengan status berlaku. Karena itu, perusahaan dan konsumen sebaiknya menggunakan standar terkini dan tidak mengandalkan angka dari versi SNI lama tanpa melakukan pemeriksaan.
Apa yang Dimaksud dengan Garam Laut?

Secara umum, prosesnya meliputi:
- Pengambilan air laut
- Pengendapan awal
- Pemekatan air garam
- Pemindahan brine antarpetak
- Kristalisasi
- Pemisahan bittern
- Pemanenan
- Penirisan
- Pencucian atau pengolahan lanjutan apabila diperlukan
- Pengeringan dan pengemasan
Garam laut dapat dijual sebagai:
- Kristal kasar
- Garam krosok
- Garam halus
- Garam konsumsi
- Garam beriodium
- Garam tanpa penambahan yodium
- Bahan baku industri
- Produk finishing salt
Jadi, tidak benar apabila seluruh garam laut dianggap selalu kasar, tidak diolah, atau tanpa yodium.
Produk dari air laut dapat dicuci, digiling, dikeringkan, diayak, diberi yodium, serta dikemas menjadi berbagai jenis produk.
Ringkasan Perbedaan Garam Dapur dan Garam Laut
| Parameter | Garam dapur | Garam laut |
|---|---|---|
| Arti utama | Garam untuk memasak atau konsumsi | Garam yang berasal dari air laut |
| Sumber | Dapat berasal dari laut, brine alami, atau endapan garam | Air laut |
| Ukuran | Sering halus, tetapi dapat bervariasi | Dapat kasar maupun halus |
| Pengolahan | Biasanya telah dibersihkan dan dikendalikan ukurannya | Dapat dijual mentah atau diolah lebih lanjut |
| Yodium | Dapat diberi penambahan yodium | Dapat beriodium atau tidak |
| Mineral lain | Bergantung bahan baku dan pemurnian | Bergantung air laut dan proses pemisahan |
| Kadar natrium | Bergantung komposisi dan berat produk | Tetap tinggi pada produk yang sebagian besar terdiri dari NaCl |
| Penggunaan | Memasak, seasoning, dan produksi makanan | Memasak, finishing, bahan baku, dan proses industri |
| Standar | Harus sesuai kategori konsumsi apabila dijual sebagai pangan | Harus sesuai penggunaan akhirnya |
Perbandingan ini bersifat umum. Spesifikasi aktual tetap harus dibaca dari label, dokumen, atau COA produk.
Apakah Garam Dapur Selalu Lebih Halus?
Tidak selalu, tetapi sebagian besar produk yang disebut garam meja atau table salt memang dibuat dengan ukuran relatif kecil dan seragam.
Ukuran halus memberikan beberapa keuntungan:
- Mudah ditakar
- Cepat larut
- Mudah tersebar
- Cocok untuk pencampuran
- Mudah masuk melalui lubang shaker
Namun, ukuran yang sangat halus juga dapat menyebabkan:
- Lebih banyak debu
- Mudah menempel ketika lembap
- Lebih cepat menggumpal
- Masuk ke celah mesin
- Mengganggu sealing kemasan
- Mengalami segregasi apabila dicampur dengan bahan jauh lebih kasar
Dalam produksi makanan, istilah “halus” sebaiknya tidak digunakan tanpa ukuran yang terukur.
Pelanggan dapat menentukan ukuran berdasarkan:
- Mesh
- Milimeter
- Persentase lolos ayakan
- Persentase tertahan
- Distribusi ukuran partikel
- Sampel pembanding
Apakah Garam Laut Selalu Berbentuk Kasar?
Tidak.
Garam laut dapat dipanen sebagai kristal kasar, kemudian melalui proses:
- Pencucian
- Pengeringan
- Penggilingan
- Screening
- Sortasi
- Penambahan yodium
- Pengemasan
Setelah digiling, garam laut dapat mempunyai ukuran yang serupa dengan garam meja.
Istilah “garam laut” tidak menentukan ukuran akhir produk. Sumber bahan baku dan ukuran partikel merupakan dua hal yang berbeda.
Sebaliknya, garam kasar juga tidak selalu berarti garam tersebut tidak pernah diproses. Produk dapat dicuci dan dikeringkan tetapi sengaja dipertahankan dalam ukuran besar karena lebih sesuai untuk pelarutan, brine tank, atau proses tertentu.
Apakah Komposisi Kimianya Berbeda?

Namun, keduanya dapat mempunyai perbedaan pada:
- Kadar NaCl
- Kadar air
- Kalsium
- Magnesium
- Kalium
- Sulfat
- Material tidak larut
- Unsur jejak
- Penambahan yodium
- Bahan antikempal
Komposisi garam laut dapat berbeda berdasarkan lokasi air, kondisi tambak, pengelolaan brine, pemisahan bittern, pencucian, dan pengeringan.
Garam yang telah melalui pemurnian lebih lanjut biasanya mempunyai komposisi yang lebih terkontrol, tetapi hal tersebut tetap harus dibuktikan dengan hasil pengujian.
Penelitian terhadap berbagai produk garam juga menunjukkan bahwa kandungan mineral dapat berbeda secara nyata antarproduk dan merek. Karena itu, nama seperti “sea salt,” “natural salt,” atau “table salt” tidak cukup untuk memperkirakan komposisi tanpa data laboratorium.
Apakah Garam Laut Mengandung Lebih Sedikit Natrium?
Tidak dapat disimpulkan hanya dari nama produknya.
Apabila dibandingkan berdasarkan berat yang sama, garam dapur dan garam laut yang sebagian besar terdiri dari NaCl dapat memberikan jumlah natrium yang relatif berdekatan.
Perbedaan yang sering dirasakan ketika menggunakan sendok dapat terjadi karena:
- Ukuran kristal
- Bentuk kristal
- Ruang kosong antarkristal
- Kepadatan curah
- Kadar air
Satu sendok garam kasar dapat mempunyai berat lebih rendah daripada satu sendok garam halus karena terdapat lebih banyak ruang kosong antarkristal.
Namun, kondisi tersebut tidak berarti garam kasar secara otomatis rendah natrium.
Untuk formulasi pabrik, garam sebaiknya ditimbang berdasarkan massa, bukan hanya diukur menggunakan sendok atau volume.
Apakah Garam Laut Lebih Sehat?
Tidak tepat menyatakan satu produk otomatis lebih sehat hanya karena disebut alami atau berasal dari laut.
Pilihan garam untuk konsumsi perlu mempertimbangkan:
- Jumlah yang dikonsumsi
- Kandungan natrium
- Status yodium
- Kategori pangan
- Kondisi kesehatan individual
- Keseluruhan pola makan
Mineral lain pada garam laut dapat berbeda antarsumber, tetapi konsumen tidak sebaiknya menggunakan garam sebagai sumber utama kalsium, magnesium, atau mineral lainnya tanpa dasar nutrisi yang jelas.
Asupan natrium tetap perlu dikendalikan, apa pun jenis garam yang digunakan.
WHO saat ini merekomendasikan agar orang dewasa membatasi natrium hingga kurang dari 2.000 mg per hari, setara dengan kurang dari sekitar 5 gram garam per hari. Angka untuk anak perlu disesuaikan ke bawah berdasarkan kebutuhan energinya.
Artikel ini bukan rekomendasi medis individual. Orang dengan kondisi kesehatan atau pembatasan natrium sebaiknya mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.
Apakah Garam Laut Mengandung Yodium?
Garam laut tidak otomatis mengandung yodium dalam jumlah yang sesuai untuk program fortifikasi.
Produk dapat mempunyai sejumlah unsur alami, tetapi kadar tersebut:
- Dapat sangat kecil
- Dapat berubah antarbatch
- Tidak selalu stabil
- Tidak selalu memenuhi standar garam beriodium
- Tidak dapat dipastikan tanpa pengujian
Garam laut dapat menjadi garam beriodium apabila produsen menambahkan bahan fortifikasi sesuai proses dan persyaratan produk.
Sebaliknya, produk yang berasal dari laut tetapi tidak diberi penambahan yodium tidak boleh diasumsikan memenuhi spesifikasi garam konsumsi beriodium.
Periksa:
- Label produk
- Pernyataan beriodium
- Jenis fortifikan
- Nomor batch
- Hasil pengujian
- Standar yang digunakan
Jangan menilai kandungan yodium hanya dari sumber air laut atau warna kristalnya.
Perbedaan Garam Beriodium dan Tanpa Penambahan Yodium
Garam beriodium adalah produk yang diberi bahan yodium dalam jumlah terkendali sesuai kategori dan standar yang berlaku.
Dalam produksi garam di Indonesia, fortifikasi umumnya dibahas dalam bentuk penambahan kalium iodat atau KIO3.
Sementara itu, istilah tanpa penambahan yodium berarti produsen tidak menambahkan fortifikan yodium pada produk tersebut.
Hal itu tidak selalu berarti pengujian akan menunjukkan angka mutlak nol, karena:
- Bahan baku dapat mempunyai unsur alami
- Laboratorium mempunyai batas deteksi
- Sistem produksi dapat menangani beberapa jenis produk
- Metode pengujian mempunyai ketidakpastian
Pada COA industri, hasil dapat ditulis sebagai:
- ND atau not detected
- Di bawah batas deteksi
- Di bawah batas tertentu
- Nilai hasil pengujian aktual
Pelanggan industri perlu menyatakan apakah membutuhkan produk:
- Beriodium
- Tanpa penambahan yodium
- Dengan target KIO3 tertentu
- Dengan batas maksimum tertentu
Penjelasan lebih lengkap tersedia pada halaman garam industri tanpa penambahan yodium.
Apakah Garam Laut Rasanya Lebih Kuat?
Rasa tidak hanya dipengaruhi oleh kadar NaCl.
Persepsi rasa dapat berubah berdasarkan:
- Ukuran kristal
- Cara garam menyentuh lidah
- Kecepatan pelarutan
- Penempatan pada permukaan makanan
- Kandungan mineral lain
- Kadar air
- Jumlah yang digunakan
- Bahan makanan lainnya
Kristal kasar yang ditaburkan pada permukaan makanan dapat menghasilkan sensasi asin yang berbeda dari garam halus yang telah larut di dalam masakan.
Tetapi tidak tepat menyatakan seluruh garam laut selalu lebih tajam atau lebih asin.
Dua produk sea salt dari produsen berbeda juga dapat memberikan rasa dan tekstur yang berbeda.
Untuk produksi industri, evaluasi sensori harus menggunakan:
- Formula yang sama
- Berat garam yang sama
- Proses yang sama
- Sampel berkode
- Panel yang sesuai
- Produk akhir yang representatif
Apakah Garam Laut Lebih Alami?
Istilah “alami” tidak menjelaskan seberapa banyak pengolahan yang telah dilakukan.
Garam laut dapat melalui:
- Pengendapan
- Pemekatan
- Kristalisasi
- Pencucian
- Penggilingan
- Pengeringan
- Sortasi
- Penambahan yodium
- Penambahan bahan antikempal
- Pengemasan
Sebagian produk diproses minimal, sedangkan produk lain diproses hingga mempunyai ukuran dan kemurnian yang konsisten.
Karena itu, perusahaan perlu melihat proses dan spesifikasi aktual, bukan hanya kata “natural” pada materi pemasaran.
Apakah Garam Dapur Selalu Lebih Murni?
Tidak selalu.
Garam dapur yang telah dimurnikan dapat mempunyai kadar NaCl tinggi dan material tidak larut rendah. Namun, kualitas tetap bergantung pada:
- Bahan baku
- Proses pencucian
- Pemisahan mineral
- Pengeringan
- Kebersihan pabrik
- Pengendalian benda asing
- Kemasan
- Penyimpanan
Sebaliknya, garam laut yang diproduksi dan diolah dengan baik juga dapat mempunyai mutu yang tinggi.
Kemurnian tidak boleh ditentukan dari:
- Nama produk
- Warna putih
- Ukuran halus
- Harga
- Negara asal
- Klaim alami
Gunakan hasil pengujian dan spesifikasi.
Standar untuk Garam Pangan
Codex Alimentarius mempunyai CXS 150-1985 Standard for Food-Grade Salt. Ruang lingkupnya mencakup garam yang digunakan sebagai bahan pangan, baik untuk penjualan langsung kepada konsumen maupun untuk produksi makanan.
Di Indonesia, kategori garam konsumsi beriodium menggunakan SNI yang berlaku. Purchasing perlu memastikan:
- Versi standar
- Status standar
- Ruang lingkup
- Persyaratan produk
- Metode sampling
- Metode pengujian
- Ketentuan label
- Dokumen sertifikasi
Jangan menggunakan istilah food grade hanya karena garam terlihat putih atau mempunyai NaCl tinggi.
Kesesuaian pangan juga melibatkan:
- Kebersihan proses
- Kontaminan
- Bahan tambahan
- Kemasan
- Traceability
- Label
- Kondisi penyimpanan
- Sistem keamanan pangan pelanggan
Perbedaan Garam Konsumsi dan Garam Industri
Garam konsumsi digunakan untuk makanan dan harus memenuhi persyaratan kategori pangan yang relevan.
Garam industri digunakan sebagai bahan baku atau bahan pendukung proses produksi.
Garam industri dapat digunakan untuk:
- Water treatment
- Regenerasi resin
- Industri sabun
- Deterjen
- Tekstil
- Proses kimia
- Feedmill berdasarkan formulasi
- Utility plant
- Proses pencucian
- Pembuatan brine
Sebagian garam industri juga dapat digunakan dalam industri makanan apabila produk, fasilitas, dokumen, dan spesifikasinya memenuhi persyaratan yang relevan. Namun, istilah garam industri saja tidak otomatis berarti food grade.
Begitu pula sebaliknya, garam konsumsi retail belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk proses industri karena:
- Kemasan terlalu kecil
- Harganya berbeda
- Mengandung KIO3
- Mengandung bahan tambahan tertentu
- Ukurannya tidak sesuai
- Dokumen B2B tidak tersedia
- Pasokannya tidak dirancang untuk kebutuhan besar
Untuk pembahasan lebih teknis, baca perbedaan komposisi garam industri dan konsumsi.
Parameter Penting untuk Industri Makanan
Pabrik makanan tidak sebaiknya membeli bahan hanya dengan menyebut “garam dapur” atau “garam laut.”
Purchasing perlu menentukan parameter berikut.
Kadar NaCl
NaCl menunjukkan jumlah natrium klorida di dalam produk.
Konfirmasikan apakah hasil dinyatakan sebagai:
- Wet basis
- Dry basis
- Spesifikasi minimum
- Hasil batch aktual
Kadar air
Kadar air dapat memengaruhi:
- Berat NaCl aktual
- Penggumpalan
- Kemampuan mengalir
- Penimbangan
- Feeding
- Pencampuran
- Penyimpanan
Kalsium dan magnesium
Ca dan Mg dapat memengaruhi:
- Rasa
- Higroskopisitas
- Kelarutan
- Endapan
- Formula
- Stabilitas produk tertentu
Batasnya harus mengikuti kebutuhan produk pelanggan.
Material tidak larut
Material tidak larut dapat berupa:
- Pasir
- Lumpur
- Tanah
- Serat
- Pecahan cangkang
- Benda asing
Parameter ini penting apabila garam akan:
- Dilarutkan
- Masuk ke nozzle
- Melewati filter
- Dicampurkan ke produk halus
- Digunakan pada produk visual berwarna terang
Ukuran partikel
Ukuran menentukan:
- Kecepatan larut
- Homogenitas pencampuran
- Debu
- Segregasi
- Kemampuan feeding
- Penampilan produk
Penambahan yodium
Pelanggan perlu menentukan:
- Beriodium
- Tanpa penambahan yodium
- Target KIO3
- Batas maksimum
- Metode pengujian
Kemasan
Kemasan harus sesuai dengan:
- Berat bersih
- Sistem bongkar
- Gudang
- Pallet
- Feeding
- Perlindungan terhadap kelembapan
- Persyaratan label
- Traceability
PT. Artha Garam Indonesia menyediakan pilihan kemasan 25 kg dan 50 kg menggunakan inner plastic dan outer woven bag.
Garam Mana yang Cocok untuk Memasak?
Pemilihan bergantung pada tujuan penggunaannya.
Untuk melarutkan dalam masakan
Garam berukuran halus biasanya lebih cepat tersebar dan mudah ditakar.
Untuk taburan akhir
Kristal lebih kasar dapat dipilih untuk memberikan tekstur pada permukaan makanan.
Untuk fermentasi atau brine
Gunakan produk yang sesuai dengan resep, kategori pangan, dan konsentrasi yang ditentukan.
Untuk produksi skala pabrik
Gunakan spesifikasi berdasarkan berat, kadar, ukuran, dan hasil trial—bukan hanya preferensi dapur.
Dalam seluruh penggunaan pangan, periksa label serta kesesuaian produk untuk konsumsi.
Apakah Garam Laut Bisa Digunakan oleh Pabrik?
Bisa, selama produk memenuhi kebutuhan proses.
Pabrik perlu mengevaluasi:
- Kadar NaCl
- Kadar air
- Ca
- Mg
- Sulfat
- Material tidak larut
- Ukuran partikel
- KIO3
- Kontaminan yang relevan
- Kemasan
- Dokumen
- Konsistensi antarbatch
Garam laut mentah belum tentu langsung sesuai untuk produksi makanan.
Produk mungkin masih memerlukan:
- Pencucian
- Pengeringan
- Penggilingan
- Screening
- Pemisahan material asing
- Pengujian
- Pengemasan ulang
Cara Mengevaluasi Sampel
Lakukan evaluasi dengan tahapan berikut:
- Periksa kondisi karung.
- Catat nomor batch.
- Periksa warna dan benda asing.
- Ukur kadar air.
- Periksa distribusi ukuran.
- Uji pelarutan.
- Saring larutan.
- Periksa residu.
- Lakukan trial pencampuran.
- Evaluasi rasa dan produk akhir apabila relevan.
- Bandingkan dengan spesifikasi.
- Dokumentasikan hasil.
Untuk industri makanan, trial sebaiknya melibatkan:
- Purchasing
- Quality control
- Quality assurance
- R&D
- Produksi
- Regulatory apabila relevan
Panduan pemilihan lebih lengkap tersedia pada artikel cara memilih garam untuk industri makanan.
Cara Menyimpan Garam
Baik garam dapur maupun garam laut perlu dilindungi dari:
- Kelembapan
- Air
- Kebocoran atap
- Kondensasi
- Bau kuat
- Bahan kimia
- Debu
- Hama
- Kerusakan kemasan
Untuk penyimpanan rumah tangga:
- Gunakan wadah bersih dan kering.
- Tutup wadah dengan rapat.
- Gunakan sendok yang kering.
- Jauhkan dari uap kompor.
- Jangan mencampurkan bahan lain ke wadah utama.
Untuk penyimpanan industri:
- Letakkan karung di atas pallet.
- Berikan jarak dari lantai dan dinding.
- Terapkan FIFO atau FEFO sesuai prosedur.
- Pisahkan batch.
- Periksa karung yang robek.
- Jaga gudang tetap kering.
- Gunakan pallet yang bersih.
- Hindari bahan dengan aroma kuat.
- Catat kondisi stok.
Baca panduan lengkap mengenai masa simpan dan penyimpanan garam industri.
Kesalahan Umum saat Membandingkan Garam
Menganggap semua garam laut tidak beriodium
Status yodium harus diperiksa pada label atau hasil pengujian.
Menganggap seluruh garam meja berasal dari tambang
Garam meja juga dapat dibuat dari garam laut yang dimurnikan dan digiling.
Menganggap kristal kasar rendah natrium
Ukuran kristal memengaruhi berat per sendok, tetapi tidak otomatis membuat produk rendah natrium berdasarkan berat.
Menganggap mineral tambahan berarti lebih sehat
Jumlah dan jenis mineral berbeda antarproduk. Konsumsi natrium tetap perlu dikendalikan.
Menganggap garam putih pasti murni
Warna tidak menggantikan COA dan pengujian.
Menganggap garam halus selalu lebih baik
Ukuran harus disesuaikan dengan fungsi, mesin, dan formula.
Menganggap semua garam industri dapat dimakan
Produk untuk pangan harus memenuhi persyaratan kategori pangan, fasilitas, dan dokumen yang relevan.
Pasokan Garam untuk Industri Makanan
PT. Artha Garam Indonesia menyediakan garam untuk kebutuhan B2B dengan dukungan:
- Bahan baku garam lokal
- Fasilitas produksi di Cirebon
- Dukungan stok dan distribusi dari Tambun, Bekasi
- Pilihan garam halus dan kasar
- Pilihan dengan atau tanpa penambahan yodium
- Kemasan 25 kg dan 50 kg
- Sertifikasi Halal dan SNI
- COA dan dokumen pendukung sesuai produk
- Dukungan evaluasi spesifikasi
- Sampel dan trial sesuai kebutuhan
- Pasokan untuk pembelian rutin
Spesifikasi aktual harus dikonfirmasi berdasarkan jenis produk, batch, dokumen, dan kebutuhan pelanggan.
Lihat halaman garam untuk industri makanan dan minuman untuk kebutuhan pengadaan yang lebih spesifik.
Konsultasikan Kebutuhan Garam Industri
Perusahaan dapat menghubungi PT. Artha Garam Indonesia dengan menyampaikan:
- Nama perusahaan
- Jenis produk akhir
- Fungsi garam
- Target NaCl
- Batas kadar air
- Batas Ca dan Mg
- Ukuran partikel
- Dengan atau tanpa penambahan yodium
- Kemasan
- Kebutuhan bulanan
- Lokasi pengiriman
- Dokumen yang diperlukan
Hubungi PT. Artha Garam Indonesia melalui WhatsApp.
Sertakan spesifikasi atau contoh COA yang saat ini digunakan agar pilihan produk dapat dievaluasi dengan lebih tepat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan utama garam dapur dan garam laut?
Garam dapur menjelaskan penggunaan produk untuk memasak atau konsumsi, sedangkan garam laut menjelaskan sumbernya dari air laut. Garam laut juga dapat diolah menjadi garam dapur.
Apakah garam laut selalu berbentuk kasar?
Tidak. Garam laut dapat digiling dan disaring menjadi ukuran halus. Sumber bahan baku tidak menentukan ukuran akhir produk.
Apakah garam laut selalu tanpa yodium?
Tidak. Garam laut dapat diberi penambahan yodium. Status yodium harus diperiksa melalui label, spesifikasi, atau hasil pengujian.
Apakah garam laut mengandung lebih sedikit natrium?
Tidak dapat ditentukan hanya dari nama produk. Berdasarkan berat yang sama, produk yang sebagian besar terdiri dari NaCl dapat mempunyai kandungan natrium yang relatif berdekatan.
Apakah garam laut lebih sehat daripada garam dapur?
Tidak dapat digeneralisasi. Jumlah natrium, status yodium, kategori produk, dan keseluruhan pola makan lebih penting daripada istilah garam laut atau garam dapur.
Apakah garam dapur sama dengan garam meja?
Dalam penggunaan sehari-hari, kedua istilah sering dipakai untuk garam konsumsi. Namun, arti komersialnya dapat berbeda menurut produsen dan label.
Apakah garam laut bisa digunakan dalam industri makanan?
Bisa apabila produk memenuhi spesifikasi, standar pangan, dokumentasi, dan hasil trial pelanggan. Produk tidak otomatis food grade hanya karena berasal dari air laut.
Apa yang perlu diperiksa oleh purchasing?
Purchasing perlu memeriksa NaCl, kadar air, Ca, Mg, material tidak larut, ukuran partikel, status yodium, kemasan, COA, traceability, dan konsistensi pasokan.

